Pengembangan Alat Permainan Edukatif Jenga Kartu Pintar

Anda bisa menyimak dan mengunduh abstrak judul skripsi di bagian bawah.

Abstrak

Pengembangan Alat Permainan Edukatif Jenga Kartu Pintar (Jeng Katar) Untuk Tema “Organ Tubuh Manusia Dan Hewan” Kelas V SD

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan APE Jenga Kartu Pintar (Jeng Katar) untuk Tema “Organ Tubuh Manusia dan Hewan” Kelas V SD yang baik untuk digunakan. Penelitian ini dilatarbelakangi karena belum tersedia APE unuk tema “Organ Tubuh Manusia dan Hewan “ kelas V yang baik digunakan. APE Jeng Katar dikembangkan dengan mengadaptasi dan memodifikasi langkah penelitian R&D yang dikemukakan oleh Borg & Gall. Prosedur penelitian meliputi pencarian data awal, perencanaan, pengembangan rancangan produk, uji coba produk awal, revisi produk awal, uji coba produk lapangan utama, revisi produk uji coba lapangan utama, uji coba produk lapangan operasional, dan revisi akhir produk. Produk awal dinilai dan divalidasi oleh ahli materi dan ahli media. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD N Wonosobo dimana siswa akan mencoba APE sebanyak tiga tahap, yaitu: ujicoba produk lapangan awal, ujicoba produk lapangan utama, dan ujicoba produk lapangan oprasional. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan angket. Analisis data berupa deskriptif kuantitatif. Penelitian pengembangan ini telah menghasilkan produk alat permainan edukatif Jeng Katar dengan menggunakan sembilan tahap penelitian R&D menurut Borg & Gall. Pada validasi ahli media, APE Jeng Katar mendapatkan hasil penilaian “Sangat Baik” dan pada validasi ahli media, APE Jeng Katar mendapakan hasil penilaian “Sangat Baik”. Telah dilakukan uji coba produk awal dengan melibatkan 3 orang siswa kelas V SD dengan hasil respon “Baik”. Selanjutnya, telah dilakukan uji coba produk lapangan utama melibatkan 9 orang siswa kelas V SD dengan hasil respon “Baik”. Telah dilakukan uji coba produk lapangan operasional melibatkan 20 orang siswa kelas V SD dengan hasil “Baik” dan hasil akhir produk dalam penelitian menunjukkan bahwa APE Jeng Katar “Baik” digunakan dalam proses pembelajaran tema “Organ Tubuh Manusia dan Hewan”. Kata Kunci: alat permainan edukatif, jenga kartu pintar, sekolah dasar, organ tubuh manusia, organ tubuh hewan.

