Skripsi Berdasarkan Jurnal: Cara Menggunakan Literatur sebagai Sumber Penelitian

Menyusun skripsi hampir selalu berkaitan dengan jurnal ilmiah. Bagi mahasiswa, jurnal bukan hanya bahan bacaan untuk memperkaya wawasan, tetapi juga dapat menjadi sumber penting dalam menemukan masalah penelitian, membangun landasan teori, mengidentifikasi penelitian terdahulu, hingga menemukan celah penelitian yang dapat dikembangkan. Karena itu, kemampuan menggunakan jurnal secara tepat menjadi salah satu keterampilan penting dalam proses penyusunan karya ilmiah.

Istilah “skripsi berdasarkan jurnal” sering kali dipahami secara sederhana sebagai membuat skripsi dengan mengambil informasi dari jurnal. Padahal, penggunaannya tidak sesederhana menyalin teori, hasil penelitian, atau daftar pustaka dari artikel ilmiah. Literatur harus dipahami, dibandingkan, dianalisis, dan ditempatkan sesuai fungsinya dalam penelitian agar skripsi memiliki dasar akademik yang kuat.

Jurnal juga dapat membantu mahasiswa ketika mengalami kesulitan menentukan topik atau judul skripsi. Dengan membaca penelitian yang sudah ada, mahasiswa dapat melihat permasalahan yang pernah diteliti, metode yang digunakan, karakteristik objek penelitian, hasil yang diperoleh, serta aspek yang masih belum banyak dibahas. Dari sinilah literatur dapat menjadi pijakan untuk mengembangkan penelitian yang relevan sekaligus memiliki kebaruan.

jurnal nasional terakreditasi

Apa yang Dimaksud Skripsi Berdasarkan Jurnal?

Skripsi berdasarkan jurnal dapat dipahami sebagai proses menyusun penelitian dengan memanfaatkan artikel jurnal ilmiah sebagai salah satu sumber utama dalam membangun argumentasi akademik. Jurnal digunakan untuk memahami teori, konsep, hasil penelitian terdahulu, metode, variabel, instrumen, maupun perkembangan isu yang berkaitan dengan topik penelitian.

Penggunaan jurnal tidak berarti bahwa seluruh isi skripsi harus berasal dari artikel ilmiah. Skripsi tetap membutuhkan sumber lain yang sesuai, seperti buku akademik, laporan resmi, dokumen institusi, peraturan, data statistik, atau sumber primer sesuai kebutuhan penelitian. Jurnal berfungsi sebagai bagian penting dari ekosistem referensi yang membantu peneliti memahami posisi penelitiannya.

Dalam praktiknya, mahasiswa dapat menggunakan jurnal untuk menemukan ide penelitian. Misalnya, seseorang tertarik pada topik penggunaan media sosial dalam kegiatan belajar mahasiswa. Setelah membaca beberapa jurnal, mahasiswa dapat menemukan bahwa sebagian penelitian membahas intensitas penggunaan media sosial, sementara penelitian lain membahas motivasi belajar. Perbedaan tersebut dapat menjadi dasar untuk mengembangkan pertanyaan penelitian baru.

Dengan demikian, “berdasarkan jurnal” sebaiknya dipahami sebagai menggunakan literatur secara kritis untuk membangun penelitian, bukan menjadikan satu jurnal sebagai cetak biru skripsi.

Baca juga:Jasa Konsultasi Skripsi agar Cepat Lulus

Mengapa Jurnal Penting dalam Penyusunan Skripsi?

Jurnal ilmiah memberikan gambaran mengenai perkembangan penelitian dalam bidang tertentu. Melalui jurnal, mahasiswa dapat mengetahui bagaimana peneliti lain merumuskan masalah, menentukan variabel, memilih metode, mengumpulkan data, dan menarik kesimpulan.

