Jasa Judul Skripsi Mikrobiologi Kedokteran Kuantitatif

SkripsiYuk.com – Anda sedang mencari Jasa Skripsi mikrobiologi kedokteran kuantitatif? Skripsi Yuk berpengalaman sejak 2012 dan telah membantu ribuan mahasiswa lulus dan wisuda tepat waktu. Kami juga menyediakan jasa judul skripsi mikrobiologi kedokteran kuantitatif untuk Anda yang sedang berkutat dengan pencarian judul skripsi mikrobiologi kedokteran kuantitatif. Di bawah ini kami berikan 30 judul skripsi mikrobiologi kedokteran kuantitatif.

  • Analisis Kuantitatif Resistensi Antibiotik pada Isolat Bakteri Gram-negatif dari Pasien Rumah Sakit.
  • Pengukuran Kuantitatif Hubungan antara Kontaminasi Bakteri pada Peralatan Medis dengan Tingkat Infeksi Nosokomial.
  • Studi Kuantitatif Pola Kepekaan Bakteri terhadap Antibiotik pada Pasien dengan Infeksi Saluran Kemih.
  • Evaluasi Kuantitatif Efektivitas Antibiotik dalam Mengatasi Infeksi Staphylococcus aureus pada Pasien Pediatrik.
  • Analisis Kuantitatif Korelasi Antara Beban Mikroba di Lingkungan Rumah Sakit dengan Kejadian Infeksi Pembedahan.
  • Pengukuran Kuantitatif Frekuensi Mutasi Genetik pada Bakteri Patogen Penyebab Infeksi Saluran Pernapasan.
  • Studi Kuantitatif Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Antibiotik pada Pengobatan Infeksi Kulit.
  • Evaluasi Kuantitatif Profil Resistensi Bakteri terhadap Antibiotik pada Pasien dengan Sepsis.
  • Analisis Kuantitatif Tingkat Keberlanjutan Terapi Antibiotik pada Pasien dengan Infeksi Darah.
  • Pengukuran Kuantitatif Dampak Penggunaan Antibiotik Profilaksis pada Angka Kejadian Infeksi Pascaoperasi.
  • Studi Kuantitatif Perbandingan Keefektifan Antibiotik Oral dan Parenteral dalam Pengobatan Infeksi Saluran Pernapasan.
  • Evaluasi Kuantitatif Resistensi Bakteri Enterococcus terhadap Antibiotik pada Pasien Rawat Inap.
  • Analisis Kuantitatif Korelasi Antara Pemberian Antibiotik dengan Kejadian Clostridium difficile pada Pasien Geriatri.
  • Pengukuran Kuantitatif Profil Resistensi Bakteri Pseudomonas aeruginosa pada Pasien dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronik.
  • Studi Kuantitatif Pengaruh Lama Penggunaan Antibiotik terhadap Komposisi Mikrobiota Usus pada Pasien Anak.
  • Evaluasi Kuantitatif Resistensi Bakteri Enterobacteriaceae terhadap Antibiotik di Lingkungan Rumah Sakit.
  • Analisis Kuantitatif Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Atas pada Anak-anak dan Hubungannya dengan Keberadaan Bakteri.
  • Pengukuran Kuantitatif Tingkat Keberhasilan Terapi Antibiotik pada Pasien dengan Infeksi Saluran Kemih.
  • Studi Kuantitatif Resistensi Bakteri Acinetobacter baumannii terhadap Antibiotik pada Pasien Intensive Care Unit.
  • Evaluasi Kuantitatif Pola Kepekaan Bakteri terhadap Antibiotik pada Infeksi Kulit dan Jaringan Lunak.
  • Analisis Kuantitatif Hubungan antara Penggunaan Antibiotik Profilaksis dan Kejadian Infeksi pada Pasien Bedah.
  • Pengukuran Kuantitatif Keberlanjutan Penggunaan Antibiotik Empirik pada Pasien dengan Demam.
  • Studi Kuantitatif Efektivitas Penggunaan Antibiotik Spektrum Luas pada Pasien dengan Sepsis.
  • Evaluasi Kuantitatif Resistensi Bakteri Streptococcus pneumoniae terhadap Antibiotik pada Populasi Anak.
  • Analisis Kuantitatif Korelasi Antara Profil Resistensi Bakteri dan Lama Perawatan Pasien di Unit Perawatan Intensif.
  • Pengukuran Kuantitatif Tingkat Kejadian Infeksi pada Pasien dengan Pemberian Antibiotik Prophylaxis pada Bedah Gastrointestinal.
  • Studi Kuantitatif Dampak Penggunaan Antibiotik pada Keberhasilan Terapi pada Pasien dengan Infeksi Saluran Kemih.
  • Evaluasi Kuantitatif Resistensi Bakteri Moraxella catarrhalis terhadap Antibiotik pada Pasien dengan Infeksi Saluran Pernapasan.
  • Analisis Kuantitatif Pengaruh Jenis Antibiotik terhadap Keberlanjutan Pengobatan Infeksi Saluran Pernapasan Bawah.
  • Pengukuran Kuantitatif Pola Kepekaan Bakteri terhadap Antibiotik pada Pasien dengan Infeksi Kulit dan Jaringan Lunak.

