Metode penelitian kuantitatif primer adalah metode yang paling banyak digunakan untuk melakukan riset pasar. Ciri khas riset primer adalah peneliti berfokus pada pengumpulan data secara langsung daripada bergantung pada data yang dikumpulkan dari riset yang telah dilakukan sebelumnya. Desain penelitian kuantitatif primer dapat dipecah menjadi tiga jalur yang berbeda dan alur prosesnya. Mereka adalah:
A. Teknik dan Jenis Penelitian
Ada beberapa jenis penelitian kuantitatif primer. Jenis-jenis penelitian tersebut dapat dibedakan menjadi empat metode yang berbeda, yaitu:
1. Penelitian Survei
Penelitian Survei merupakan hal mendasar untuk semua metodologi dan studi penelitian hasil kuantitatif. Survei digunakan untuk mengajukan pertanyaan kepada sampel responden, dengan menggunakan berbagai jenis seperti jajak pendapat online, survei online, kuesioner kertas, survei web-intercept, dll. Setiap organisasi kecil dan besar bermaksud untuk memahami apa yang dipikirkan pelanggan mereka tentang produk dan layanan mereka, seberapa baik fitur-fitur baru yang ada di pasar, dan detail lainnya.
Dengan melakukan penelitian survei, sebuah organisasi dapat mengajukan beberapa pertanyaan survei, mengumpulkan data dari sekumpulan pelanggan, dan menganalisis data yang terkumpul untuk menghasilkan hasil numerik. Ini adalah langkah pertama dalam mengumpulkan data untuk penelitian apa pun.
Jenis penelitian ini dapat dilakukan dengan kelompok audiens target tertentu dan juga dapat dilakukan di beberapa kelompok bersama dengan analisis komparatif. Prasyarat untuk jenis penelitian ini adalah sampel responden harus memiliki anggota yang dipilih secara acak. Dengan cara ini, peneliti dapat dengan mudah menjaga keakuratan hasil yang diperoleh karena berbagai macam responden akan ditangani dengan menggunakan pemilihan acak.
Secara tradisional, penelitian survei dilakukan secara tatap muka atau melalui panggilan telepon. Namun, dengan kemajuan yang dibuat oleh media online seperti email atau media sosial, penelitian survei juga telah menyebar ke media online.
Ada dua jenis survei, yang salah satunya dapat dipilih berdasarkan waktu yang tersedia dan jenis data yang diperlukan:
- Survei potong lintang (cross-sectional surveys)
Survei cross-sectional adalah survei observasional yang dilakukan dalam situasi di mana peneliti bermaksud untuk mengumpulkan data dari sampel populasi target pada titik waktu tertentu. Peneliti dapat mengevaluasi berbagai variabel pada waktu tertentu. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan jenis survei ini berasal dari orang-orang yang menggambarkan kesamaan dalam semua variabel kecuali variabel yang dipertimbangkan untuk penelitian. Selama survei berlangsung, variabel yang satu ini akan tetap konstan.
Survei cross-sectional sangat populer di industri ritel, UKM, dan kesehatan. Informasi dikumpulkan tanpa memodifikasi parameter apa pun dalam ekosistem variabel.
Beberapa sampel dapat dianalisis dan dibandingkan dengan menggunakan metode penelitian survei cross-sectional.
Berbagai variabel dapat dievaluasi dengan menggunakan jenis penelitian survei ini.
Satu-satunya kelemahan dari survei cross-sectional adalah bahwa hubungan sebab-akibat dari variabel tidak dapat ditentukan karena biasanya mengevaluasi variabel pada waktu tertentu dan bukan pada kerangka waktu yang berkelanjutan.
- Survei longitudinal
Survei longitudinal juga merupakan survei observasional, tetapi tidak seperti survei cross-sectional, survei longitudinal dilakukan dalam berbagai jangka waktu untuk mengamati perubahan perilaku dan proses berpikir responden. Jangka waktu ini bisa dalam hitungan hari, bulan, tahun, atau bahkan dekade. Sebagai contoh, seorang peneliti yang berencana untuk menganalisis perubahan kebiasaan membeli para remaja selama 5 tahun akan melakukan survei longitudinal.
