Cara Membuat Skripsi Studi Literatur dari Bab 1 hingga Kesimpulan

Menyusun skripsi tidak selalu berarti melakukan penelitian lapangan, menyebarkan kuesioner, atau melakukan wawancara secara langsung. Dalam bidang akademik, terdapat pendekatan penelitian yang memungkinkan mahasiswa mengkaji suatu permasalahan berdasarkan berbagai sumber ilmiah yang sudah tersedia. Pendekatan tersebut dikenal sebagai studi literatur atau literature review.

Skripsi studi literatur berfokus pada proses mengumpulkan, memilih, membaca, membandingkan, menganalisis, dan menyintesis berbagai penelitian atau sumber ilmiah yang relevan dengan topik tertentu. Karena tidak mengandalkan pengumpulan data primer secara langsung, mahasiswa perlu memiliki kemampuan yang baik dalam menemukan sumber terpercaya serta mengolah informasi menjadi pembahasan yang sistematis.

Meskipun terlihat lebih sederhana karena tidak selalu membutuhkan penelitian lapangan, skripsi studi literatur tetap membutuhkan metodologi yang jelas. Mahasiswa harus mampu menunjukkan alasan pemilihan topik, menentukan sumber yang digunakan, menjelaskan metode pencarian literatur, melakukan analisis terhadap penelitian terdahulu, menemukan kesenjangan penelitian, hingga menyusun kesimpulan berdasarkan hasil kajian.

Artikel ini membahas cara membuat skripsi studi literatur secara menyeluruh, mulai dari penyusunan Bab 1, kajian pustaka, metode penelitian, hasil dan pembahasan, hingga kesimpulan. Dengan memahami alurnya, mahasiswa dapat menyusun penelitian berbasis literatur secara lebih terarah dan sesuai dengan kaidah akademik.

Memahami Konsep Skripsi Studi Literatur

Studi literatur merupakan metode penelitian yang menggunakan berbagai sumber pustaka sebagai bahan utama untuk memperoleh, mengolah, dan menganalisis informasi. Sumber tersebut dapat berupa artikel jurnal ilmiah, buku akademik, prosiding konferensi, laporan penelitian, skripsi, tesis, disertasi, maupun dokumen resmi yang relevan dengan topik penelitian.

Dalam skripsi studi literatur, peneliti tidak sekadar mengumpulkan pendapat dari berbagai sumber. Informasi yang diperoleh harus dianalisis secara kritis untuk melihat persamaan, perbedaan, perkembangan konsep, hasil penelitian, serta celah yang masih dapat dikaji.

Hal penting yang perlu dipahami adalah perbedaan antara studi literatur sebagai landasan teori dan studi literatur sebagai metode penelitian. Hampir semua penelitian menggunakan literatur untuk membangun teori dan mendukung argumentasi. Namun, pada penelitian studi literatur, proses penelusuran dan analisis sumber menjadi bagian utama dari metode penelitian.

Artinya, mahasiswa tidak cukup menulis rangkuman dari banyak jurnal. Penelitian harus menghasilkan sintesis atau pemahaman baru berdasarkan perbandingan dan analisis terhadap berbagai sumber yang telah dipilih.

Baca juga: Jasa Konsultasi Skripsi agar Cepat Lulus

Menentukan Topik dan Fokus Penelitian

Penyusunan skripsi studi literatur dapat dimulai dari menentukan topik yang spesifik. Topik yang terlalu luas akan membuat proses pencarian sumber menjadi tidak terkendali dan menghasilkan pembahasan yang terlalu umum.

Misalnya, topik “penggunaan teknologi dalam pendidikan” masih terlalu luas. Topik tersebut dapat dipersempit menjadi “pengaruh penggunaan artificial intelligence terhadap proses pembelajaran mahasiswa” atau “pemanfaatan platform pembelajaran digital dalam meningkatkan keterlibatan siswa”.

Fokus penelitian juga perlu disesuaikan dengan ketersediaan literatur. Topik yang menarik tetapi memiliki sedikit penelitian terdahulu akan menyulitkan proses analisis. Sebaliknya, topik dengan banyak penelitian memungkinkan mahasiswa membandingkan berbagai hasil penelitian dan menemukan pola tertentu.

Rumusan fokus dapat diarahkan pada fenomena, konsep, hubungan antarvariabel, penerapan suatu metode, perkembangan teknologi, atau permasalahan tertentu. Semakin jelas fokus penelitian, semakin mudah pula mahasiswa menentukan kata kunci pencarian dan kriteria literatur yang akan digunakan.

Menentukan Judul Skripsi Studi Literatur

Judul skripsi perlu menggambarkan topik, fokus, serta pendekatan penelitian yang digunakan. Pada penelitian berbasis literatur, istilah seperti “studi literatur”, “literature review”, “tinjauan literatur”, atau istilah metode review tertentu dapat digunakan apabila sesuai dengan pedoman kampus.

Contoh judul yang terlalu luas adalah “Teknologi dalam Pendidikan”. Judul tersebut belum menunjukkan aspek apa yang akan dikaji, siapa atau apa objek kajiannya, dan sudut pandang penelitian yang digunakan.

Judul dapat dibuat lebih spesifik menjadi “Studi Literatur tentang Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Mendukung Pembelajaran di Perguruan Tinggi”. Dengan judul tersebut, pembaca dapat memahami bahwa penelitian berfokus pada pemanfaatan AI, konteks perguruan tinggi, serta menggunakan pendekatan studi literatur.

