Anda bisa menyimak dan mengunduh abstrak judul skripsi di bagian bawah.
Abstrak
Efektivitas Metode Sq3r (Survey, Question, Read, Recite, Review) Terhadap Kemampuan Reading Comprehension Wacana Bahasa Inggris Siswa Kelas X Semester Genap SMA Negeri 6 Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan metode SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) terhadap kemampuan reading comprehension wacana bahasa Inggris siswa kelas X Semester Genap SMA Negeri 6 Yogyakarta. Jenis penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen, dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X8 yang berjumlah 23 siswa sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas X9 yang berjumlah 23 siswa sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes (pre-test dan post-test), metode observasi, dan dokumentasi. Validitas butir instrumen tes diuji menggunakan korelasi product moment, sedangkan untuk reliabilitas instrumen diuji menggunakan rumus K-R 20. Analisis data dilakukan secara kuantitatif yakni menggunakan perhitungan uji-t (t-test). Hasil penelitian menunjukkan hasil uji-t skor pre-test (tes awal) diperoleh nilai thitung lebih kecil dari ttabel (0,127 < 2,021) dan memperoleh taraf signifikansi lebih besar dari 0,05 (0,900 > 0,05), sehingga Hipotesis Nol (H0) ditolak dan Hipotesis Alternatif (Ha) diterima. Terdapat perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sebesar 0,347. Sedangkan, hasil uji-t pada skor posttest diperoleh nilai thitung lebih besar dari ttabel (4,485 > 2,021) dan memperoleh taraf signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05) sehingga Hipotesis Nol (H0) ditolak dan Hipotesis Alternatif (Ha) diterima. Terdapat perbedaan rata-rata antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sebesar 6,956. Hal ini diperkuat dengan hasil observasi siswa kelas X SMA Negeri 6 Yogyakarta ketika proses pembelajaran berlangsung yang menunjukkan penggunaan metode SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) efektif dan unggul terhadap kemampuan reading comprehension siswa. Kata kunci: metode SQ3R, kemampuan reading comprehension, siswa SMA
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah Keberhasilan prestasi siswa di sekolah akan tercapai apabila diimbangi dari beberapa faktor, salah satunya mengenai bagaimana seorang guru mempunyai tugas dalam menciptakan strategi pembelajaran yang bermakna disuatu proses pembelajaran. Kemp dalam Wina Sanjaya (2008: 126) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Untuk mengimplementasikan rencana-rencana yang ingin dicapai dalam strategi pembelajaran, guru membutuhkan suatu metode untuk menjalankannya. Metode pembelajaran merupakan cara atau jalan yang ditempuh seorang guru dalam menyampaikan materi untuk mencapai tujuan. Guru ditugaskan memilih salah satu metode dari beberapa metode pembelajaran untuk membantu menjalankan proses pembelajaran di kelas. Disamping itu, guru juga harus mempertimbangkan karakteristik siswa maupun gaya belajar siswa ketika memilih metode pembelajaran yang akan dilaksanakan di kelas. Metode pembelajaran dikatakan berhasil mencapai tujuan, yaitu jika metode tersebut mampu menjadikan siswa pribadi yang aktif, tidak dogmatis, selalu berani mengutarakan pendapat, memiliki sikap toleransi, fleksibel, dan konservatif. Dalam hal meningkatkan kemampuan reading comprehension guru ditugaskan memilih metode membaca yang tepat untuk siswa. Dimulai dengan siswa diberikan kebebasan dalam membaca, hal itu akan menjadikan pembiasaan 2 awal yang baik dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa. Namun disisi lain, masih banyak siswa yang tidak memakai teknik membaca yang tepat, sehingga siswa sulit memahami suatu wacana. Membaca merupakan peran penting dalam meningkatkan pengetahuan seseorang. Dikatakan penting karena presentase transfer ilmu terbanyak melalui membaca, dengan membaca pun mampu menambah keterampilan seseorang dalam menulis. Iskandarwassid (2013: 245) menyatakan bahwa fakta dilapangan menunjukkan masyarakat negara maju ditandai oleh berkembangnya budaya baca pada masyarakatnya yang sudah tertanam kebiasaan membaca. Sementara, IEA (1992: Asia’s Weeks, 1997) menyatakan bahwa masyarakat dinegara-negara berkembang