Dalam survei cross-sectional, variabel yang sama dievaluasi pada waktu tertentu, dan dalam survei longitudinal, variabel yang berbeda dapat dianalisis pada interval yang berbeda.
Survei longitudinal banyak digunakan di bidang kedokteran dan ilmu terapan. Selain kedua bidang tersebut, survei longitudinal juga digunakan untuk mengamati perubahan dalam analisis tren pasar, menganalisis kepuasan pelanggan, atau mendapatkan umpan balik mengenai produk/layanan. Dalam situasi di mana urutan kejadian sangat penting, survei longitudinal digunakan.
Para peneliti mengatakan bahwa ketika subjek penelitian perlu diperiksa secara menyeluruh sebelum membuat kesimpulan, mereka mengandalkan survei longitudinal.
2. Penelitian Korelasional
Perbandingan antara dua entitas tidak berubah-ubah. Penelitian korelasi dilakukan untuk membangun hubungan antara dua entitas yang saling terkait erat dan bagaimana salah satunya memengaruhi yang lain, dan perubahan apa yang akhirnya diamati. Metode penelitian ini dilakukan untuk memberikan nilai pada hubungan yang terjadi secara alami, dan minimal dua kelompok yang berbeda diperlukan untuk melakukan metode penelitian kuantitatif ini dengan sukses. Tanpa mengasumsikan berbagai aspek, hubungan antara dua kelompok atau entitas harus ditetapkan.
Idealnya, disarankan untuk tidak membuat kesimpulan hanya berdasarkan penelitian korelasional. Hal ini karena tidak ada keharusan bahwa jika dua variabel memiliki keselarasan, maka keduanya saling terkait.
Contoh Pertanyaan Penelitian Korelasional:
- Hubungan antara stres dan depresi.
- Hubungan antara ketenaran dan uang.
- Hubungan antara aktivitas di kelas tiga dan murid-muridnya.
3. Penelitian Kausal-Komparatif
Metode penelitian ini terutama bergantung pada faktor perbandingan. Disebut juga penelitian kuasi-eksperimental, metode penelitian kuantitatif ini digunakan oleh para peneliti untuk menyimpulkan persamaan sebab-akibat antara dua variabel atau lebih, di mana satu variabel bergantung pada variabel independen lainnya. Variabel independen dibentuk tetapi tidak dimanipulasi, dan dampaknya terhadap variabel dependen diamati. Variabel atau kelompok ini harus dibentuk seperti yang ada dalam pengaturan alami. Karena variabel dependen dan independen akan selalu ada dalam sebuah kelompok, disarankan agar kesimpulan dibuat dengan hati-hati dengan mempertimbangkan semua faktor.
Penelitian kausal-komparatif tidak terbatas pada analisis statistik dari dua variabel, tetapi juga menganalisis bagaimana berbagai variabel atau kelompok berubah di bawah pengaruh perubahan yang sama. Penelitian ini dilakukan terlepas dari jenis hubungan yang ada antara dua variabel atau lebih. Analisis statistik digunakan untuk menyajikan hasil dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif ini.
Contoh Pertanyaan Penelitian Kausal-Komparatif:
- Dampak narkoba pada seorang remaja.
- Pengaruh pendidikan yang baik terhadap mahasiswa baru.
- Pengaruh penyediaan makanan yang cukup di desa-desa di Afrika.
4. Penelitian Eksperimental
Juga dikenal sebagai eksperimen sejati, metode penelitian ini bergantung pada sebuah teori. Seperti namanya, penelitian eksperimental biasanya didasarkan pada satu atau beberapa teori. Teori ini belum pernah dibuktikan sebelumnya dan hanya berupa dugaan. Dalam penelitian eksperimental, analisis dilakukan untuk membuktikan atau menyangkal pernyataan tersebut. Metode penelitian ini digunakan dalam ilmu pengetahuan alam. Metode penelitian tradisional lebih efektif daripada teknik modern.
Ada beberapa teori dalam penelitian eksperimental. Teori adalah pernyataan yang dapat diverifikasi atau disangkal.
