SINTA (Science and Technology Index) merupakan sistem penilaian dan pengindeksan jurnal ilmiah di Indonesia yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Sistem ini berfungsi untuk menilai kualitas jurnal nasional berdasarkan sejumlah indikator, mulai dari manajemen penerbitan, kualitas artikel, hingga dampak ilmiahnya. Dalam klasifikasi SINTA, terdapat enam peringkat, mulai dari SINTA 1 sebagai yang tertinggi, hingga SINTA 6 sebagai tingkatan dasar. Di antara klasifikasi tersebut, SINTA 2 dan SINTA 3 menjadi dua peringkat yang cukup sering dibandingkan. Hal ini karena banyak jurnal yang berada dalam proses peningkatan mutu dan berupaya naik dari SINTA 3 menuju SINTA 2.
Standar Akreditasi SINTA 2 dan SINTA 3
Standar akreditasi merupakan perbedaan paling mendasar antara SINTA 2 dan SINTA 3. SINTA 2 memiliki standar yang lebih tinggi terutama dalam hal kualitas artikel, tata kelola jurnal, serta konsistensi penerbitan. Jurnal SINTA 2 harus menunjukkan mutu akademik yang lebih kuat dibandingkan jurnal SINTA 3, termasuk dalam aspek kebaruan penelitian (novelty) dan kontribusi ilmiah. Selain itu, proses review di jurnal SINTA 2 biasanya lebih ketat, sehingga hanya artikel dengan validitas metodologis tinggi dan relevansi keilmuan yang dapat diterima.
Secara administratif, SINTA 2 juga menuntut jurnal untuk menerapkan sistem pengolahan naskah yang lebih profesional. Misalnya, jurnal harus memiliki struktur editorial yang jelas, melibatkan reviewer yang kredibel, serta menerapkan standar etika akademik internasional. Jurnal SINTA 3 tetap mengikuti standar tersebut, tetapi toleransi terhadap variasi kualitas artikel lebih tinggi dibandingkan SINTA 2. Dengan kata lain, SINTA 3 merupakan level menengah yang menampung jurnal yang sudah cukup baik tetapi belum memenuhi standar optimal SINTA 2.
Dalam hal dampak ilmiah, jurnal SINTA 2 sering kali memiliki sitasi yang lebih tinggi. Hal ini tidak lepas dari reputasi jurnal yang lebih mapan, sehingga peneliti lebih tertarik mengutip karya dari jurnal tersebut. Oleh karena itu, SINTA 2 biasanya menjadi target bagi jurnal yang ingin membangun prestise akademik serta daya saing di tingkat nasional. Sebaliknya, jurnal SINTA 3 masih dalam tahap pengembangan untuk meningkatkan pengaruh ilmiahnya di komunitas akademik.
Frekuensi penerbitan juga menjadi bagian dari penilaian akreditasi. Sebagian besar jurnal SINTA 2 diwajibkan menerbitkan artikel secara konsisten, misalnya tiga atau empat kali dalam setahun, dengan jumlah artikel yang stabil. Jika terjadi inkonsistensi, hal ini dapat memengaruhi penilaian akreditasi mereka. Jurnal SINTA 3 lebih toleran terhadap variasi frekuensi penerbitan, meskipun tetap diwajibkan untuk memiliki pola yang jelas dan teratur. Dengan demikian, SINTA 3 dianggap sebagai tahap persiapan menuju tingkat profesionalitas yang lebih tinggi.
Perbedaan standar akreditasi ini menegaskan bahwa SINTA 2 merupakan kategori jurnal dengan kualitas lebih matang, sementara SINTA 3 masih dalam proses peningkatan. Peneliti yang ingin menerbitkan artikel di jurnal SINTA 2 harus memperhatikan kualitas penelitian secara lebih serius, terutama dalam hal metodologi, tinjauan pustaka, dan kontribusi keilmuan.
Baca Juga: Seminar Proposal dan Seminar Hasil dalam Proses Penelitian Mahasiswa
Kualitas Editorial dan Manajemen Penerbitan
Kualitas editorial menjadi faktor penting yang membedakan jurnal SINTA 2 dan SINTA 3. Jurnal SINTA 2 diwajibkan memiliki sistem editorial yang lebih profesional, termasuk penggunaan perangkat pengelola naskah seperti OJS (Open Journal System) versi terbaru dengan fitur yang terintegrasi. Dewan editorial di jurnal SINTA 2 biasanya terdiri dari para akademisi senior yang memiliki reputasi internasional atau nasional dalam bidang ilmu tertentu. Hal ini memastikan bahwa proses editorial berjalan ketat dan objektif.