Tidak hanya judul, kita juga melengkapi artikel ini dengan contoh abstrak skripsi mikrobiologi kedokteran kuantitatif dari beberapa sumber yang mungkin bisa menjadi sumber referensi Anda dalam membuat skripsi dan penelitian yang sesuai dengan bidang studi Anda. Berikut diantaranya:

Abstrak Judul Skripsi Kuantitatif: Analisis Kuantitatif Bakteri Coliform pada Depot Air Minum Isi Ulang Yang Berada di Wilayah Kayu Tangi Kota Banjarmasin [Download]

Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan oleh semua makhluk hidup. Penyediaan air minum yang aman harus diupayakan karena kemungkinan adanya pencemaran mikroorganisme pada air minum, seperti pencemaran bakteri Coliform. Bahaya bakteri Coliform dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti diare, tifus dan disentri basiler. Menurut persyaratan Standar Nasional Indonesia 01-3553-2006 tentang persyaratan  mutu air minum dalam kemasan bahwa kadar maksimum bakteri Coliform pada air minum isi ulang yang diperbolehkan dalam per 100 ml sampel adalah <2/100 ml. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya bakteri Coliform pada air minum isi ulang dan berapa kadar MPN/100 ml serta untuk mengetahui apakah air minum isi ulang yang dijual didepot yang berada di wilayah Kayu Tangi Kota Banjarmasin sudah memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif yaitu suatu penelitian yang menggambarkan fenomena yang terjadi didalam suatu populasi tertentu. Teknik pengambilan datanya menggunakan sampling jenuh dan pada penelitian ini menggunakan metode Most Probable Number MPN/100 ml. Hasil penelitian ini yaitu sebanyak 5 (31,25%) sampel positif mengandung bakteri Coliform dan 11 (65,78%) sampel negatif mengandung bakteri Coliform. Jumlah MPN/100 ml bakteri Coliform yang tertinggi adalah 190 MPN/100 ml dan jumlah MPN/100 ml bakteri Coliform yang terendah adalah 4 MPN/100 ml. Pada perhitungan jumlah koloni dengan tabel MPN/100 ml dari 5 sampel yang positif seluruhnya melebihi batas Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan kadar maksimum yang diperbolehkan <2/100 ml.
Abstrak Judul Skripsi Kuantitatif: Analisis Kualitatif Penggunaan Antibiotik Berdasarkan Metode Gyssens di Ruang Rawat Inap Bangsal Anak Rumah Sakit Umum Pemerintah Dr Wahidin Sudirohusodo [Download]