Setelah menetapkan pernyataan, upaya dilakukan untuk memahami apakah pernyataan itu valid atau tidak valid. Metode penelitian kuantitatif ini terutama digunakan dalam ilmu pengetahuan alam atau sosial karena berbagai pernyataan harus dibuktikan benar atau salah. Berikut beberapa pernyataan terkait:
- Metode penelitian tradisional lebih efektif daripada teknik modern.
- Jadwal pengajaran yang sistematis membantu anak-anak yang kesulitan dalam mengikuti kursus.
- Memiliki staf perawat yang bertanggung jawab untuk orang tua yang sakit merupakan suatu keuntungan.
- Metode penelitian tradisional lebih efektif daripada teknik modern.
- Jadwal pengajaran yang sistematis membantu anak-anak yang kesulitan mengikuti kursus.
- Memiliki staf perawat yang bertanggung jawab untuk orang tua yang sakit adalah suatu keuntungan.
B. Metodologi Pengumpulan Data
Langkah utama kedua dalam penelitian kuantitatif primer adalah pengumpulan data. Pengumpulan data dapat dibagi menjadi metode pengambilan sampel dan pengumpulan data menggunakan survei dan jajak pendapat.
1. Metode Pengambilan Sampel
Ada dua metode pengambilan sampel utama untuk penelitian kuantitatif: Pengambilan sampel probabilitas dan non-probabilitas.
Pengambilan sampel probabilitas
Teori probabilitas digunakan untuk menyaring individu dari suatu populasi dan membuat sampel dalam pengambilan sampel probabilitas. Peserta sampel dipilih melalui proses pemilihan acak. Setiap anggota audiens target memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih dalam sampel. Ada empat jenis utama pengambilan sampel probabilitas, di antaranya:
- Pengambilan sampel acak sederhana: Seperti yang ditunjukkan oleh namanya, pengambilan sampel acak sederhana tidak lain adalah pemilihan elemen secara acak untuk sampel. Teknik pengambilan sampel ini diterapkan ketika populasi target sangat besar.
- Pengambilan sampel acak bertingkat: Dalam metode pengambilan sampel acak bertingkat, populasi yang besar dibagi menjadi beberapa kelompok (strata), dan anggota sampel dipilih secara acak dari strata ini. Berbagai strata yang terpisah idealnya tidak saling tumpang tindih.
- Pengambilan sampel kelompok: Pengambilan sampel klaster adalah metode pengambilan sampel probabilitas yang menggunakan segmen utama dibagi menjadi beberapa klaster, biasanya menggunakan parameter segmentasi geografis dan segmentasi demografis.
- Pengambilan sampel sistematis: Pengambilan sampel sistematis adalah teknik di mana titik awal sampel dipilih secara acak, dan semua elemen lainnya dipilih dengan menggunakan interval yang tetap. Interval ini dihitung dengan membagi ukuran populasi dengan ukuran sampel target.
- Pengambilan sampel non-probabilitas: Pengambilan sampel non-probabilitas adalah di mana pengetahuan dan pengalaman peneliti digunakan untuk membuat sampel. Karena keterlibatan peneliti, tidak semua anggota populasi target memiliki probabilitas yang sama untuk dipilih menjadi bagian dari sampel.
Pengambilan Sampel Non-probilitas
Sampel non-probabilitas adalah metode pengumpulan data di mana setiap anggota populasi tidak memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai bagian dari sampel. Dalam pengambilan sampel non-probabilitas, peneliti menggunakan kriteria subjektif atau praktis tertentu untuk memilih responden yang dianggap sesuai dengan tujuan penelitian. Beberapa teknik pengambilan sampel non-probabilitas yang umum digunakan meliputi:
- Pengambilan sampel berdasarkan kenyamanan: Dalam pengambilan sampel berdasarkan kemudahan, elemen-elemen sampel dipilih hanya karena satu alasan utama: kedekatan mereka dengan peneliti. Sampel ini cepat dan mudah diterapkan karena tidak ada parameter pemilihan lain yang terlibat.
- Pengambilan sampel berurutan: Pengambilan sampel berurutan sangat mirip dengan pengambilan sampel berdasarkan kemudahan, kecuali fakta bahwa peneliti dapat memilih satu elemen atau sekelompok sampel dan melakukan penelitian secara berurutan selama periode yang signifikan dan kemudian melakukan proses yang sama dengan sampel lainnya.
