SkripsiYuk.com – Jika Anda sedang mencari jasa skripsi arsip kuantitatif, Skripsi Yuk adalah solusi yang tepat. Dengan pengalaman sejak 2012, kami telah membantu ribuan mahasiswa lulus dan meraih wisuda tepat waktu. Kami menyediakan berbagai judul skripsi arsip kuantitatif untuk membantu Anda yang mungkin merasa bingung dalam menentukan judul skripsi arsip kuantitatif. Di bawah ini, kami sajikan 30 contoh judul skripsi arsip kuantitatif.
- Hubungan Antara Penggunaan Teknologi Informasi dengan Efisiensi Pengelolaan Arsip Digital
- Analisis Ketersediaan dan Aksesibilitas Informasi dalam Sistem Arsip Elektronik
- Evaluasi Efektivitas Sistem Penyimpanan Arsip Digital di Perusahaan XYZ
- Pengaruh Pelatihan Pengguna Terhadap Keefektifan Penggunaan Sistem Manajemen Arsip Elektronik
- Analisis Perbandingan Antara Sistem Pengarsipan Tradisional dan Elektronik dalam Konteks Kecepatan Akses Informasi
- Implementasi Metode Indeksasi Terhadap Pencarian Informasi dalam Sistem Arsip Kuantitatif
- Pengaruh Sistem Penyimpanan Cloud Terhadap Keamanan Arsip Elektronik
- Evaluasi Kecepatan Pencarian dan Pengambilan Informasi pada Sistem Manajemen Arsip Berbasis Komputer
- Analisis Tingkat Penerimaan Pengguna Terhadap Sistem Arsip Elektronik di Lingkungan Organisasi
- Pengukuran Tingkat Akurasi dan Integritas Informasi dalam Sistem Pengelolaan Arsip Digital
- Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Implementasi Sistem Arsip Elektronik di Instansi Pemerintah
- Perbandingan Keamanan Informasi antara Metode Enkripsi dan Proteksi Kata Sandi dalam Sistem Pengarsipan Digital
- Evaluasi Penggunaan Teknologi Blockchain dalam Meningkatkan Keamanan Sistem Pengelolaan Arsip Elektronik
- Pengaruh Kualitas Data Terhadap Keefektifan Sistem Pengelolaan Arsip Digital
- Analisis Penggunaan Metadata dalam Mempercepat Proses Pencarian dan Pengambilan Informasi
- Evaluasi Kecepatan Pemrosesan dan Pencarian Informasi pada Sistem Manajemen Arsip Elektronik
- Hubungan Antara Ketersediaan Pelatihan dengan Tingkat Pemanfaatan Sistem Pengelolaan Arsip Digital
- Analisis Keamanan dan Privasi Informasi dalam Sistem Pengarsipan Elektronik di Lembaga Keuangan
- Pengaruh Faktor Teknologi Terhadap Efisiensi Pengelolaan Arsip Digital di Perusahaan Swasta
- Evaluasi Penggunaan Teknologi OCR dalam Mempercepat Proses Pengindeksan Arsip Elektronik
- Analisis Tingkat Kepercayaan Pengguna Terhadap Integritas dan Keamanan Sistem Pengelolaan Arsip Digital
- Pengaruh Faktor Organisasi Terhadap Adopsi Sistem Pengelolaan Arsip Elektronik
- Perbandingan Kecepatan Akses Informasi antara Sistem Pengelolaan Arsip Digital dan Fisik
- Evaluasi Penggunaan Metode Back-up dalam Menjaga Keberlanjutan Informasi pada Sistem Pengarsipan Elektronik
- Analisis Peran Sistem Pengelolaan Arsip Elektronik dalam Mendukung Kebijakan Retensi Informasi
- Pengaruh Integrasi Sistem Pengelolaan Arsip dengan Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) Terhadap Efisiensi Organisasi
- Analisis Tingkat Kepuasan Pengguna Terhadap Sistem Pengelolaan Arsip Digital di Lembaga Pendidikan
- Evaluasi Penggunaan Metode Enkripsi untuk Melindungi Keamanan Informasi pada Sistem Pengarsipan Digital
- Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Penerimaan Pengguna Sistem Pengelolaan Arsip Elektronik
- Analisis Kecepatan Pemulihan Informasi pada Sistem Pengelolaan Arsip Elektronik setelah Kegagalan Sistem
Selain judul, kami juga menyajikan beberapa abstrak arsip kuantitatif dari beberapa sumber yang kredibel. Sehingga Anda akan mendapat informasi berharga sebelum menentukan penelitian mana yang paling sesuai dengan bidang Anda, sebagai berikut:
Abstrak Skripsi Kuantitatif: Pengaruh Pengelolaan Arsip Inaktif Terhadap Temu Kembali Arsip di Record Center Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timu Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya rutinitas kegiatan administrasi di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur mengakibatkan arsip yang dihasilkan semakin lama akan bertambah banyak sehingga memerlukan banyak ruang untuk menyimpannya. Banyak arsip yang ditemui dalam keadaan tertumpuk didalam gedung maupun disekitar ruangan kerja. Kondisi seperti ini dapat menghambat pencarian arsip ketika dibutuhkan atau bahkan tidak dapat ditemukan