Penelitian Korelasional : Pengertian dan Ciri-ciri

Penelitian korelasional bertujuan untuk meneliti suatu fenomena yang terjadi dalam berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan lain-lain. Fenomena ini diteliti untuk mengidentifikasi keterkaitan atau hubungan antara satu hal dengan hal lainnya. Metode penelitian yang digunakan untuk mengkaji hubungan tersebut adalah penelitian korelasional.

Penelitian korelasional merupakan jenis riset yang fokus pada penentuan ada tidaknya hubungan serta seberapa kuat hubungan antara dua variabel atau lebih. Melalui penelitian ini, peneliti dapat mengetahui apakah perubahan pada satu variabel diikuti oleh perubahan pada variabel lain, tanpa berusaha menentukan sebab-akibat dari hubungan tersebut.

Dalam pembahasan ini, kita akan mengulas lebih dalam mengenai penelitian korelasional, mulai dari pengertian dasarnya, berbagai macam metode yang digunakan, ciri-ciri khasnya, hingga contoh-contoh penerapannya dalam kehidupan nyata. Dengan mempelajari penelitian korelasional, kita akan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai bagaimana variabel-variabel dalam fenomena tertentu saling berhubungan. Simak terus pembahasannya hingga selesai untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif mengenai jenis riset ini.

Baca juga : Penelitian Tindakan Kelas Pengertian dan Manfaat

Pengertian Penelitian Korelasional menurut Para Ahli

Sebelum mempelajari lebih lanjut mengenai penelitian korelasional, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu pendapat dari beberapa ahli mengenai jenis riset ini.

  • Fraenkel dan Wallen

Menurut Fraenkel dan Wallen, penelitian korelasional adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel-variabel tanpa ada upaya untuk mempengaruhi variabel-variabel tersebut. Dalam penelitian ini, data yang diperoleh valid karena tidak ada manipulasi variabel, yang berarti hasilnya mencerminkan keadaan yang sebenarnya.

  • Gay

Gay menyatakan bahwa penelitian korelasional termasuk dalam kategori ex post facto, karena variabel-variabelnya tidak dimanipulasi oleh peneliti. Penelitian ini langsung mencari hubungan antar variabel yang ada, sehingga peneliti hanya mengobservasi dan menganalisis data yang telah ada tanpa melakukan intervensi.

  • Emzir

Emzir berpendapat bahwa penelitian korelasional adalah penelitian yang berusaha menafsirkan hubungan antara variabel-variabel. Penelitian korelasional umumnya digunakan dalam bidang sosial, ekonomi, dan pendidikan, di mana pemahaman tentang hubungan antarvariabel dapat memberikan wawasan penting untuk berbagai kebijakan dan intervensi.

  • Winarsunu

Winarsunu menjelaskan bahwa teknik statistik yang digunakan untuk mencari hubungan atau korelasi antara dua variabel atau lebih disebut dengan teknik korelasi. Dalam konteks ini, dua variabel yang diteliti hubungannya disebut dengan variabel bebas (variabel X) dan variabel terikat (variabel Y).

  • Suryabrata

Menurut Suryabrata, penelitian korelasional adalah penelitian yang bertujuan untuk mendeteksi kaitan antara variasi-variasi yang ada di dalam satu variabel dengan variasi-variasi yang berasal dari variabel lainnya. Kaitan ini didasarkan pada koefisien korelasi yang menunjukkan sejauh mana hubungan tersebut terjadi.

Berdasarkan pendapat-pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa penelitian korelasional adalah jenis penelitian kuantitatif yang berusaha mencari dan menginterpretasikan hubungan antara dua variabel atau lebih. Penelitian ini tidak hanya fokus pada identifikasi keberadaan hubungan tersebut, tetapi juga pada kekuatan dan arah hubungan. Dengan menggunakan koefisien korelasi, peneliti dapat memahami bagaimana variasi dalam satu variabel berkaitan dengan variasi dalam variabel lainnya. Jenis riset ini sangat bermanfaat dalam berbagai bidang, termasuk sosial, ekonomi, dan pendidikan, untuk memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai dinamika hubungan antar variabel.

Tujuan Penelitian Korelasional

Setelah mempelajari pengertian dari jenis riset di atas, pada bab ini kita akan membahas mengenai tujuan penelitian korelasional.

Penelitian korelasional memiliki tujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel-variabel tertentu, menentukan apakah terdapat perubahan pada suatu variabel, serta mengevaluasi apakah variabel tersebut mempengaruhi variabel lainnya. Contohnya, penelitian ini dapat digunakan untuk mengukur kaitan antara kecerdasan dengan usia, kreativitas dengan motivasi, dan berbagai hubungan lainnya yang relevan dalam konteks sosial, ekonomi, pendidikan, dan bidang lainnya.