Literatur juga membantu mahasiswa menghindari penelitian yang terlalu mirip dengan penelitian sebelumnya. Dengan melakukan penelusuran terhadap berbagai artikel, peneliti dapat mengetahui apa yang sudah banyak dilakukan dan bagian mana yang masih dapat dikembangkan. Proses tersebut berkaitan erat dengan pencarian research gap atau kesenjangan penelitian.

Selain itu, jurnal dapat memperkuat argumentasi dalam skripsi. Pernyataan akademik yang didukung oleh hasil penelitian terdahulu biasanya memiliki dasar yang lebih kuat daripada pendapat pribadi peneliti. Namun, kutipan tetap harus digunakan secara proporsional dan disesuaikan dengan konteks pembahasan.

Jenis Literatur yang Dapat Digunakan dalam Skripsi

Literatur penelitian tidak hanya terdiri atas jurnal. Mahasiswa perlu memahami fungsi setiap jenis sumber agar dapat menggunakannya secara tepat.

Jenis Literatur Fungsi dalam Skripsi Contoh Penggunaan
Jurnal ilmiah Menunjukkan penelitian terdahulu dan perkembangan topik Membahas hubungan antarvariabel
Buku akademik Menjelaskan konsep dan teori dasar Mendefinisikan teori utama
Prosiding Menemukan hasil penelitian atau gagasan ilmiah Mendukung pembahasan topik tertentu
Skripsi/tesis/disertasi Melihat contoh penelitian dan konteks tertentu Menemukan penelitian terdahulu
Laporan resmi Menyediakan data dan informasi institusional Statistik atau laporan tahunan
Peraturan Menjadi dasar hukum penelitian Penelitian kebijakan atau hukum
Dataset Menyediakan data untuk analisis Penelitian kuantitatif

Jurnal biasanya menjadi sumber yang sangat penting untuk penelitian terdahulu karena memuat hasil penelitian yang telah dilakukan dalam konteks tertentu. Sementara itu, buku akademik dapat lebih sesuai untuk menjelaskan teori atau konsep fundamental.

Penggunaan berbagai jenis sumber secara seimbang dapat membuat kajian pustaka lebih kuat. Mahasiswa tidak perlu memaksakan seluruh informasi berasal dari jurnal apabila sumber lain justru lebih tepat untuk menjelaskan konsep tertentu.

Cara Mencari Jurnal untuk Skripsi

Pencarian jurnal sebaiknya dimulai dari kata kunci yang berhubungan langsung dengan topik penelitian. Kata kunci dapat berasal dari variabel, objek penelitian, teori, lokasi, populasi, atau fenomena yang sedang dikaji.

Misalnya, mahasiswa ingin meneliti hubungan penggunaan aplikasi pembelajaran dengan motivasi belajar siswa. Kata kunci pencarian dapat dikembangkan menjadi “learning application”, “student motivation”, “educational technology”, “digital learning”, dan istilah lain yang relevan.

Gunakan beberapa variasi kata kunci karena peneliti dari bidang atau negara berbeda dapat menggunakan istilah yang berbeda untuk konsep yang sama. Pencarian yang terlalu terpaku pada satu frasa dapat membuat mahasiswa melewatkan artikel yang sebenarnya relevan.

Perhatikan juga tahun publikasi. Jurnal terbaru dapat membantu memahami perkembangan penelitian terkini, sedangkan artikel yang lebih lama masih dapat digunakan apabila memiliki teori atau temuan fundamental yang relevan. Jadi, bukan sekadar usia jurnal yang menentukan kelayakannya, melainkan relevansi dan kualitas akademiknya.

Cara Memilih Jurnal yang Berkualitas

Tidak semua artikel yang muncul dalam hasil pencarian memiliki kualitas yang sama. Mahasiswa perlu melakukan evaluasi sebelum menjadikan sebuah jurnal sebagai referensi skripsi.

Perhatikan identitas penulis, nama jurnal, penerbit, tahun publikasi, metodologi, referensi yang digunakan, serta relevansi artikel dengan topik penelitian. Jika tersedia informasi mengenai proses peer review atau indeksasi jurnal, informasi tersebut juga dapat menjadi pertimbangan.