kembali, sehingga dibutuhkan pengelolaan arsip yang baik. Sedangkan tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikan dan seberapa besar pengaruh pengelolaan arsip inaktif terhadap temu kembali arsip di Record Center Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan jumlah populasi sebanyak 92 orang dan sampel sebanyak 30 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner, observasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dan arah hubungan antara pengelolaan arsip inaktif dan temu kembali arsip di Record Center Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Timur adalah positif. Sedangkan hasil nilai koefisien korelasi antara pengelolaan arsip inaktif dan temu kembali arsip sebesar 0,735 dalam interval 0,60 – 0,799 yang artinya memiliki tingkat hubungan yang kuat. Pengaruh pengelolaan arsip inaktif terhadap temu kembali arsip sebesar 54% dan sisanya sebesar 46% disebabkan oleh faktor lain. Pengelolaan arsip inaktif sudah dilakukan dengan baik namun masih terdapat kendala yaitu kurangnya tenaga kearsipan di setiap bidang, petugas arsip yang berlatar belakang pendidikan kearsipan hanya satu orang sehingga arsip yang tercipta tidak signifikan dengan jumlah sumber daya manusia yang menangani arsip sehingga masih perlu dilakukan pembenahan.
Abstrak Skripsi Kuantitatif: Efektivitas Pengelolaan Arsip Aktif Sebagai Upaya Optimalisasi Temu Kembali Informasi pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa masalah mengenai pengelolaan arsip pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung yaitu proses pengendalian naskah dinas masuk belum sesuai dengan Peraturan Gubernur Provinsi Lampung No. 29 Tahun 2018 Tentang Pedoman Pengelolaan Penatalaksanaan Kearsipan Pemerintah Provinsi Lampung, pengelolaan arsip belum sesuai dengan klasifikasinya, kondisi kearsipan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung belum tertata dengan baik, terdapat arsip yang tidak terawat hingga rusak, belum adanya alat telusur temu kembali informasi berbasis online. Peneliti melakukan penelitian untuk mengetahui sejauh mana tingkat efektivitas dengan menggunakan teori Tangkilisan mengenai efektivitas yang terdiri dari 4 indikator yaitu pencapaian target, kemampuan adaptasi, kepuasan kerja, dan tanggung jawab, teori Hasugian mengenai sistem temu kembali informasi yaitu suatu proses untuk mengidentifikasi, kemudian memanggil (retrieve) suatu dokumen dari suatu simpanan (file), sebagai jawaban atas permintaan informasi. Penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu variabel efektivitas sebagai variabel (X) dan optimalisasi temu kembali informasi (Y). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Analisis data menggunakan beberapa uji yang pertama uji validitas dan reliabilitas data, kedua uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas, ketiga uji hipotesis. Uji hipotesis dalam penelitian ini diperoleh nilai dan nilai sehingga dapat disimpulkan daerah penerimaan yang diterima adalah ), dan ), ditolak, dengan perhitungan menghasilkan nilai sebesar 68,60% sehingga pengelolaan arsip aktif pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung tergolong kurang efektif. Kata kunci : Arsip, efektivitas, kearsipan, optimalisasi, temu kembali informasi
Abstrak Skripsi Kuantitatif: Pengaruh Pengetahuan Tentang Arsip Dan Sarana Terhadap Kemampuan Pegawai Mengelola Arsip Di Kantor Arsip Daerah Dan Perpustakaan Umum Kabupaten Sukoharjo Pegawai dibidang kearsipan harus mengetahui pengetahuan tentang arsip dan sarana kearsipan yang akan meningkatkan kemampuan para pegawai dalam mengelola arsip. Agar arsip benar-benar dapat menjadi sumber keterangan dan pusat ingatan yang menjadi kelangsungan hidup organisasi. Namun, kebenaran argument ini perlu dibuktikan melalui kegiatan penelitian agar diperoleh jawaban yang akurat. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah pengetahuan tentang arsip dan sarana?, (2) Bagaimanakah kemampuan pegawai mengelola arsip?, (3) Adakah pengaruh pengetahuan tentang arsip dan sarana terhadap kemampuan mengelola arsip?, (4) Seberapa besar pengaruh pengetahuan tentang arsip dan sarana terhadap kemampuan mengelola arsip? Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikan antara pengetahuan tentang arsip dan sarana terhadap kemampuan mengelola arsip, (2) Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan pengetahuan tentang arsip dan sarana terhadap kemampuan mengelola arsip. Populasi penelitian ini adalah semua pegawai kantor arsip daerah dan perpustakaan umum kabupaten sukoharjo dengan jumlah 27 pegawai. Karena jumlahnya kurang dari 100 orang, maka diambil semua sehingga penelitian ini disebut penelitian populasi. Ada 2 (dua) variable yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu: varibel bebas yang terdiri dari pengetahuan tentang arsip (X1) dan sarana pengumpulan data (X2) dan variabel terikat yaitu kemampuan mengelola arsip (Y). Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, dokumentasi dan observasi. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan teknik deskriptif dan teknik korelasi Product Moment milik Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial ada pengaruh yang signifikan pengetahuan tentang arsip dan sarana terhadap kemampuan mengelola arsip. Hal ini dapat dilihat dari r2 sebesar 31,58% untuk pengetahuan tentang arsip sedangkan sarana sebesar 26,32% dan koefisien regresinya bertanda positif (+) artinya kenaikan variabel X akan diikuti variabel Y. Secara simultan ada pengaruh yang signifikan pengetahuan tentang arsip dan sarana terhadap kemampuan mengelola arsip di kantor Arsip Daerah dan Perpustakaan Umum Kabupaten Sukoharjo. Hal ini dapat dilihat dari besarnya Fhitung 12,131 dengan probabilitas 0.000, koefisien determinasi sebesar 0.503 dan koefisien korelasi 0,709, sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian
Abstrak Skripsi Kuantitatif: Perilaku Pencarian Informasi Pemustaka di Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pencarian informasi pemustaka di Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang berdasarkan model Seven Pillars. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Pemustaka di Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang, sedangkan objek dalam penelitian ini adalah Perilaku Pencarian Informasi. Metode pengumpulan data melalui angket dan observasi. Sedangkan populasi penelitian adalah pemustaka dari Perpusip Kabupaten Tangerang dari bulan September 2016 sampai bulan Desember 2016 yaitu 10452 pemustaka, dengan jumlah sampel 99 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pencarian informasi pemustaka di Perpusip Kabupaten Tangerang berdasarkan model Seven Pillars tergolong tinggi. Hal ini dapat dilihat dari skor rata-rata indikator Mengidentifikasi (Indentify) dikategorikan tinggi dengan skor rata-rata sebesar 3,22. Hasil yang didapatkan pada indikator Cakupan (Scope) dikategorikan tinggi dengan skor rata-rata 3,17. Pada indicator Rencana (Plan) dikategorikan tinggi dengan skor rata-rata 3,16. Indikator Mengumpulkan (Gather) dikategorikan tinggi dengan skor rata-rata 2,98. Indikator Evaluasi (Evaluate) dikategorikan tinggi dengan skor rata-rata 3,03. Indikator Mengelola (Manage) dikategorikan tinggi dengan skor rata-rata 3,12 dan pada indkator Menyajikan (Present) dikategorikan tinggi dengan skor rata-rata 2,55. Dari kesimpulan yang diperoleh secara umum perilaku pencarian informasi pemustaka di Perpusip Kabupaten Tangerang sudah sesuai dengan indikator-indikator yang ada pada model literasi informasi Seven Pillars. Namun, di sisi lain masih ada beberapa indikator yang perlu mereka kembangkan diantaranya yaitu pada indikator Gather, Evaluate dan Present. Pada indikator-indikator tersebut masih banyak pemustaka yang menjawab kadang-kadang pada beberapa pernyataan yang disampaikan.
Jika Anda masih merasa bingung dalam menentukan judul skripsi arsip kuantitatif yang lebih menekankan penggunaan data observasi, angket, dokumentasi dan data lain berupa angka, sebaiknya Anda pertimbangkan untuk segera mencari bimbingan online atau berkonsultasi dengan dosen pembimbing di kampus Anda. Melalui bimbingan tersebut, Anda dapat memperoleh arahan yang berguna dalam menentukan judul yang sesuai dengan penelitian Anda.
Selain itu, Anda juga dapat memperluas pengetahuan Anda dengan membaca lebih banyak referensi judul skripsi, baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Referensi tersebut dapat memberikan inspirasi dan panduan tambahan dalam memilih topik yang relevan dan menarik untuk penelitian Anda.