Penelitian korelasional ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif yang dapat mengungkapkan hubungan antarvariabel secara statistik. Dalam penelitian korelasional, data yang diperoleh dianalisis untuk menentukan apakah ada hubungan antara variabel-variabel yang sedang diteliti, seberapa kuat hubungan tersebut, dan apakah hubungan tersebut bersifat positif atau negatif. Hal ini berbeda dengan penelitian eksperimen yang mengandalkan hipotesis dan metodologi ilmiah yang ketat, di mana variabel-variabel dimanipulasi untuk menentukan hubungan sebab-akibat. Penelitian korelasional lebih bersifat observasional, tanpa adanya manipulasi variabel oleh peneliti.

Contoh sederhana dari penelitian korelasional adalah mengungkapkan hubungan statistik antara pendapatan seseorang dengan kemungkinan kepindahan tempat tinggal. Hasil penelitian mungkin menunjukkan bahwa semakin tinggi pendapatan seseorang, semakin besar kemungkinan orang tersebut untuk pindah ke tempat yang baru. Ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara pendapatan dan mobilitas tempat tinggal. Hubungan ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana faktor ekonomi dapat mempengaruhi keputusan individu dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, tujuan utama dari penelitian korelasional adalah untuk menemukan dan memahami hubungan antar variabel, yang pada gilirannya dapat memberikan wawasan berharga untuk aplikasi praktis dan pengembangan teori ilmiah. Penelitian ini membantu mengidentifikasi pola-pola yang mungkin tidak terlihat secara langsung, memberikan dasar yang kuat untuk penelitian lebih lanjut, dan mendukung pengambilan keputusan yang didasarkan pada data yang dapat diandalkan.

Ciri Penelitian Korelasional

Penelitian korelasional memiliki ciri-ciri yang bisa dipahami seperti berikut.

  • Penelitian ini cocok untuk diterapkan pada variabel-variabel yang sulit diteliti dengan menggunakan eksperimen
  • Penelitian ini dapat menunjukkan tingkat tinggi rendahnya suatu hubungan antar variabel
  • Penelitian ini dapat memungkinan seorang peneliti untuk menguji beberapa variabel berbeda dalam penelitian dengan waktu yang sama
  • Penelitian ini berguna untuk meramalkan atau memprediksi suatu variabel berdasarkan variabel bebasnya.

Penelitian korelasi selain memiliki ciri-ciri di atas, menurut Sukardi (2004) dikutip dari bintangkecilungu.wordpress.com, ada tiga karakteristik pada penelitian korelasional.

  • Penelitian korelasi tepat jika digunakan pada variabel yang kompleks, sehingga peneliti tidak bisa memanipulasi dan mengontrol variabel seperti penelitian eksperimen.
  • Penelitian korelasi memungkinkan variabel agar dapat diukur secara intensif dalam lingkungan sebenarnya
  • Penelitian korelasi memungkinkan peneliti mendapatkan derajat asosiasi yang signifikan.

Kelebihan dan Keterbatasan Penelitian Korelasional

Penelitian korelasional memiliki sejumlah kelebihan yang menjadikannya metode yang berguna dalam penelitian ilmiah, namun juga memiliki keterbatasan yang perlu diperhatikan.

Kelebihan

  • Fleksibilitas: Penelitian korelasional dapat diterapkan pada berbagai jenis variabel dan digunakan dalam berbagai bidang ilmu.
  • Efisiensi Waktu dan Biaya: Karena tidak memerlukan manipulasi variabel, penelitian korelasional seringkali lebih cepat dan lebih murah dibandingkan dengan penelitian eksperimental.
  • Pemahaman Hubungan: Membantu peneliti memahami dan menjelaskan hubungan antara variabel-variabel yang berbeda, yang dapat menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut.

Keterbatasan

  • Tidak Menunjukkan Kausalitas: Korelasi tidak membuktikan kausalitas, sehingga sulit untuk menentukan apakah satu variabel menyebabkan perubahan pada variabel lainnya.
  • Kemungkinan Faktor Pengganggu: Variabel ketiga yang tidak diukur dapat mempengaruhi hasil, yang disebut sebagai variabel pengganggu atau confounding variable.
  • Interpretasi Yang Terbatas: Hasil korelasional hanya menunjukkan hubungan statistik tanpa memberikan penjelasan mendalam tentang mengapa hubungan tersebut terjadi.
Baca juga: Revisi Skripsi Setelah Sidang? Cari Tahu Semuanya Di Sini!

Kesimpulan

Penelitian korelasional merupakan metode yang penting dalam berbagai bidang ilmu untuk mengeksplorasi dan memahami hubungan antara variabel-variabel yang berbeda. Meskipun tidak dapat membuktikan kausalitas, metode ini memberikan wawasan berharga tentang kekuatan dan arah hubungan antara variabel-variabel tersebut. Dengan memahami pengertian dan ciri-ciri penelitian korelasional, peneliti dapat lebih efektif menggunakan metode ini untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian yang relevan dalam bidang mereka. Namun, penting bagi peneliti untuk memperhatikan keterbatasan metode ini dan mempertimbangkan pendekatan penelitian lain jika diperlukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif.

Bagi Anda yang memiliki kesulitan dalam mengerjakan skripsi dan membutuhkan jasa bimbingan skripsi dapat menghubungi Admin SkripsiYuk dan dapatkan layanan terbaik dari kami.