Relevansi merupakan aspek yang sangat penting. Jurnal dengan topik yang sangat dekat tetapi memiliki objek, variabel, atau konteks berbeda tetap dapat digunakan, tetapi mahasiswa harus menjelaskan perbedaannya.

Jangan hanya memilih jurnal berdasarkan judul. Baca abstrak, metode, hasil, dan kesimpulannya untuk mengetahui apakah artikel tersebut benar-benar memberikan informasi yang dibutuhkan.

Cara Membaca Jurnal Secara Efektif untuk Skripsi

Membaca jurnal untuk skripsi berbeda dengan membaca artikel untuk mendapatkan pengetahuan umum. Mahasiswa perlu mencari bagian yang dapat membantu menjawab kebutuhan penelitian.

Perhatikan masalah penelitian yang diangkat, tujuan penelitian, teori yang digunakan, variabel, metode, karakteristik responden atau objek, instrumen, teknik analisis, hasil, keterbatasan, dan rekomendasi penelitian. Informasi tersebut dapat membantu mahasiswa memahami struktur penelitian sekaligus menemukan peluang pengembangan.

Buat catatan setiap kali menemukan informasi penting. Catatan dapat berisi nama penulis, tahun, tujuan penelitian, metode, hasil utama, keterbatasan, serta relevansinya terhadap penelitian yang sedang dirancang.

Kebiasaan mencatat akan mengurangi risiko kehilangan sumber ketika jumlah jurnal yang dibaca semakin banyak. Mahasiswa juga akan lebih mudah menyusun tabel penelitian terdahulu ketika memasuki tahap penulisan skripsi.

Cara Menggunakan Jurnal sebagai Landasan Teori

Jurnal dapat digunakan untuk memperkuat penjelasan mengenai konsep dan teori yang digunakan dalam penelitian. Namun, mahasiswa perlu membedakan teori dengan hasil penelitian.

Jika ingin menjelaskan pengertian suatu konsep yang sudah mapan, buku akademik atau sumber teori utama dapat menjadi rujukan. Jurnal kemudian dapat digunakan untuk menunjukkan bagaimana konsep tersebut diterapkan dalam penelitian yang lebih baru.

Misalnya, penelitian membahas motivasi belajar. Definisi konseptual dapat dijelaskan berdasarkan teori yang relevan, kemudian jurnal digunakan untuk menunjukkan bagaimana motivasi belajar telah diukur atau dianalisis oleh penelitian terdahulu.

Cara tersebut membuat landasan teori tidak hanya berisi kumpulan definisi. Pembahasan menjadi lebih terarah karena teori dikaitkan dengan perkembangan penelitian dan kebutuhan penelitian yang sedang dilakukan.

Cara Menggunakan Jurnal untuk Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu merupakan bagian penting dalam skripsi karena menunjukkan hubungan antara penelitian yang sedang dilakukan dengan penelitian yang sudah ada. Jurnal dapat menjadi sumber utama untuk menyusun bagian tersebut.

Mahasiswa tidak cukup hanya menuliskan ringkasan setiap artikel. Penelitian terdahulu perlu dibandingkan berdasarkan variabel, objek, metode, lokasi, sampel, teknik analisis, dan hasil penelitian.

Contohnya, beberapa jurnal mungkin menunjukkan bahwa penggunaan teknologi berhubungan positif dengan motivasi belajar. Namun, terdapat penelitian lain yang menunjukkan hubungan berbeda karena faktor lingkungan, karakteristik responden, atau metode pembelajaran. Perbedaan hasil tersebut justru dapat menjadi bahan analisis yang menarik.

Tabel penelitian terdahulu dapat membantu memperjelas perbandingan tersebut.