Selain itu, proses peer review di jurnal SINTA 2 umumnya lebih selektif. Artikel yang masuk akan dinilai tidak hanya dari sisi teknis penulisan, tetapi juga dari relevansi teori, kontribusi baru, serta kesesuaian metodologi. Reviewer jurnal SINTA 2 biasanya berasal dari institusi yang berbeda dan memiliki kompetensi tinggi dalam bidangnya. Di jurnal SINTA 3, proses review tetap dilakukan dengan standar ilmiah, tetapi tingkat ketelitiannya cenderung lebih moderat. Beberapa jurnal SINTA 3 mungkin memiliki reviewer yang tidak seketat jurnal SINTA 2 dalam menilai kebaruan dan ketepatan metodologi.
Segi manajemen penerbitan juga menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua peringkat ini. Jurnal SINTA 2 harus memiliki pedoman etika publikasi yang jelas, termasuk mekanisme penanganan plagiarisme, konflik kepentingan, serta transparansi proses editorial. Jurnal SINTA 3 tetap mengikuti standar etika tersebut, tetapi tidak semuanya menerapkan sistem penanganan etik setegas SINTA 2. Sebagai contoh, jurnal SINTA 2 biasanya mewajibkan penggunaan perangkat anti-plagiarisme resmi, sementara beberapa jurnal SINTA 3 masih menggunakan langkah verifikasi yang lebih sederhana.
Dari sisi stabilitas manajemen, jurnal SINTA 2 cenderung lebih konsisten dalam hal waktu publikasi dan jumlah artikel yang diterbitkan. Mereka memiliki tim editorial yang solid dan rutin melakukan evaluasi internal untuk menjaga kualitas jurnal. Jurnal SINTA 3 masih dalam tahap pengembangan sehingga beberapa jurnal mungkin menghadapi kendala teknis, seperti perubahan editor atau keterlambatan publikasi. Kondisi ini menjadikan jurnal SINTA 2 sebagai jurnal yang lebih siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Keberadaan mitra bestari internasional juga menjadi salah satu indikator jurnal SINTA 2. Banyak jurnal di peringkat ini melibatkan reviewer dari luar negeri untuk memperkuat kualitas penilaian artikel. Jurnal SINTA 3 lebih sering melibatkan reviewer lokal, meskipun beberapa mulai berupaya meningkatkan kualitas dengan mengundang reviewer global. Dengan demikian, kualitas editorial menjadi faktor penentu yang memperjelas perbedaan dua peringkat ini.
Dampak Ilmiah Jurnal
Dampak ilmiah merupakan aspek penting dalam penilaian jurnal. Secara umum, jurnal SINTA 2 memiliki dampak ilmiah yang lebih besar dibandingkan jurnal SINTA 3, karena lebih sering disitasi dan dijadikan rujukan dalam publikasi akademik. Hal ini terkait langsung dengan kualitas artikel dan reputasi jurnal tersebut.
Berikut perbedaan dampak ilmiah antara SINTA 2 dan SINTA 3:
Perbedaan Dampak Ilmiah
-
SINTA 2:
-
Memiliki tingkat sitasi yang lebih tinggi.
-
Lebih sering dijadikan referensi pada penelitian akademis tingkat nasional.
-
Banyak digunakan sebagai rujukan dalam skripsi, tesis, dan disertasi.
-
Berpeluang terindeks oleh database internasional seperti DOAJ atau ESCI.
-
Memiliki kolaborasi penulis yang lebih luas, termasuk peneliti dari luar negeri.
-
-
SINTA 3:
-
Tingkat sitasi masih dalam tahap peningkatan.
-
Umumnya digunakan oleh peneliti pemula atau dosen yang sedang meningkatkan produktivitas publikasi.
-
Masih jarang masuk database internasional.
-
Kolaborasi antar institusi lebih terbatas.
-
Dampak ilmiahnya lebih kecil, tetapi tetap signifikan dalam pengembangan ilmu nasional.
