Pengembangan Multimedia Pembelajaran Tari Surakarta

Anda bisa menyimak dan mengunduh abstrak judul skripsi di bagian bawah.

Abstrak

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Tari Surakarta Untuk Siswa Kelas Delapan SMP N 2 Gantiwarno

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia yang layak dalam pembelajaran Tari Surakarta dengan materi Tari Gambyong Pareanom untuk siswa kelas VIII SMP N 2 Gantiwarno Klaten. Jenis penelitian ini adalah R&D (Research and Development) atau penelitian dan pengembangan yang diadaptasi dari Borg & Gall. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMP N 2 Gantiwarno yang terdiri dari 30 orang siswa. Objek penelitian ini adalah multimedia berbasis macromedia flash dalam pembelajaran Tari Surakarta dengan materi Tari Gambyong Pareanom. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar pengamatan, panduan wawancara dan angket kelayakan multimedia. Data hasil dari penelitian ini dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia pembelajaran Tari Surakarta yang telah divalidasi oleh ahli materi dan ahli media serta dari uji lapangan dinyatakan layak. Validasi ahli media dilakukan sebanyak 2 tahap. Aspek yang dinilai adalah tampilan, pemrograman, dan pembelajaran. Validasi ahli media tahap pertama, diperoleh kriteria skor rata-rata cukup dan terdapat beberapa masukan untuk dijadikan acuan dalam merevisi produk. Validasi ahli media tahap kedua memperoleh hasil kriteria skor rata-rata baik dan tidak ada masukan untuk direvisi. Tiga aspek yang dinilai pada tahap validasi ahli materi yaitu materi, kesesuaian konsep dan pembelajaran. Validasi ahli materi hanya dilakukan satu tahap dengan penilaian kriteria skor rata-rata sangat baik dan tidak terdapat masukan untuk merevisi produk multimedia. Uji lapangan dilakukan tiga kali yakni uji coba lapangan awal, uji coba lapangan dan uji pelaksanaan. Uji coba lapangan awal melibatkan 4 orang siswa dari kelas VIII B. Hasil uji coba lapangan awal diperoleh skor 4,7 dengan kriteria sangat baik. Uji coba lapangan melibatkan 15 orang siswa kelas VIII B. Hasil uji coba lapangan diperoleh skor 4,6 dan dikategorikan sangat baik. Uji pelaksanaan lapangan melibatkan seluruh siswa kelas VIII A yang berjumlah 30 orang siswa. Hasil uji pelaksanaan lapangan diperoleh skor 4,5 dengan kriteria sangat baik. Kata Kunci: Pengembangan, Multimedia Pembelajaran, Tari Surakarta

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Kebudayaan yang memiliki nilai estetika tinggi diantaranya adalah seni pertunjukan. Seni pertunjukan merupakan aliran seni yang mengandung unsur gerak dan filosofi sehingga di dalam seni pertunjukan terdapat banyak makna yang dapat dihadirkan pada saat pementasan. Seni pertunjukan atau yang lebih dikenal dengan seni tari di Indonesia memiliki banyak faktor yang mempengaruhi, diantaranya faktor internal dan eksternal sementara itu faktor yang bersifat eksternal berupa pengaruh dari budaya luar mengingat Indonesia pernah dijajah oleh berbagai negara yang kemudian secara langsung maupun tidak memberikan dampak pada kebudayaan yang ada di Indonesia. Menurut Soedarsono (2002:2), khusus di negara-negara berkembang, perkembangan seni pertunjukan pada umumnya disebabkan oleh adanya pengaruh dari luar, yang oleh Alvin Boskoff disebutnya sebagai akibat pengaruh eksternal. Negara-negara yang memberikan dampak terhadap perkembangan seni pertunjukan di Indonesia diantaranya bangsa India, bangsa Arab, bangsa Cina dan bangsa Barat (Eropa). Keempat bangsa tersebut memberikan dampak yang cukup besar selain dari segi seni pertunjukan akan tetapi dari kebudayaan di masyarakat Indonesia secara keseluruhan, dapat dilihat dari segi agama terdapat enam macam agama yang juga menjadi akibat dari pengaruh dari keempat bangsa tersebut. Seni Tari Surakarta memiliki