Peneliti Topik Metode Objek Hasil Relevansi
Peneliti A Teknologi dan pembelajaran Kuantitatif Siswa Hubungan positif Mendukung variabel
Peneliti B Media digital dan motivasi Survei Mahasiswa Pengaruh signifikan Mendukung model
Peneliti C Pembelajaran digital Kualitatif Guru Ditemukan beberapa hambatan Memberikan perspektif berbeda

Tabel tersebut sebaiknya tidak menjadi satu-satunya bentuk pembahasan. Setelah tabel, mahasiswa perlu menjelaskan pola yang ditemukan dan menghubungkannya dengan penelitian yang akan dilakukan.

Cara Menemukan Research Gap dari Jurnal

Research gap adalah celah atau kesenjangan dalam penelitian yang dapat menjadi dasar pengembangan penelitian baru. Gap tidak selalu berarti belum pernah ada penelitian mengenai topik tersebut. Sebuah penelitian dapat memiliki gap karena adanya perbedaan objek, lokasi, periode, variabel, teori, metode, atau hasil penelitian.

Misalnya, sebagian besar penelitian mengenai penggunaan teknologi pembelajaran dilakukan pada mahasiswa perguruan tinggi. Sementara itu, penelitian dengan objek siswa sekolah menengah masih terbatas. Kondisi tersebut dapat menjadi salah satu bentuk kesenjangan konteks.

Gap juga dapat muncul ketika hasil penelitian terdahulu tidak konsisten. Sebagian penelitian mungkin menemukan hubungan yang kuat, sedangkan penelitian lain menemukan hubungan yang lemah atau tidak signifikan. Perbedaan tersebut dapat menjadi alasan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan mempertimbangkan konteks yang berbeda.

Mahasiswa harus berhati-hati ketika menyatakan adanya research gap. Jangan menyimpulkan bahwa “belum pernah diteliti” hanya berdasarkan beberapa artikel. Pernyataan tersebut membutuhkan penelusuran literatur yang cukup luas.

Cara Menggunakan Jurnal untuk Menentukan Judul Skripsi

Jurnal dapat menjadi sumber inspirasi untuk menentukan judul, tetapi judul tidak sebaiknya disalin secara langsung dari artikel tertentu. Mahasiswa dapat mengambil gagasan dasarnya kemudian mengembangkan penelitian sesuai konteks yang berbeda.

Misalnya terdapat jurnal dengan topik “Pengaruh Penggunaan Media Sosial terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa”. Dari penelitian tersebut, mahasiswa dapat melihat variabel, metode, dan hasilnya. Jika terdapat alasan akademik yang kuat, penelitian dapat dikembangkan dengan objek, lokasi, variabel tambahan, atau pendekatan metodologis yang berbeda.

Proses tersebut menghasilkan judul yang terinspirasi oleh literatur tetapi tetap memiliki rancangan penelitian sendiri. Inilah perbedaan antara menggunakan jurnal sebagai sumber penelitian dan sekadar meniru penelitian terdahulu.

Cara Mengutip Jurnal dalam Skripsi

Kutipan digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu gagasan atau informasi berasal dari sumber tertentu. Dalam skripsi, mahasiswa harus mengikuti gaya sitasi yang ditetapkan oleh kampus, seperti APA, IEEE, Vancouver, Chicago, atau sistem lainnya.

Kutipan langsung digunakan ketika peneliti perlu mempertahankan redaksi asli sumber. Sementara itu, parafrase digunakan ketika mahasiswa menjelaskan kembali gagasan penulis dengan susunan kalimat sendiri tanpa mengubah makna.

Parafrase bukan berarti mengganti beberapa kata dari kalimat asli. Mahasiswa perlu memahami gagasan sumber, menyusunnya kembali dengan bahasa sendiri, lalu tetap mencantumkan sitasi. Cara ini membantu menjaga integritas akademik sekaligus menghindari plagiarisme.

Pastikan setiap sumber yang dikutip dalam teks tercantum dalam daftar pustaka sesuai aturan gaya referensi yang digunakan. Penggunaan reference manager dapat membantu mengurangi kesalahan administratif.