- Pengambilan sampel kuota: Dengan menggunakan pengambilan sampel kuota, peneliti dapat memilih elemen dengan menggunakan pengetahuan mereka tentang sifat dan kepribadian target untuk membentuk strata. Anggota dari berbagai strata kemudian dapat dipilih untuk menjadi bagian dari sampel sesuai dengan pemahaman peneliti.
- Pengambilan sampel bola salju: Pengambilan sampel bola salju dilakukan dengan target audiens yang sulit dihubungi dan mendapatkan informasi. Metode ini populer digunakan dalam kasus-kasus di mana target audiens untuk penelitian analisis jarang dikumpulkan.
- Pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan: Judgmental sampling adalah metode pengambilan sampel non-probabilitas di mana sampel dibuat hanya berdasarkan pengalaman dan keahlian peneliti.
2. Survei & Jajak Pendapat
Setelah sampel ditentukan, maka survei atau jajak pendapat dapat didistribusikan untuk mengumpulkan data untuk penelitian kuantitatif. Jajak pendapat adalah metode untuk mengumpulkan umpan balik dengan menggunakan pertanyaan tertutup dari suatu sampel. Jenis jajak pendapat yang paling umum digunakan adalah jajak pendapat pemilihan umum dan jajak pendapat exit poll. Keduanya digunakan untuk mengumpulkan data dari jumlah sampel yang besar namun menggunakan jenis pertanyaan dasar seperti pertanyaan pilihan ganda. Berikut adalah beberapa pernyataan tentang survei atau jajak pendapat.
Menggunakan survei untuk penelitian kuantitatif primer
Survei didefinisikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data dari sekelompok responden yang telah ditentukan sebelumnya untuk mendapatkan informasi dan wawasan tentang berbagai topik yang menarik. Kemudahan distribusi survei dan banyaknya jumlah orang yang dapat dijangkau tergantung pada waktu dan tujuan penelitian membuatnya menjadi salah satu aspek terpenting dalam melakukan penelitian kuantitatif.
Tingkat pengukuran yang mendasar – skala nominal, ordinal, interval, dan rasio
Empat skala pengukuran sangat penting untuk membuat pertanyaan pilihan ganda dalam survei. Mereka adalah skala pengukuran nominal, ordinal, interval, dan rasio yang tanpa dasar-dasarnya tidak ada pertanyaan pilihan ganda yang dapat dibuat. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami tingkat pengukuran ini untuk mengembangkan survei yang kuat.
Penggunaan jenis pertanyaan yang berbeda
Untuk melakukan penelitian kuantitatif, pertanyaan tertutup harus digunakan dalam survei. Pertanyaan tersebut dapat berupa campuran dari beberapa jenis pertanyaan, termasuk pertanyaan pilihan ganda seperti pertanyaan skala diferensial semantik, pertanyaan skala penilaian, dll.
Distribusi Survei dan Pengumpulan Data Survei
Di atas, kita telah melihat proses pembuatan survei bersama dengan desain penelitian untuk melakukan penelitian kuantitatif primer. Distribusi survei untuk mengumpulkan data adalah aspek penting lainnya dari proses survei. Ada berbagai cara untuk mendistribusikan survei. Beberapa metode yang paling umum digunakan adalah:
- Email: Mengirim survei melalui email adalah metode distribusi survei yang paling banyak digunakan dan efektif. Tingkat respon metode ini tinggi karena responden mengetahui merek Anda.
- Analisis TURF: Analisis TURF, singkatan dari Totally Unduplicated Reach and Frequency Analysis, dijalankan dalam situasi di mana jangkauan sumber komunikasi yang menguntungkan harus dianalisis bersama dengan frekuensi komunikasi ini. Hal ini digunakan untuk memahami potensi pasar sasaran.
Metode statistik inferensial seperti interval kepercayaan, margin of error, dll. juga dapat digunakan untuk memberikan hasil.
3. Metode Sekunder
Penelitian kuantitatif sekunder atau penelitian kepustakaan adalah metode penelitian yang menggunakan data yang sudah ada atau data sekunder. Data yang sudah ada dirangkum dan disusun untuk meningkatkan efektivitas penelitian secara keseluruhan.