keunikan yang dapat digunakan oleh masyarakat sebagai perlambang peribadatan, penyambutan, kebaikan, keburukan dan lain sebagainya. Tarian yang dahulu sebagai hiburan bagi kaum bangsawan di 2 kerajaan sekarang menjadi sebuah seni yang bisa dinikmati oleh siapapun tanpa memandang derajat dan golongan masyarakat. Dewasa ini seni pertunjukan bahkan dijadikan sebuah pagelaran untuk menarik turis domestik maupun mancanegara sehingga dapat menambah ketertarikan turis untuk melihat dan mengagumi keindahan sebuah seni pertunjukan. Pulau Dewata Bali selain mempunyai keindahan pantai juga memiliki seni pertunjukan yang digunakan sebagai salah satu objek wisata yakni seni tari Barong dan Kecak. Pertunjukan tersebut selain dapat memperkenalkan kesenian yang ada di Bali juga dapat menambah penghasilan baik bagi pemerintah provinsi maupun pelaku kesenian tersebut. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta juga mempunyai sebuah tujuan wisata yang dikenal sebagai seni pertunjukan Sendratari Ramayana. Menurut Soedarsono (2002: 298-299), Sendratari Ramayana di panggung terbuka Prambanan hanya ditampilkan dalam empat episode yaitu: (1) Penculikan Sita; (2) Hanoman sebagai Utusan; (3) Gugurnya Kumbakarna; (4) Api Suci atau Pertemuan kembali Rama dan Sita. Seni pertunjukan di wilayah Klaten yang mengikuti gaya Tari Surakarta khususnya di SMP N 2 Gantiwarno pada saat ini kurang direspon positif oleh kalangan generasi muda khususnya para pelajar. Anak sekolah mulai mempelajari tentang seni pertunjukan berawal saat mereka menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pada saat mereka masih Sekolah Dasar (SD) belum diajarkan oleh guru mengenai seni pertunjukan. Hal ini menyebabkan saat mereka mulai memasuki Sekolah Menengah Pertama (SMP) maka mereka tampak 3 kesulitan untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar dalam mata pelajaran Seni dan Budaya. Berdasarkan hasil dari observasi pada tanggal 10 Januari 2015 di sekolah tersebut minat siswa dalam mengikuti mata pelajaran Seni dan Budaya cenderung kurang dan tidak antusias, terlihat dari konsentrasi siswa yang tidak berfokus pada materi yang sedang dijelaskan oleh guru. Seni pertunjukan dipelajari dalam sebuah mata pelajaran yang dinamakan Seni dan Budaya. Mata pelajaran ini menghadirkan pembelajaran mengenai beberapa kesenian yakni seni musik, seni rupa dan seni tari. Mata pelajaran Seni dan Budaya ini menjadikan peserta didik lebih menghormati dan menghargai sebuah karya yang dilahirkan oleh kebudayaan negeri sendiri. Akan tetapi disaat penulis melaksanakan observasi mengenai proses pembelajaran yang ada di SMP N 2 Gantiwarno belum memiliki sebuah media yang dapat digunakan oleh pendidik untuk memberikan pengetahuan kepada peserta didik tentang seni tari khususnya Tari Daerah Surakarta yang menjadi salah satu materi seni tari di kelas delapan. Dewasa ini generasi muda lebih disibukkan dengan adanya sebuah gadget dan hal itu menyebabkan perubahan arus berpikir yang berawal dari permainan teman sebaya menjadi permainan games yang ada dalam fitur gadget masingmasing. Hal tersebut dapat kita lihat dari banyaknya para orang tua yang sudah membekali putra putrinya dengan sebuah handphone/smartphone. Pada era seperti ini maka dalam pembelajaran harus bisa mengikuti arus dari perkembangan zaman yang ada. Oleh sebab itu peneliti memberikan pandangannya bahwa untuk 4 memberikan fasilitas berupa multimeda pada pembelajaran yang ada di SMP N 2 Gantiwarno maka peneliti mengembangkan multimedia yang dikembangkan melalui sebuah software berupa macromedia flash 8. Peneliti berharap dengan menggunakan multimedia tersebut dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik mengenai Seni Tari Daerah Surakarta serta dapat menjadikan peserta didik lebih mandiri dan dapat mewujudkan proses pendidikan yang menuntut keaktifan peserta didik. Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan peneliti dengan guru mata pelajaran seni dan budaya terdapat kekurangan dalam proses pembelajaran, kekurangan tersebut yakni belum adanya media yang variatif serta dapat dijadikan pendukung tercapainya tujuan dari pembelajaran seni dan budaya. Media yang digunakan baru sebatas tape recorder yang berfungsi untuk mendengarkan nada maupun irama dalam tarian namun belum mencakup keseluruhan dari proses pembelajaran karena pembelajaran seni tari tidak hanya sekedar mendengarkan nada akan tetapi juga melihat dan menirukan dari materi tarian tersebut. Metode pembelajaran guru yang digunakan berupa metode ceramah dan simulasi, akan tetapi karena kekurangan media yang dapat dijadikan guru dalam mendukung proses pembelajaran yang membantu siswa dalam belajar mandiri maka guru lebih menggunakan metode ceramah dalam menyampaikan materi dalam pembelajaran Seni dan Budaya. Minat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran mata pelajaran seni dan budaya masih kurang. Hal tersebut dapat dilihat pada saat peneliti melakukan observasi dan wawancara dengan guru mapel yang bersangkutan bahwa siswa 5 yang merespon adanya materi seni tari hanyalah siswa yang berbakat dan tertarik dengan seni tari. Siswa yang tertarik pada seni tari didominasi oleh siswa perempuan. Guru bahkan sudah memberikan motivasi agar siswa dapat mengikuti dan aktif pada materi seni tari akan tetapi siswa tetap tidak merespon pada materi tersebut. Minat siswa yang kurang pada materi seni tari mengakibatkan hasil belajar mereka yang dilihat dari nilai akhir memiliki nilai yang rendah. Menurut penuturan guru, nilai mata pelajaran seni dan budaya rendah karena siswa memiliki minat yang rendah pada materi seni tari. Guru mengatakan bahwa meskipun nilai mata pelajaran seni dan budaya rendah akan tetapi guru tidak mungkin memberikan nilai murni pada lembar raport siswa, jadi guru harus memberikan nilai minimal sesuai dengan batas KKM di sekolah tersebut yaitu 75. Berdasarkan uraian di atas maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tentang pembelajaran yang menggunakan multimedia macromedia flash 8 pada mata pelajaran seni dan budaya yang ada di kelas delapan SMP N 2 Gantiwarno, dengan judul “Pengembangan Multimedia Pembelajaran Tari Surakarta Untuk Siswa Kelas Delapan SMP N 2 Gantiwarno”. Peneliti berharap dengan adanya media tersebut akan dapat tercapai tujuan pembelajaran sesuai yang telah dirumuskan. Multimedia macromedia flash 8 dapat digunakan memproduksi media yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dari sebuah proses pembelajaran. Produk yang dihasilkan bukan hanya sebagai materi yang hanya bisa dilihat dan dipelajari saja akan tetapi terdapat bagian yang berupa pertanyaan sehingga membuat siswa dapat menggunakan media ini secara mandiri 6 untuk menggali sebuah kebutuhan materi mengenai mata pelajaran seni dan budaya khususnya pada materi tentang Tari Surakarta. Selain itu produk yang dihasilkan memiliki beberapa karakter untuk menarik perhatian siswa untuk belajar dan dapat meningkatkan kemandirian siswa dalam membentuk sebuah struktur kognitifnya. Materi yang disampaikan dalam media ini terdapat bentuk teks, gambar, maupun video sehingga dapat memberikan kemudahan siswa untuk memahami materi yang disampaikan melalui media ini. B. Identifikasi Masalah Dari uraian latar belakang di atas maka dapat diidentifikasikan beberapa masalah dalam penelitian ini, antara lain: 1. Minat siswa dalam mempelajari mata pelajaran Seni dan Budaya masih kurang. 2. Media yang digunakan oleh guru masih konvensional yakni tape recorder sehingga sulit dipahami. 3. Nilai mata pelajaran Seni dan Budaya masih rendah. 