Cara Menggabungkan Beberapa Jurnal dalam Satu Pembahasan

Salah satu kemampuan penting dalam kajian pustaka adalah melakukan sintesis. Sintesis berarti menghubungkan gagasan dari beberapa sumber untuk menghasilkan pembahasan yang lebih utuh.

Hindari pola penulisan yang hanya berbentuk “Peneliti A mengatakan…, Peneliti B mengatakan…, Peneliti C mengatakan…”. Pola tersebut cenderung menjadi daftar ringkasan dan belum menunjukkan kemampuan analisis.

Pembahasan dapat disusun berdasarkan tema. Misalnya, beberapa jurnal yang membahas faktor motivasi belajar dapat dikelompokkan berdasarkan faktor internal, faktor lingkungan, dan penggunaan teknologi. Setelah itu, mahasiswa dapat membandingkan persamaan dan perbedaan hasil penelitian.

Sintesis akan membuat kajian pustaka lebih argumentatif. Pembaca dapat melihat bagaimana berbagai penelitian saling berhubungan dan mengapa penelitian baru masih diperlukan.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menggunakan Jurnal

Kesalahan yang sering dilakukan adalah menggunakan satu jurnal sebagai sumber utama untuk hampir seluruh isi skripsi. Kondisi tersebut membuat landasan penelitian menjadi sempit dan kurang menunjukkan pemahaman terhadap perkembangan literatur.

Kesalahan lain adalah memilih jurnal hanya berdasarkan judul yang terlihat sesuai. Artikel tersebut mungkin memiliki objek, definisi variabel, atau konteks yang ternyata berbeda secara signifikan setelah dibaca secara menyeluruh.

Mahasiswa juga sering memasukkan banyak kutipan tanpa menjelaskan hubungan kutipan dengan penelitian. Kutipan seharusnya digunakan untuk mendukung argumentasi, bukan sekadar memperbanyak referensi.

Kesalahan berikutnya adalah menyalin struktur, kalimat, tabel, instrumen, atau model penelitian terdahulu tanpa memahami dasar penggunaannya. Referensi boleh menjadi inspirasi, tetapi rancangan penelitian harus disesuaikan dengan tujuan dan konteks penelitian sendiri.

konsultasi skripsi

Tips Praktis Mengelola Literatur Skripsi

Buat sistem pengelolaan referensi sejak awal. Setiap jurnal yang dianggap relevan sebaiknya langsung dicatat informasi bibliografinya dan diberi keterangan singkat mengenai isi serta relevansinya.

Gunakan folder berdasarkan tema atau variabel penelitian agar artikel mudah ditemukan. Mahasiswa juga dapat membuat spreadsheet dengan kolom penulis, tahun, judul, metode, objek, variabel, hasil, keterbatasan, dan relevansi.

Jangan hanya membaca jurnal yang mendukung hipotesis atau pendapat pribadi. Penelitian yang memiliki hasil berbeda justru penting karena dapat membantu menemukan research gap dan membuat pembahasan menjadi lebih objektif.

Simpan artikel dalam bentuk file yang jelas dan gunakan penamaan yang konsisten. Kebiasaan sederhana tersebut dapat menghemat waktu ketika harus mencari sumber tertentu saat menyelesaikan bab kajian pustaka atau pembahasan.

Rekomendasi Penerapan Literatur dalam Skripsi

Penggunaan jurnal sebaiknya dimulai sejak tahap pencarian ide penelitian. Mahasiswa dapat melakukan penelusuran awal untuk mengetahui apakah topik yang diminati memiliki cukup literatur pendukung.

Setelah topik terbentuk, pencarian dapat dipersempit berdasarkan variabel dan objek penelitian. Literatur yang ditemukan kemudian dievaluasi untuk menentukan teori, penelitian terdahulu, metode, serta potensi research gap.

Pada tahap penulisan, gunakan jurnal sesuai fungsinya. Artikel ilmiah dapat mendukung definisi konseptual, perkembangan teori, penelitian terdahulu, argumentasi mengenai hubungan antarvariabel, metode, maupun interpretasi hasil.