-
Peluang Publikasi dan Tantangan
Peluang publikasi bagi peneliti berbeda antara jurnal SINTA 2 dan SINTA 3. Jurnal SINTA 2 memiliki tingkat seleksi lebih ketat, sehingga peluang diterima lebih kecil. Sebaliknya, jurnal SINTA 3 memberikan peluang lebih besar bagi peneliti untuk mempublikasikan artikel, meskipun tetap melalui proses review yang terstandar.
Peluang Publikasi
-
SINTA 2:
-
Persaingan lebih ketat antar penulis.
-
Menuntut penelitian dengan metodologi yang kuat.
-
Kesesuaian topik dengan fokus jurnal sangat diperhatikan.
-
Proses revisi biasanya lebih banyak dan lebih detail.
-
-
SINTA 3:
-
Peluang diterima lebih besar.
-
Cocok untuk peneliti pemula.
-
Proses revisi lebih sederhana dibanding SINTA 2.
-
Kesalahan minor masih bisa ditoleransi saat proses editorial.
-
Tantangan Umum
-
SINTA 2:
-
Menyusun artikel dengan standar tinggi.
-
Menyediakan data empiris yang kuat.
-
Memenuhi persyaratan etika publikasi secara ketat.
-
-
SINTA 3:
-
Meningkatkan kualitas tata bahasa dan format.
-
Menyesuaikan struktur artikel sesuai template jurnal.
-
Memperbaiki kualitas referensi dan literatur.
-
Implikasi bagi Peneliti
Perbedaan antara SINTA 2 dan SINTA 3 membawa implikasi penting bagi peneliti. Bagi peneliti yang ingin mendapatkan poin kinerja tinggi, jurnal SINTA 2 menjadi pilihan ideal karena menawarkan nilai kumulatif yang lebih besar dalam penilaian BKD, PAK, maupun penilaian institusional lainnya. Namun, peneliti juga harus mempertimbangkan tingkat kesulitan publikasi yang lebih tinggi.
Di sisi lain, jurnal SINTA 3 dapat menjadi batu loncatan bagi peneliti pemula untuk melatih kemampuan menulis artikel ilmiah. Dengan standar yang masih dalam tahap pengembangan, jurnal SINTA 3 memungkinkan peneliti memperoleh pengalaman publikasi sekaligus membangun portofolio akademik. Hal ini penting terutama bagi mahasiswa pascasarjana yang ingin meningkatkan publikasi sebelum menyasar jurnal berperingkat lebih tinggi.
Selain itu, pemilihan jurnal harus mempertimbangkan relevansi topik, kualitas penelitian, dan target waktu publikasi. Peneliti yang membutuhkan publikasi cepat mungkin lebih cocok memilih jurnal SINTA 3, sementara yang menargetkan reputasi akademik dan pengakuan ilmiah jangka panjang sebaiknya memilih jurnal SINTA 2. Dengan memahami kedua peringkat ini, peneliti dapat menyusun strategi publikasi yang lebih efektif dan sesuai kebutuhan.
Baca Juga: Seminar Proposal Disertasi: Fondasi Awal Penelitian Ilmiah Tingkat Doktoral
Kesimpulan
SINTA 2 dan SINTA 3 memiliki perbedaan signifikan dari segi standar akreditasi, kualitas editorial, dampak ilmiah, hingga peluang publikasi. SINTA 2 menuntut kualitas lebih tinggi dalam seluruh aspek penerbitan, sementara SINTA 3 menjadi wadah bagi jurnal yang sedang berkembang untuk mencapai kualitas yang lebih baik. Bagi peneliti, pemilihan jurnal harus mempertimbangkan tujuan publikasi, kemampuan penelitian, dan strategi akademik yang ingin dicapai. Dengan memahami perbedaan ini, peneliti dapat lebih bijak menentukan jurnal yang paling sesuai dengan kebutuhan ilmiah mereka.
Terakhir, jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusun penelitian baik skripsi, tesis, maupun disertasi dan membutuhkan bimbingan bersama mentor yang kredibel. Segera konsultasikan kesulitanmu bersama jasa bimbingan skripsi Hubungi kami melalui whatsapp maupun instagram untuk tahu lebih banyak seputar layanan.


