Memahami Esensi Paradigma Kualitatif dalam Penelitian

Siapa yang tidak kenal dengan penelitian? Sebuah kata yang sangat dikenal baik oleh mahasiswa. Hal ini karena keterlibatan mahasiswa sangat intens saat  menuntut ilmu di perguruan tinggi. Mahasiswa seringkali berhubungan langsung dengan berbagai macam aktivitas kampus yang terkait dengan penelitian maupun hal-hal yang berkaitan dengan penelitian. Tapi, tahukah kamu bahwa penelitian memiliki esensi paradigma yang berbeda antara kualitatif dan  kuantitatif? Untuk itu artikel ini akan mencoba membahas salah satu esensi paradigma kualitatif. So, kamu harus perhatikan dengan baik, ya!

Pengertian Paradigma  Secara General

Paradigma penelitian ialah istilah yang erat kaitanya dengan mahasiswa yang sedang melakukan penelitian atau melakukan berbagai hal yang terkait dengan penelitian. Akan tetapi, apa itu paradigma penelitian? Simak penjelasan berikut ini ya tentang pengertian paradigama penelitian.

Paradigma penelitian ialah kerangka berpikir yang digunakan oleh peneliti dalam memandang realita suatu permasalahan dan teori atau ilmu pengetahuan. Sedangkan menurut Guba dan Lincoln (1988) mendefinisikan paradigma penelitian sebagai cara peneliti memahami permasalahan tertentu dengan kriteria untuk menguji guna ditemukannya penyelesaian masalah.

Secara general paradigma yang digunakan dalam penelitian terbagi manjadi 2 macam  paradigma penelitian. Paradigma yang umum digunakan oleh peneliti adalah kuantitatif dan kualitatif. Kedua paradigma ini memiliki kriteria dan metode tersendiri sehingga keduanya juga memiliki karakteristik dan kelebihan serta kekurangan masing-masing. Selanjutnya kita akan membahsa paradigama apa yang digunakan dalam pendekatan kuantitatif.

Pengertian Paradigma Kualitatif

Paradigma penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menempatkan manusia sebagai subjek penelitian, sehingga Paradigma kualitatif sering juga dipahami sebagai model humanistic. Hal tersebut dikarenakan model/ konsep paradigma kualitatif menjadikan manusia sebagai subjek penelitian di dalam fenomena ataupun peristiwa yang akan kita teliti. Selain itu, paradigma kualitatif percaya bahwa manusialah yang nantinya menentukan perilaku dirinya sendiri dan juga peristiwa sosial yang terjadi. Filsafat fenomenologis milik Edmund Husserl yang nantinya dikembangkan dalam sosiologi oleh Max Weber menjadi landasan dari paradigma tersebut.

Pandangan itu memberikan pengukuran jika perilaku manusia dilandasi oleh pemikiran yang dimiliki oleh individu itu, sehingga saat kita menggunakan paradigma kualitatif, suatu peristiwa tak hanya dipandang secara tunggal. Namun banyak unsur, aspek, dan hal lainnya yang membentuk perilaku tersebut. Intinya, kita bisa menyebutnya sebagai alasan apa saja yang menggerakkan manusia untuk bertindak. Baik hal tersebut disadari ataupun tidak disadari oleh individu tersebut.

Pada dasarnya, paradigma ini percaya bahwa manusia memiliki kontrol untuk menentukan pilihan perilaku mereka sendiri. Selain dilihat dari aspek manusia itu sendiri, paradigma kualitatif menilai bahwa peristiwa atau fenomena harus dilihat secara keseluruhan. Tidak cukup dengan hanya melihat peristiwa itu sendiri tanpa melihat alasan atau penyebab kejadian.

Esensi Paradigma Kualitatif

Esensi paradigma penelitian kualitatif pada dasarnya dapat kamu gunakan ketika kamu ingin mengetahui secara detail dan melihat peristiwa disertai dengan penyebab terjadinya. Selian itu juga esensi dari pardigma kualitif ini  menemukan sebuah teori baru berdasrakan dengan kejadian yang ada di lapangan. Sehinga tidak salah jika pandangan kaulitatif mengakui fakta empiris sebagai sumber pengetahuan.

Penggunaan paradigma penelitian disesuaikan dengan tujuan daripada penelitian yang akan kamu lakukan. So, jika kamu berminat melihat sebuah fenomena atau kejadian yang dapat menjadi sebab akibat dalam sesuai hal yang keunikanya bahkan tidak di miliki oleh orang atau tempat lainya. Maka kamu dapat menggunakan paradigma kualitatif karena esensi daripada paradigama ini adalah menemukan sebuah hal yang baru dan menjadi teori baru. Nah setelah membaca artikel ini semoga memudahkan kamu dalam memilih paradigma penelitan yang sesuai, ya. Yuk! Hubungi SkripsiYuk atau DM instagram SkripsiYuk [Kart/ka].