ditandai oleh rendahnya kemampuan baca serta budaya baca yang belum tertanam dengan baik. Oleh karena itu, membaca perlu dijadikan modal utama bagi generasi muda agar menjadikan dirinya sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing secara global. Berbicara permasalahan tentang bahasa, pembelajaran bahasa merupakan salah satu kemampuan yang penting untuk dikuasai. Bahasa merupakan suatu simbol lisan yang dipakai oleh masyarakat untuk berkomunikasi dan berinteraksi antar sesamanya. Pembelajaran bahasa dalam hal mengembangkan kemampuan dalam memahami wacana secara mendalam untuk siswa perlu diasah lagi. Khususnya pada penguasaan terhadap bahasa Inggris yang merupakan bekal seseorang untuk bersaing secara global. Dengan mengusai bahasa, khususnya bahasa Inggris akan memudahkan seseorang mendapatkan pengetahuan, 3 memudahkan mencari pekerjaan bahkan mampu bersaing dengan tenaga asing yang menyerbu Indonesia. Sebagian orang untuk membaca wacana berbahasa Inggris pasti ada kesukaran-kesukaran tertentu dalam mempelajarinya. Maka dari itu, pembaca perlu mencari cara yang paling efisien ketika membaca. Berdasarkan hasil observasi sebelum penelitian, yang menjadikan permasalahan dalam membaca wacana bahasa Inggris, yaitu hanya beberapa siswa yang efisien dalam memahami wacana. Ibu Nuraini Hikmawati, salah satu guru bahasa Inggris SMA Negeri 6 Yogyakarta mengidentifikasikan siswa bisa memanfaatkan waktu yang efisien dalam membaca, apabila menggunakan teknik membaca yang tepat. Beliau juga mengatakan, untuk wacana yang berbentuk panjang, siswa jarang menyelesaikan sampai tuntas bahkan mereka hampir menghabiskan waktu dua jam pelajaran. Metode pembelajaran membaca khususnya dalam pembelajaran reading comprehension di SMA Negeri 6 Yogyakarta kelas X, dilaksanakan dengan melalui prosedur membaca sebagai berikut, pada mulanya siswa diberikan wacana berbahasa Inggris, lalu siswa diberikan waktu untuk membaca wacana tersebut, siswa diberikan sejumlah soal seputar isi wacana untuk menguji tingkat pemahaman siswa, siswa mengerjakan soal, lalu siswa dan guru mengkonfirmasi jawaban. Prosedur pembelajaran membaca tersebut menunjukkan siswa tidak dilatih kemampuan membaca (reading skill) melalui proses atau tahapan-tahapan yang seharusnya dilakukan. Kondisi tersebut mengakibatkan siswa merasa jenuh serta akan mengakibatkan kegemaran membaca mereka khususnya wacana berbahasa Inggris semakin berkurang. Prosedur membaca yang bisa digunakan 4 untuk reading comprehension dalam Allan Collins, et all (1980: 1) terdapat dua proses dalam membaca, yaitu pemahaman keterampilan pemantauan (monitoring skill) dan menggunakan petunjuk dalam wacana untuk menyimpulkan, mengevaluasi, dan merevisi tentang peristiwa yang sedang dibaca. Keterampilan pemantauan (monitoring skill) melibatkan pembaca ketika memantau kata-kata tertentu, kalimat tertentu, hubungan antara kalimat, dan hubungan antara paragraf. Disisi lain, pembaca bisa menggunakan petunjuk dalam teks untuk menyimpulkan, mengevaluasi, dan merevisi tentang peristiwa yang sedang dibaca. Misalnya, menebak tentang kejadian dalam wacana, menebak struktur teks, serta keterampilan interpretatif lainnya, seperti menentukan poin utama, dan sebagainya. Pelly dalam Haryadi dan Zamzani (1996: 75) menyatakan bahwa pelajaran membaca yang dulu merupakan pelajaran dan latihan pokok kini kurang mendapat perhatian baik dari siswa maupun dari guru. Sesungguhnya mengajarkan membaca sejak dini akan membantu siswa untuk lebih mandiri dalam belajar, terutama jika harus mempelajari sendiri suatu materi dari sumber yang dia dapat. Siswa akan mampu untuk menjadi lebih kritis dalam melihat suatu opini atau permasalahan. Berdasarkan hasil penelitian G. Suharto (2000: 10) mengenai pertumbuhan kemampuan memahami wacana bahasa Inggris, menyimpulkan bahwa rata-rata kemampuan pemahaman, berpikir kognitif dan kemampuan penerapan bahasa Inggris mahasiswa dibangku awal perkuliahan termasuk dalam kategori homogen rendah. Dari hasil penelitian tersebut, maka sangatlah perlu melatih membaca wacana bahasa Inggris dengan teknik yang tepat untuk 5 ditanamkan kepada siswa ketika berada di jenjang sekolah. Disinilah tugas seorang guru dalam mengajarkan metode yang tepat untuk