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Belajar merupakan suatu kegiatan yang dilakukan manusia selama masa hidupnya. Dengan belajar manusia dapat memanusiakan manusia. Belajar menurut Arif S. Sadiman (1986:2) adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup. Tanda bahwa seorang belajar adalah dengan adanya perubahan tingkah laku yang bersifat pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik), serta nilai dan sikap (afektif). Perubahan tersebut terjadi karena interaksi individu dengan lingkungannya, bukan karena perubahan fisik atau kedewasaan. Azhar Arsyad (2002:15) mengemukakan bahwa ada dua faktor penting yang mempengaruhi pembelajaran yaitu media dan metode pembelajaran yang digunakan. Media pembelajaran dapat membantu siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan efektif dan efisien. Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2007:3) mengemukakan bahwa media pembelajaran dapat meningkatkan proses dan hasil belajar siswa. Dengan menggunakan media, pendidik dapat menarik minat dan perhatian siswa, serta memberikan keseragaman pengamatan dan pemahaman terhadap materi pelajaran. Untuk memaksimalkan fungsi media sebagai sarana mentransfer pengetahuan, pemilihan media pun penting untuk dilakukan. Beragamnya media pembelajaran mengharuskan pendidik untuk lebih cermat memilih media yang sesuai dengan Kompetensi Dasar, karakteristik siswa, dan kemampuan 2 pendidik dalam menggunakannya. Media yang tepat akan membuat informasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik, begitu juga sebaliknya. Perubahan KTSP 2006 menjadi Kurikulum 2013 berimplikasi terhadap implementasi pembelajaran di kelas. KD-KD pada Kurikulum 2013 untuk jenjang Sekolah Dasar diikat oleh tema sehingga yang ada bukan buku per mata pelajaran, melainkan buku per tema. Adapun pada KTSP 2006, KD-KD setiap pelajaran disajikan dalam bentuk buku mata pelajaran tersendiri. Perubahan penyajian materi menjadi per tema tersebut menuntut pendidik untuk aktif berinovasi, baik dalam hal memodifikasi metode maupun menciptakan media-media pembelajaran yang baru. Akan tetapi, dalam implementasinya penyampaian materi tidak diimbangi dengan media yang memadai sehingga implementasi Kurikulum 2013 belum berjalan dengan maksimal. Berdasarkan hasil observasi pada pencarian data awal, peneliti menemukan berbagai masalah dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 di SD Negeri 5 Wonosobo. Dalam observasi tersebut ditemukan bahwa penyampaian materi masih terbatas pada modul dan buku yang disediakan oleh pemerintah, dalam proses pembelajaran siswa cenderung kurang memperhatikan. Pendidik yang seharusnya menjadi fasilitator justru mendominasi pembelajaran dengan metode ceramah. Media yang tersedia juga masih terbatas media peraga yang kurang menarik perhatian siswa. Salah satu kendala yang dialami pendidik yaitu pada penyampaian tema “Organ Tubuh Manusia dan Hewan”. Selain berisi materi pernapasan 3 manusia dan hewan (IPA), tema ini juga membahas mengenai bahaya merokok (PJOK), menyampaikan teks penjelasan tentang organ tubuh serta sistem pernapasan secara mandiri (bahasa Indonesia), dan merawat hewan peliharaan (SBdP). Guru mengungkapkan bahwa dibutuhkan waktu yang cukup lama agar siswa mampu memahami materi tersebut. Hal tersebut karena karakteristik materi “Organ Tubuh Manusia dan Hewan” yang berisi pengetahuan faktual yang membutuhkan ingatan serta keuletan siswa dalam mempelajarinya. Dalam hal ini, pendidik membutuhkan alat permainan edukatif yang dapat merangsang daya ingat serta mampu meningkatkan minat siswa dalam belajar. Selain itu, pendidik juga mengungkapkan bahwa masih kesulitan dalam memmililih media yang benar-benar dapat mendukung keterlangsungan implementasi Kurikulum 2013. Tidak tersedianya media pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi belajar siswa membuat tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai dengan maksimal. