Model Pengaruh Sosial Yang Menjelaskan Integrasi Mahasiswa Minoritas Dalam Masyarakat Ilmiah

Abstrak

Setelah reformasi tahun 1998, terjadi perubahan signifikan dalam sistem sosial politik di Indonesia, terutama dalam  kehidupan berdemokrasi. Salah satunya adalah pengakuan secara formal atas etnis Tionghoa. Namun konflik kekerasan yang mengatasnamakan agama dan etnis juga banyak terjadi yang dapat mengancam multikulturalisme di Indonesia. Fenomena tersebut menunjukkan pentingnya peran identitas sosial dalam hipotesis multikulturalisme yang menyatakan adanya kepercayaan diri sebagai bagian in-group dan bersedia menerima out-group. Penelitian ini menguji model teoretik yang memprediksi dukungan terhadap multikulturalisme, yakni identitas etnis, agama dan nasional yang berfungsi sebagai variabel eksogenus. Lima ratus dua puluh partisipan berasal dari 27 identitas etnis (termasuk etnis campuran), lima identitas agama dan sembilan universitas dari tiga kota di Indonesia. Secara general, hasil penelitian mendukung model teoretik yang diajukan. Tetapi, pengujian antar variabel eksogen dan endogen menunjukkan bahwa hanya identitas agama yang mendukung hipótesis multikulturalisme. Identitas nasional hanya mendukung kepercayaan diri in-group, tetapi tidak terhadap penerimaan out-group. Sebaliknya identitas etnis mendukung penerimaan out-group namun tidak terhadap kepercayaan diri in-group. Secara teoretik, hasil ini menggugat teori identitas sosial yang menyatakan sikap positif in-group memunculkan sikap negatif terhadap out-group. Lebih lanjut, implikasi penelitian terhadap teori identitas sosial dan hipotesis multikulturalisme masuk dalam diskusi.

Demikian abstrak skripsi dapat mengunduh file melalui tombol Download di bawah. Apabila anda sedang mengerjakan skripsi dan kebingungan, dapat menghubungi kami untuk konsultasi maupun jasa bimbingan skripsi