menangani siswa meningkatkan kemampuan reading comprehension khususnya bahasa Inggris, sehingga para siswa terbiasa dalam membaca secara efisien. Salah satu metode membaca yang bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan reading comprehension siswa, yaitu metode SQ3R. Metode SQ3R belum pernah diterapkan di sekolah SMA Negeri 6 Yogyakarta. Soedarso (2002: 59) menyatakan metode SQ3R merupakan proses membaca sistematik yang meliputi tahap Survey, Question, Read, Recite, dan Review. Teknik metode ini merupakan teknik pemahaman dan membaca secara itensif dan rasional. Metode SQ3R dimaksudkan untuk menemukan pokok-pokok penting dan detail penting yang mendukung dari pokok bahasan sehingga pembaca mampu mengingatnya lebih lama. Dalam sistem metode SQ3R, tahapan yang pertama yaitu tahap survey dimana siswa diberikan waktu untuk survei wacana yang akan siswa lakukan sebelum membaca wacaan tersebut. Tahap kedua yaitu tahap question dimana siswa mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam benaknya tentang wacana sehingga bacaan tersebut lebih mudah untuk dipahami. Tahap ketiga yaitu tahap read dimana siswa diberi waktu untuk membaca wacana sekaligus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah dibuat. Tahap keempat recite dimana siswa diberikan waktu untuk menyebutkan hal penting dengan menggunakan kata-kata sendiri. Tahap terakhir yaitu review dimana siswa meninjau kembali wacana hingga siswa paham. 6 Dari permasalahan yang telah diuraikan, peneliti tertarik melihat seberapa efektifkah metode SQ3R terhadap kemampuan reading comprehension wacana bahasa Inggris siswa dengan menggunakan metode penelitian eksperimen. Menggunakan metode SQ3R ditinjau dari aspek proses dalam melakukan aktivitas membaca tampak sistematis, sehingga akan memudahkan siswa dalam memahami informasi ketika membaca, khususnya wacana berbahasa Inggris. Adapun judul dari penelitian ini adalah “Efektivitas Metode SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) terhadap Kemampuan Reading Comprehension Wacana Bahasa Inggris Siswa Kelas X SMA Negeri 6 Yogyakarta”. B. Identifikasi Masalah Dari uraian diatas, dapat diidentifikasi beberapa masalah sebagai berikut: 1. Hanya beberapa siswa yang mampu membaca wacana bahasa Inggris bentuk teks panjang secara efisien. 2. Siswa tidak dilatih kemampuan reading comprehension melalui proses atau tahapan-tahapan yang seharusnya dilakukan. 3. Siswa belum pernah dilatih cara membaca wacana bahasa Inggris dengan metode yang tepat ketika berada di jenjang sekolah, khususnya dalam kemampuan reading comprehension siswa. 4. Metode SQ3R belum pernah diterapkan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. C. Batasan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah diatas, batasan masalah dalam penelitian ini adalah penggunaan metode SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) terhadap kemampuan reading comprehension bahasa Inggris siswa kelas X SMA 7 Negeri 6 Yogyakarta. Fokus penelitian dilakukan untuk melatih siswa dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa melalui penggunaan metode membaca yang sesuai dan efisien. D. Rumusan Masalah Berdasarkan batasan masalah yang telah dipaparkan diatas, maka perumusan masalah ini adalah: Bagaimana keefektifan metode SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) terhadap kemampuan reading comprehension wacana bahasa Inggris Siswa Kelas X SMA Negeri 6 Yogyakarta? E. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: Mengetahui keefektifan metode SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) terhadap kemampuan reading comprehension wacana bahasa Inggris Siswa Kelas X SMA Negeri 6 Yogyakarta F. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian adalah sebagai berikut: 1. Manfaat Teoretis Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pengetahuan baru teknologi pendidikan yang berupa kajian tentang metode SQ3R untuk dijadikan landasan bagi penelitian lanjutan yang berkecimpung pada teori yang sejalan. 2. Manfaat Praktis a. Bagi siswa 1) Memberikan motivasi baru untuk siswa dalam meningkatkan kemampuan membaca, sehingga siswa mampu menghasilkan prestasi yang memuaskan. 