Pneumonia adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) bagian bawah yang mengenai parenkim paru. Menurut data dari WHO, pada tahun 2013 ditemukan 6,3 juta kematian anak di dunia, dan sebesar 935.000 (15%) kematian anak disebabkan oleh pneumonia. Sedangkan di Indonesia, didapatkan jumlah kasus pneumonia mencapai 22.000 jiwa yang menduduki peringkat kedelapan sedunia (WHO,2014). Ada 5 provinsi dengan jumlah kasus pneumonia tertinggi di Indonesia salah satu nya yaitu Sulawesi Selatan (2,4% dan 4,8%). Terapi pengobatan yang umumnya digunakan untuk mengatasi penyakit pneumonia adalah dengan pemberian antibiotik. Dalam penelitian yang dilakukan tim AMRIN (Antimicrobial Resistence in Indonesia) study juga didapatkan peresepan antibiotik untuk anak dengan prevelansi tinggi yaitu 76%. Maka dari itu penggunaan antibiotik pada anak membutuhkan perhatian khusus dikarenakan absorbsi, distribusi, metabolisme dan ekskresi obat termasuk pilihan antibiotik pada anak berbeda dengan orang dewasa, tingkat maturasi organ yang berbeda antara orang dewasa dan anak bisa menyebabkan perbedaan respons terapeutik atau efek sampingnya. Untuk mengetahui kualitas penggunaan antibiotik di ruang rawat inap bangsal anak Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo periode 2019.Penelitian ini merupakan penelitian observasional desktiptif-analitik. Pengumpulan data secara retrospektif. Analisis data menggunakan diagram alur metode Gyssens. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober-Januari di Bangsal Anak RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan metode total sampling. Dari 35 pasien anak yang terdiagnosa pneumonia, ditemukan bahwa penggunaan antibiotik meliputi gentamisin (38,2%), ceftriaxone (17,1%), ampicillin (11,8%), amicasin (10,5%), cefotaxime (9,2%), ceftazidime (7,9%), meropenem (3,9%), cefazolin (1,3%). Berdasarkan penilaian kualitas penggunaan antibiotik dengan metode Gyssens diperoleh hasil bahwa terdapat antibiotik yang diresepkan termasuk dalam kategori IVa sebesar (4,0%), kategori IVc (16,3%), kategori IIa (20,4%), kategori IIIa (4,1%), kategori IIIb (8,2%). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa masih ditemukannya ketidakrasionalan penggunaan antibiotik pada pasien anak penderita pneumonia.
Abstrak Judul Skripsi Kuantitatif: Hubungan Kuantitatif Struktur Aktifitas Senyawa Nitrasi Etil P -Metoksisinamat Terhadap Aktivitas Anti Tuberkulosis Melalui Pendekatan HANSCH Secara Komputasi [Download]

Senyawa etil p -metoksisinamat (EPMS) telah dilaporkan aktif menghambat virulensi Mycobacterium tuberculosis H37Ra, H37Rv, dan isolat klinik pasien resisten MDR (Multidrug Resistant) dengan konsentrasi hambat minimum 242-485 μM. Salah satu reseptor yang berperan dalam pengobatan tuberkulosis adalah InhA, suatu enzim yang berperan dalam pembentukan asam lemak Mycobacterium tuberculosis. Dalam penelitian ini, dianalisa hubungan kuantitatif struktur dan aktifitas senyawa turunan asam sinamat dan EPMS terhadap aktifitas anti tuberkulosis menggunakan metode Hansch, selanjutnya penambatan molekul senyawa nitrasi EPMS dengan reseptor inhA menggunakan perangkat lunak Autodock Vina. Visualisasi menggunakan Autodocktools, Pymol, dan LigPlot. Persamaan HKSA Hansch yang diperoleh dari turunan EPMS terhadap aktivitas anti tuberkulosis adalah Log MIC = -0.2909 LogP + 1.6411 LogCPSA - 0.1497 Log sterik - 0.3491. Hasil penambatan molekul terbaik, dengan affinitas -11.2 kcal/mol, adalah 4-nitrophenyl 4-coumarate yang mengikat 6 asam amino yaitu Ser94, Gly96, Thr39, Ile15, Gly14, dan Val65. Hal ini membuktikan bahwa senyawa nitrasi EPMS aktif dan efektif sebagai anti tuberkulosis.
Abstrak Judul Skripsi Kuantitatif: Analisis Kuantitatif Sel Purkinje Cerebellum Mencit (Mus Musculus L.) Setelah Induksi Ochratoksin A Selama Periode Organogenesis [Download]