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan media untuk mengatasi masalah tersebut. Pengembangan bisa berupa pengembangan multimedia pembelajaran maupun media lainnya. Akan tetapi, penggunaan multimedia pembelajaran di SD Negeri 5 Wonosobo kurang efekif karena keterbatasan perangkat komputer dan alat pendukung seperti projektor yang tidak tersedia di setiap kelas. Oleh karena itu, peneliti lebih memfokuskan pada pengembangan alat permainan edukatif. Dengan adanya alat permainan edukatif, siswa dirangsang untuk bermain dan belajar sehingga tercipta proses pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Mayke S. Tedjasputra (2001: 4 xvii) mengemukakan bahwa bermain adalah aktivitas yang menyenangkan dan merupakan kebutuhan yang sudah melekat dalam diri setiap siswa. Pembelajaran yang dimodifikasi dengan kegiatan bermain dapat membuat siswa belajar dengan baik. Hal tersebut terjadi karena siswa merasa nyaman dalam melakukan aktivitas di kelas sehingga tidak ada unsur paksaan dalam mengikuti keseluruhan proses pembelajaran. Untuk menunjang pembelajaran pada tema “Organ Tubuh Manusia dan Hewan”, pengembangan media yang dilakukan peneliti berupa alat permainan edukatif Jeng Katar. Alat permainan edukatif Jeng Katar adalah alat permainan yang mengadopsi atururan permainan jenga. Jenga merupakan sebuah permainan keahlian dalam mengambil balok dari susunan kemudian meletakkan kembali balok tersebut ke atas susunan. Pemilihan alat permainan edukatif Jeng Katar didasarkan pada pertimbangan bahwa siswa kelas V SD masih berada pada tataran usia bermain. Pada masa tersebut, siswa cenderung lebih tertarik pada pembelajaran yang dimodifikasi dengan permainan daripada pembelajaran yang berpusat pada guru. Hal tersebut dikarenakan siswa tidak hanya menjadi objek pasif yang dijejali materi oleh guru, tetapi juga menjadi subjek yang secara langsung ikut terlibat secara aktif dalam keseluruhan kegiatan pembelajaran. Selain itu, pemanfaatan jenga sebagai media permainan masih sangat jarang digunakan dibandingkan dengan permainan lainnya (misal: permainan ular tangga dan monopoli). Oleh karena itu, dengan mengembangkan media jenga, peneliti berusaha mengajukan media permainan yang unik dan menyenangkan. 5 Untuk memberikan unsur pembelajaran, peneliti memodifikasi jenga dengan menambahkan dua jenis kartu, yaitu kartu pengetahuan dan kartu pertanyaan seputar materi pelajaran. Penambahan kartu tersebut bertujuan untuk memudahkan siswa dalam mempelajari materi dan merangsang daya ingat siswa. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya memenuhi unsur “menyenangkan” tetapi juga “membelajarkan” sehingga pendidik dapat mendorong motivasi belajar siswa untuk belajar dengan cara bermain. Alat permainan edukatif ini nantinya akan menjadi pendamping modul yang diharapkan mampu mendukung implementasi Kurikulum 2013. Berdasarkan uraian di atas, peneliti merumuskan penelitian ini dengan judul “Pengembangan Alat Permainan Edukatif Jeng Katar untuk Tema “Organ Tubuh Manusia dan Hewan” Kelas V SD”. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, masalah yang teridentikasi adalah sebagai berikut. 1. Masih terbatasnya media pembelajaran yang mendukung pembelajaran di kelas. 2. Masih kurangnya keterlibatan siswa dan dominannya pendidik dalam pembelajaran kelas V SD Negeri 5 Wonosobo. 3. Rendahnya motivasi belajar siswa V SD Negeri 5 Wonosobo membuat tingkat pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran rendah. 6 4. Adanya kendala yang dialami guru dalam pembelajaran tema “Organ Tubuh Manusia dan Hewan”. 5. Belum tersedianya alat permainan edukatif yang baik untuk digunakan dalam proses pembelajaran tema “Organ Tubuh Manusia dan Hewan”. C. Batasan Masalah Mengingat permasalahan yang teridentifikasi sangat luas, tidak semua permasalahan akan diteliti. Masalah akan difokuskan pada pengembangan alat permainan edukatif Jeng Katar untuk tema “Organ Tubuh Manusia dan Hewan” kelas V SD. D. Rumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah produk alat permainan edukatif Jeng Katar yang baik digunakan untuk pembelajaran SD kelas V pada tema “Organ tubuh Manusia dan Hewan”. E. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan alat permainan edukatif Jeng Katar yang baik digunakan sebagai media pembelajaran pada tema “Organ tubuh Manusia dan Hewan” kelas V SD. 7 F. Manfaat Penelitian Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian, manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut 1. Bagi peserta didik a. Membantu siswa dalam meningkatkan pemahaman terhadap tema “Organ Tubuh Manusia dan Hewan”. b. Mampu memberikan media baru yang dapat menarik minat siswa untuk belajar dan bermain. 