8 2) Memberikan pengalaman baru dari proses pembelajaran yang menyenangkan ketika membaca menggunakan metode SQ3R. b. Bagi guru 1) Menjadikan motivasi dan inspirasi guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan. 2) Menjadikan pembelajaran untuk memilih metode pembelajaran yang tepat ketika proses pembelajaran di kelas. Salah satunya dengan menggunakan metode SQ3R, agar siswa lebih mudah memahami suatu wacana. c. Bagi lembaga pendidikan Sebagai bahan pertimbangan atau masukan untuk memajukan pendidikan yang berkualitas dalam hal meningkatkan kualitas keterampilan membaca sesuai dengan kurikulum yang ditentukan. G. Definisi Operasional Untuk menghindari timbulnya kesalahan persepsi terhadap istilah-istilah pokok dalam penelitian ini maka perlu diberi batasan istilah sebagai berikut: 1. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran merupakan cara, prosedur, jalan yang ditempuh untuk mengimplementasikan rencana-rencana yang telah dibuat guru dalam menyajikan materi sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai. Disinilah tugas guru dalam proses pembelajaran yaitu salah satunya dengan menggunakan cara-cara atau metode tertentu untuk menciptakan pembelajaran yang membuat siswa bisa bersemangat, antusias, dan berbahagia dalam mengikuti pelajaran di kelas bukannya mendidik pelajaran di kelas yang menakutkan. 9 2. Metode SQ3R Metode SQ3R merupakan metode yang dikembangkan oleh Francis P. Robinson dari Ohio University pada tahun 1967. Metode SQ3R adalah suatu metode membaca yang mencakup lima tahap Survey, Question, Read, Recite, Review. Tahap survey dimana siswa diberikan waktu untuk survei bacaan yang akan siswa baca sampai mendapatkan ide pokok/gagasan umum dari bacaan tersebut. Tahap question dimana siswa mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam benaknya tentang wacana agar lebih mudah untuk dipahami. Tahap read dimana siswa diberi waktu untuk membaca wacana bagian demi bagian dengan fokus sekaligus menjawab pertanyaan yang sudah dibuat pada tahap sebelumnya. Tahap recite dimana siswa diberikan waktu untuk menyebutkan hal penting dengan menggunakan bahasa sendiri. Tahap review dimana siswa meninjau kembali bacaan hingga siswa paham. Inti dari metode SQ3R adalah cara untuk membantu pembaca berhasil menguasai, memahami, dan mengingat wacana yang dibaca. 3. Kemampuan Reading Comprehension Reading comprehension merupakan hal yang utama dalam aktivitas membaca dimana pembaca membangun pemahaman terhadap suatu wacana. Untuk membangun pemaknaan terhadap suatu wacana, proses yang dibutuhkan pembaca yaitu dengan menggunakan strategi pemahaman yang sesuai dengan kebutuhan pembaca. Hal ini akan menjadikan pembaca menemukan informasi secara spesifik dan mampu memecahkan masalah yang muncul. H. Douglas Brown menyatakan kemampuan reading comprehension terkait dalam hal berikut: 10 a. Mengetahui graphernes dan pola etnografis dari bahasa Inggris. b. Memahami kalimat panjang yang berbeda dari bahasa. c. Proses membaca dilakukan pada tingkat laju yang efisien. d. Mengidentifikasi kata–kata secara seksama dan menginterpretasi pola. e. Mengethaui klausa–klausa pada tata, sistem (e.g, tenses, agreement dan pluralisation), pola, aturan dan bentuk wacana. f. Mengenali bahwa suatu makna dapat diekspresikan dengan bentuk tata bahasa yang berbeda. g. Mengidentifikasi perangkat kohesif pada wacana. h. Mengidentifikasi bentuk-bentuk retorikal dari teks tertulis berdasarkan tujuan. i. Mengidentifikasi fungsi komunikatif pada wacana tertulis berdasarkan tujuan. j. Mendeduksikan konteks yang eksplisit. k. Menyimpulkan dan menghubungkan kejadian-kejadian atau ide. l. Menyimpulkan sebab dan akibat, serta menemukan hubungan antara gagasan utama, gagasan penunjang, informasi baru, informasi yang diberikan, generalisasi dan eksemplikasi. m. Mengenali makna yang tersurat dan tersirat. n. Mengidentifikasi referensi spesifik secara kultural dan menginterpretasikannya dalam skema kultural yang sesuai. o. Mengembangkan dan menggunakan sejumlah strategi membaca.
Anda bisa mengunduh Efektivitas Metode Sq3r (Survey, Question, Read, Recite, Review) Terhadap Kemampuan Reading Comprehension Wacana Bahasa Inggris Siswa Kelas X Semester Genap SMA Negeri 6 Yogyakarta atau memesan jasa skripsi serupa di skripsiyuk.com.