Penelitian ini bertujuan mengetahui jumlah sel Purkinje cerebellum anak mencit umur 21 hari (pascasapih) setelah induksi Ochratoksin A selama periode organogenesis. Tiga puluh ekor mencit bunting dibagi secara acak menjadi 5 kelompok perlakuan dengan masing-masing 6 ulangan. Ochratoksin A dilarutkan dalam Sodium Bicarbonat, diberikan secara oral pada saat kebuntingan hari ke 7 sampai hari ke -14. Dosis perlakuan Ochratoksin A adalah 0,5 ; 1,0; 1,5 mg/kg bb dan sebagai kontrol tidak diberi perlakuan, serta kontrol placebo diberi perlakuan pelarut Sodium Bicarbonat. Induk mencit dipelihara sampai melahirkan. Pada umur ke 21 hari (pascasapih), anak mencit dikorbankan dan diambil bagian otaknya. Otak mencit selanjutnya dipreparasi dengan metode parafin dan pewarnaan menggunakan pewarnaan Haematoksilin Eosin. Data jumlah sel Purkinje dianalisis dengan Anava Satu Arah dan dilanjutkan dengan uji DMRT untuk mengetahui beda nyata antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ochratoksin A yang diberikan pada mencit bunting selama periode organogenesis menyebabkan terhambatnya pertumbuhan jumlah sel Purkinje mencit perlakuan yang ditandai dengan semakin menurunnya jumlah sel Purkinje dibandingkan dengan kontrol dan kontrol placebo.
Abstrak Judul Skripsi Kuantitatif: Pola Kepekaan Famili Enterobacteriaceae Terhadap Antibiotik di Laboratorium Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada [Download]

Saat ini banyak ditemukan bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Bakteri dari famili Enterobacteriaceae merupakan bakteri Gram negatif yang menjadi salah satu ancaman global karena sifatnya yang semakin resisten. Masalah terbesar kasus ini adalah carbapenem-resistant Enterobacteriaceae (CRE) akibat resistensi terhadap karbapenem yang merupakan obat lini terakhir. Resistensi terjadi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Indonesia belum memiliki surveilans untuk pemetaan kasus resistensi. Selain itu, penyalahgunaan dan peresepan yang tidak perlu, baik untuk manusia maupun hewan, masih menjadi masalah serius. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pola kepekaan bakteri Enterobacteriaceae dari sampel milik Laboratorium Mikrobiologi Klinik FK-KMK UGM. Penelitian diharapkan dapat menginisiasi program surveilans rutin dalam upaya menurunkan angka resistensi antibiotik di Indonesia. Penelitian menggunakan metode deskriptif retrospektif dengan pendekatan kuantitatif. Data disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Data yang diambil berasal dari sampel yang diterima Laboratorium Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada sejak tahun 2016 hingga 2020. Uji kepekaan yang digunakan adalah metode difusi keping (Kirby-Bauer). Data dikelompokkan berdasarkan genus, antibiotik, dan tahun pengambilan. Kepekaan Klebsiella terhadap ampisilin hanya 1,7% karena resistensi intrinsik sedangkan untuk aminoglikosida sangat tinggi. Kepekaan Escherichia terhadap sefalosporin dan kuinolon terendah, sedangkan amikacin sangat tinggi. Kepekaan Enterobacter terhadap penisilin dan sefalosporin generasi pertama terendah, sedangkan untuk aminoglikosida sangat tinggi. Kepekaan Citrobacter terhadap sefalosporin meningkat untuk generasi yang lebih baru, tetapi mencapai 0% untuk ampisilin. Kepekaan Salmonella paling baik terhadap aminoglikosida dan antibiotik kombinasi. Seluruh spesies dalam penelitian ini memiliki kepekaan terendah terhadap ampisilin dan paling tinggi terhadap meropenem dan amikasin. Escherichia, Citrobacter, dan Salmonella mengalami kepekaan terendah pada sefalosporin dan fluorokuinolon. Enterobacter mengalami kepekaan terendah pada penisilin dan sefalosporin generasi pertama.

Jika Anda masih merasa bingung dalam menentukan judul skripsi mikrobiologi kedokteran kuantitatif yang lebih menekankan penggunaan data literatur, wawancara, observasi, dokumentasi dan data lain berupa angka, sebaiknya Anda mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dosen pembimbing Anda atau segera mencari bimbingan online. Dengan bimbingan tersebut, Anda dapat memperoleh arahan yang berguna dalam menentukan judul penelitian yang relevan untuk penelitian yang akan Anda lakukan. Untuk memperluas pengetahuan Anda, tidak ada salahnya jika membaca banyak contoh penelitian mikrobiologi kedokteran kuantitatif yang mungkin lebih cocok dengan bidang yang Anda kaji saat ini.