2. Bagi pendidik Hasil penelitian ini diharapkan mampu mengatasi masalah yang dialami oleh pendidik dalam proses pembelajaran sehingga kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan. 3. Bagi sekolah Hasil penelitian ini bermanfaat untuk mengenalkan media baru yang dapat dimanfaatkan oleh sekolah untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. G. Spesifikasi Produk 1. Spesifikasi secara fisik Alat permainan edukatif Jeng Katar adalah alat permainan yang terdiri dari jenga dan kartu pintar. Selan itu, alat permainan ini juga dilengkapi dengan matching games. Berikut deskripsi secara fisik bagian-bagian alat permainan edukatif Jeng Katar. 8 a. Jenga berukuran panjang 7,5 cm, lebar 2,5 cm, dan tinggi 1,5 cm yang berjumlah 48 buah. Balok-balok jenga diwarnai dengan tiga warna yang berbeda, yaitu merah, kuning, dan biru. Masing-masing warna mewakili 16 buah balok jenga. Jenga merupakan alat permainan yang berfungsi untuk menentukan jenis warna kartu yang harus diambil siswa dalam permainan Jeng Katar sesuai dengan warna balok yang telah diambil terlebih dahulu. b. Kotak kartu pintar yang berisi kartu pengetahuan dan kartu pertanyaan berukuran 12 cm x 8 cm yang didesain dengan tiga warna, yaitu merah, kuning, dan biru. c. Matching games sebagai variasi permainan di dalam alat permainan edukatif Jeng Katar yang 20 cm x 13 cm. d. Buku petunjuk penggunaan alat permainan edukatif Jeng Katar yang dicetak dengan kertas ivory 260 dan 30 cm x 21 cm. 2. Spesifikasi secara substansi Alat permainan edukatif Jeng Katar memuat materi pada tema “Organ Tubuh Manusia dan Hewan” untuk kelas V SD yang disesuaikan dengan KI, KD, dan Indikator yang tercantum pada Standar Isi Kurikulum 2013. 9 H. Pentingnya Pengembangan Pentingnya pengembangan dalam penelitian alat permainan edukatif Jeng Katar adalah sebagai berikut. 1. Mengembangkan media yang baru guna mendukung keberlangsungan proses pembelajaran. 2. Dapat meningkatkan hasil belajar serta motivasi belajar siswa SD kelas V. 3. Mengenalkan media yang masih jarang digunakan kepada semua lapisan yang berhubungan dengan pembelajaran. 4. Membuat media yang menarik dan disenangi oleh siswa sehingga mereka dapat belajar dengan suasana yang menyenangkan. 5. Membantu memberikan solusi terhadap masalah pembelajaran yang dialami oleh pendidik, khususnya dalam tema “Organ Tubuh Manusia dan Hewan”. I. Definisi Operasional 1. Jenga Jenga adalah sebuah alat permainan yang terbuat dari bahan kayu yang terdiri dari 18 tingkat. Setiap tingkat terdiri atas 3 balok yang disusun sedemikian rupa. Langkah permainannya hanya dilakukan dengan cara mengambil sebuah balok pada salah satu susunan dan meletakkannya kembali pada susunan balok yang paling atas tanpa membuat susunan balok tersebut roboh. 10 2. Alat permainan edukatif Jeng Katar Alat permainan edukatif Jeng Katar adalah sebuah alat permainan yang terbuat dari bahan kayu yang terdiri dari 18 tingkat. Setiap tingkat terdiri atas 3 balok yang disusun sedemikian rupa. Prinsip bermain dalam alat permainan edukatif Jeng Katar sama dengan permainan jenga, yaitu dengan cara mengambil balok tanpa merubuhkan susunan. Permainan ini dilengkapi dengan dua jenis kartu, yaitu kartu pertanyaan dan kartu pengetahuan. Kartu-kartu tersebut didesain dengan warna yang berbeda sesuai dengan tema yang dijabarkan, yaitu warna biru untuk tema “pernapasan hewan”, warna kuning untuk tema “pernapasan manusia”, dan warna merah untuk tema “kesehatan”. Selain itu, balok-balok jenga juga didesain dengan warna yang sama dengan kartu. 3. Tema Organ Manusia dan Hewan Tema Organ Manusia dan hewan adalah salah satu tema yang teradapat di dalam pembelajaran tematik kelas V SD. Dalam tema ini terdapat beberapa mata pelajaran yang terkait dengan tema tersebut seperti IPA, IPS, PJOK, Matematika, PPKn, dan SBdP.

Anda bisa mengunduh Pengembangan Alat Permainan Edukatif Jenga Kartu Pintar (Jeng Katar) Untuk Tema “Organ Tubuh Manusia Dan Hewan” Kelas V SD atau memesan jasa skripsi serupa di skripsiyuk.com.

Open chat
Konsultasi SkripsiYukiD!