Metode penelitian ini melibatkan pengumpulan data kuantitatif dari sumber data yang sudah ada seperti internet, sumber daya pemerintah, perpustakaan, laporan penelitian, dll. Penelitian kuantitatif sekunder membantu memvalidasi data yang dikumpulkan dari penelitian kuantitatif primer dan membantu memperkuat atau membuktikan, atau menyangkal data yang telah dikumpulkan sebelumnya.
Berikut ini adalah lima metode penelitian kuantitatif sekunder yang populer digunakan:
- Data yang tersedia di internet: Dengan tingginya penetrasi internet dan perangkat seluler, semakin mudah untuk melakukan penelitian kuantitatif menggunakan internet. Informasi tentang sebagian besar topik penelitian tersedia secara online, dan hal ini membantu meningkatkan validitas data kuantitatif primer serta membuktikan relevansi data yang telah dikumpulkan sebelumnya.
- Sumber-sumber pemerintah dan non-pemerintah: Riset kuantitatif sekunder juga dapat dilakukan dengan bantuan sumber pemerintah dan non-pemerintah yang menangani laporan riset pasar. Data ini sangat andal dan mendalam sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan validitas desain penelitian kuantitatif.
- Perpustakaan umum: Sekarang metode yang jarang digunakan untuk melakukan penelitian kuantitatif, namun masih merupakan sumber informasi yang dapat diandalkan. Perpustakaan umum memiliki salinan penelitian penting yang telah dilakukan sebelumnya. Perpustakaan umum merupakan gudang informasi dan dokumen berharga yang dapat digunakan untuk menggali informasi.
- Institusi pendidikan: Institusi pendidikan melakukan penelitian mendalam tentang berbagai topik, dan karenanya, laporan yang mereka terbitkan merupakan sumber validasi yang penting dalam penelitian kuantitatif.
- Sumber informasi komersial: Koran lokal, jurnal, majalah, radio, dan stasiun TV adalah sumber yang bagus untuk mendapatkan data untuk penelitian kuantitatif sekunder. Sumber-sumber informasi komersial ini memiliki informasi mendalam dari tangan pertama mengenai perkembangan ekonomi, agenda politik, riset pasar, segmentasi demografis, dan subjek-subjek serupa.
C. Teknik Analisis Data
Aspek ketiga dari desain penelitian kuantitatif primer adalah analisis data. Setelah mengumpulkan data mentah, harus ada analisis terhadap data tersebut untuk mendapatkan kesimpulan statistik dari penelitian ini. Penting untuk menghubungkan hasil dengan tujuan penelitian dan menetapkan relevansi statistik dari hasil tersebut.
Ingatlah untuk mempertimbangkan aspek-aspek penelitian yang tidak dipertimbangkan dalam proses pengumpulan data dan laporkan perbedaan antara apa yang direncanakan dengan apa yang sebenarnya dilaksanakan.
Kemudian diperlukan untuk memilih metode analisis statistik yang tepat, seperti SWOT, Conjoint, Tabulasi silang, dll. untuk menganalisis data kuantitatif.
- Analisis SWOT: Analisis SWOT adalah singkatan dari singkatan dari analisis Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman. Organisasi menggunakan teknik analisis statistik ini untuk mengevaluasi kinerja mereka secara internal dan eksternal untuk mengembangkan strategi yang efektif untuk perbaikan.
- Analisis Gabungan (Conjoint Analysis): Analisis Gabungan adalah metode analisis pasar untuk mempelajari bagaimana individu membuat keputusan pembelian yang rumit. Trade-off terlibat dalam aktivitas harian individu, dan ini mencerminkan kemampuan mereka untuk memutuskan dari daftar pilihan produk/layanan yang kompleks.
- Tabulasi silang: Tabulasi silang adalah salah satu metode analisis pasar statistik awal yang menetapkan hubungan, pola, dan tren dalam berbagai parameter studi penelitian.
Kesimpulan
Dalam penelitian kuantitatif primer, pengambilan sampel non-probabilitas adalah salah satu metode yang digunakan untuk mengumpulkan data. Metode ini melibatkan pemilihan responden berdasarkan kriteria subjektif atau praktis tertentu yang dianggap sesuai dengan tujuan penelitian [Im/mj].