Pada tahap pembahasan hasil penelitian, jurnal kembali dapat digunakan untuk membandingkan temuan penelitian dengan hasil penelitian terdahulu. Apabila hasil penelitian sejalan, peneliti dapat menjelaskan kesesuaiannya. Jika berbeda, peneliti perlu membahas kemungkinan penyebab perbedaan berdasarkan konteks, karakteristik objek, metode, atau faktor lain yang relevan.

Contoh Sederhana Penggunaan Jurnal dalam Skripsi

Misalnya seorang mahasiswa ingin meneliti “Pengaruh Penggunaan Platform Pembelajaran Digital terhadap Motivasi Belajar Siswa”. Mahasiswa dapat memulai dengan mencari jurnal yang membahas pembelajaran digital, penggunaan platform pendidikan, dan motivasi belajar.

Dari literatur tersebut, mahasiswa dapat menemukan teori yang sesuai dan mengetahui indikator yang pernah digunakan dalam penelitian sebelumnya. Mahasiswa kemudian membandingkan metode yang digunakan oleh beberapa peneliti untuk menentukan pendekatan yang paling sesuai dengan tujuan penelitiannya.

Jika sebagian penelitian dilakukan pada mahasiswa, sedangkan penelitian yang akan dilakukan berfokus pada siswa sekolah menengah, perbedaan tersebut dapat dipertimbangkan sebagai aspek pengembangan penelitian. Namun, mahasiswa tetap harus memberikan alasan akademik mengapa perbedaan objek tersebut penting untuk diteliti.

Setelah penelitian selesai, hasilnya dapat dibandingkan kembali dengan temuan dari jurnal terdahulu. Dengan demikian, jurnal digunakan sepanjang siklus penelitian, mulai dari pencarian masalah hingga interpretasi hasil.

Baca juga: Novelty Penelitian Berbasis Literatur: Cara Menentukan Kebaruan Penelitian

Kesimpulan

Skripsi berdasarkan jurnal bukan berarti menyalin isi artikel ilmiah untuk dijadikan karya penelitian. Jurnal berfungsi sebagai sumber akademik yang membantu mahasiswa memahami perkembangan topik, membangun landasan teori, menyusun penelitian terdahulu, menemukan research gap, memilih metode, serta membandingkan hasil penelitian.

Penggunaan literatur yang baik membutuhkan kemampuan mencari, memilih, membaca, mengevaluasi, mengutip, dan menyintesis berbagai sumber. Mahasiswa perlu memperhatikan kualitas dan relevansi jurnal, bukan hanya jumlah referensi yang berhasil dikumpulkan.

Jurnal juga dapat menjadi jalan untuk menemukan ide skripsi yang lebih terarah. Dengan membaca berbagai penelitian secara kritis, mahasiswa dapat mengetahui apa yang sudah diteliti, bagian yang masih terbatas, perbedaan hasil yang muncul, serta kemungkinan pengembangan penelitian berdasarkan konteks tertentu.

Pada akhirnya, kualitas kajian pustaka tidak ditentukan oleh seberapa banyak jurnal yang dicantumkan, melainkan seberapa baik literatur tersebut digunakan untuk membangun argumentasi ilmiah. Ketika jurnal dipahami sebagai bahan untuk berpikir dan melakukan sintesis, bukan sekadar sumber kutipan, penyusunan skripsi akan menjadi lebih sistematis, relevan, dan memiliki dasar akademik yang kuat.

SkripsiYuk! siap membantu Anda melalui layanan konsultasi akademik untuk penyusunan instrumen penelitian, operasionalisasi variabel, penyusunan kuesioner, pedoman wawancara, uji validitas dan reliabilitas, hingga pendampingan metodologi penelitian. Dengan bimbingan yang tepat, proses penyusunan skripsi, tesis, disertasi, maupun publikasi ilmiah dapat berjalan lebih efektif, sistematis, dan sesuai kaidah akademik.