4. Belum dikembangkannya multimedia pada mata pelajaran Seni dan Budaya di SMP N 2 Gantiwarno. C. Batasan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah di atas serta terdapat keterbatasan teori yang ada, maka masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini dibatasi pada belum dikembangkannya multimedia untuk membantu siswa SMP kelas VIII dalam memahami mata pelajaran Seni dan Budaya khususnya materi Tari Surakarta di SMP N 2 Gantiwarno 7 D. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian identifikasi dan batasan masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: “Bagaimana menghasilkan multimedia yang layak pada pembelajaran Tari Surakarta untuk siswa kelas delapan SMP N 2 Gantiwarno?” E. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini untuk menghasilkan multimedia pembelajaran Tari Surakarta yang layak untuk siswa kelas delapan SMP N 2 Gantiwarno. F. Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah: 1. Manfaat Teoritis Manfaat teoritis dari penelitian ini adalah dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga memberikan inovasi kedalam proses pembelajaran Seni dan Budaya pada siswa kelas VIII SMP N 2 Gantiwarno. 2. Manfaat Praktis Manfaat praktis ini mencakup tiga aspek yakni: a. Bagi Siswa Multimedia yang dikembangkan dapat memberikan dorongan motivasi kepada siswa untuk belajar Seni dan Budaya secara mandiri dan memfasilitasi siswa SMP kelas VIII dalam mempelajari pokok bahasan Tari Surakarta. 8 b. Bagi Guru Penelitian ini dapat mempermudah guru dalam proses pembelajaran yang ada di kelas, yaitu dengan memberikan fasilitas berupa multimedia macromedia flash 8 sehingga proses pembelajaran dengan adanya multimedia tersebut dapat lebih menarik dan bermakna bagi siswa. c. Bagi Sekolah Sekolah dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai acuan untuk mengambil kebijakan dalam melaksanakan proses pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran seni dan budaya. G. Spesifikasi Produk Adapun spesifikasi produk yang dikembangkan dalam multimedia ini adalah berfokus pada pengembangan multimedia berbasis Macromedia flash 8 yang dikemas dengan menggunakan Compact Disk (CD) pembelajaran interaktif yang berisi materi tentang Tari Gambyong Pareanom untuk siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bagian-bagian dalam multimedia pembelajaran interaktif ini meliputi: 1. Intro (pembuka) tampilan awal pada multimedia pembelajaran interaktif. 2. Petunjuk (berisi petunjuk-petunjuk penggunaan multimedia pembelajaran). 3. Kompetensi (berisikan standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator materi tari gambyong pareanom). 9 4. Isi (materi tari gambyong) yang menampilkan materi-materi tentang karakteristik, ciri-ciri dan video tari gambyong pareanom. 5. Latian soal, terdapat 10 jenis latian soal dan feedback yang berupa nilai yang dihasilkan setelah siswa mengerjakan soal. 6. Penutup (ucapan terimakasih), berisi ucapan terimakasih kepada semua aspek yang telah mendukung terciptanya multimedia ini. 7. Produk multimedia pembelajaran interaktif akan dikembangkan menggunakan program aplikasi macromedia flash 8. Spesifikasi komputer yang digunakan untuk dapat menjalankan aplikasi multimedia pembelajaran interaktif dengan baik adalah sebagai berikut: a. Komputer dengan OS Windows XP/7/8/Linux. b. Komputer dilengkapi program flash player atau sejenisnya. c. Minimum Processor Intel Pentium III 450 Megahertz. d. CD-ROM (Compact Disc Read-Only Memory) Drive 52 x Speed. e. RAM (Random Acces Memory) minimum 128 megabyte. f. VGA (Video Graphics Array) 32 megabyte. g. Speaker aktif (suara). h. Resolusi Monitor 1366 x 768 pixel dengan kedalaman warna 32 bit 10

Anda bisa mengunduh Pengembangan Multimedia Pembelajaran Tari Surakarta Untuk Siswa Kelas Delapan SMP N 2 Gantiwarno atau memesan jasa skripsi serupa di skripsiyuk.com.