Komponen Contoh
Topik Artificial intelligence
Konteks Pendidikan tinggi
Fokus Pemanfaatan dalam pembelajaran
Metode Studi literatur
Bentuk judul Studi Literatur tentang Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Mendukung Pembelajaran di Perguruan Tinggi

Judul tetap perlu disesuaikan dengan bidang studi dan ketentuan dosen pembimbing. Tidak semua program studi menggunakan format judul yang sama sehingga pedoman akademik kampus harus menjadi acuan utama.

Menyusun Bab 1 Pendahuluan

Bab 1 menjadi bagian yang menjelaskan alasan mengapa penelitian perlu dilakukan. Pada skripsi studi literatur, latar belakang sebaiknya tidak hanya berisi definisi mengenai topik, tetapi juga menunjukkan adanya fenomena, permasalahan, perkembangan penelitian, atau kebutuhan untuk melakukan kajian lebih lanjut.

Latar belakang dapat dimulai dari gambaran umum mengenai fenomena yang sedang dibahas. Pembahasan kemudian diarahkan secara bertahap menuju permasalahan yang lebih spesifik. Literatur awal dapat digunakan untuk menunjukkan bahwa fenomena tersebut memang memiliki dasar akademik dan relevan untuk diteliti.

Bagian latar belakang juga perlu menunjukkan research gap. Research gap adalah kesenjangan yang ditemukan dalam penelitian terdahulu, misalnya terdapat hasil penelitian yang berbeda, aspek tertentu belum banyak dikaji, objek penelitian masih terbatas, atau perkembangan suatu fenomena belum dibahas secara komprehensif.

Setelah latar belakang, mahasiswa menyusun rumusan masalah. Rumusan masalah harus selaras dengan fokus penelitian dan dapat dijawab melalui analisis literatur yang telah ditentukan.

Tujuan penelitian kemudian dibuat berdasarkan rumusan masalah. Jika rumusan masalah menanyakan bagaimana perkembangan penggunaan suatu teknologi, tujuan penelitian dapat diarahkan untuk menganalisis perkembangan tersebut berdasarkan hasil penelitian terdahulu.

Bab 1 biasanya juga mencakup manfaat penelitian dan sistematika penulisan. Bagian tersebut membantu pembaca memahami kontribusi penelitian serta susunan pembahasan skripsi secara keseluruhan.

Menyusun Bab 2 Kajian Pustaka

Bab 2 berisi teori, konsep, dan penelitian terdahulu yang menjadi dasar penelitian. Pada skripsi studi literatur, bab ini memiliki peran penting karena peneliti harus menunjukkan pemahaman yang kuat terhadap konsep yang sedang dikaji.

Teori yang digunakan harus memiliki hubungan langsung dengan rumusan masalah. Hindari memasukkan terlalu banyak teori hanya untuk membuat kajian pustaka terlihat panjang. Teori yang tidak digunakan dalam analisis justru dapat membuat pembahasan menjadi tidak fokus.

Selain teori, penelitian terdahulu perlu dibahas secara kritis. Mahasiswa dapat membuat tabel penelitian terdahulu untuk memudahkan perbandingan antara penulis, tahun publikasi, metode, objek, hasil penelitian, serta relevansinya dengan penelitian yang sedang dilakukan.

Contohnya, jika terdapat sepuluh jurnal mengenai penggunaan AI dalam pembelajaran, mahasiswa tidak perlu menjelaskan seluruh jurnal secara terpisah dengan pola yang sama. Informasi dari berbagai penelitian dapat dikelompokkan berdasarkan tema sehingga menghasilkan pembahasan yang lebih analitis.

Kajian pustaka yang baik tidak berhenti pada kalimat “penelitian A menemukan hal ini, sedangkan penelitian B menemukan hal itu”. Mahasiswa perlu menjelaskan mengapa hasil penelitian tersebut berbeda, bagaimana hubungan antarhasil penelitian, serta apa yang dapat dipelajari dari keseluruhan literatur.

Menentukan Research Gap

Research gap merupakan salah satu bagian penting dalam skripsi studi literatur. Gap membantu menunjukkan alasan penelitian dilakukan dan memberikan arah terhadap analisis yang akan dilakukan.

Kesenjangan penelitian dapat ditemukan melalui berbagai bentuk. Perbedaan hasil penelitian merupakan salah satu bentuk gap yang sering digunakan. Selain itu, gap dapat berupa keterbatasan metode, perbedaan konteks, objek penelitian yang belum banyak diteliti, periode penelitian yang berbeda, atau aspek tertentu yang belum dibahas secara mendalam.

Untuk menemukan gap, mahasiswa perlu membaca sumber secara komparatif. Jangan hanya membaca abstrak kemudian langsung memasukkan jurnal ke daftar pustaka. Bagian metode, hasil, diskusi, dan keterbatasan penelitian sering kali memberikan informasi penting mengenai peluang penelitian selanjutnya.

Hasil identifikasi gap kemudian dapat menjadi dasar untuk menentukan tujuan penelitian. Dengan demikian, penelitian tidak sekadar mengulang pembahasan dari penelitian sebelumnya, tetapi berusaha memberikan sintesis yang lebih terarah.

Menyusun Bab 3 Metode Penelitian

Bab 3 menjelaskan bagaimana proses studi literatur dilakukan. Bagian ini penting karena pembaca harus dapat mengetahui dari mana sumber diperoleh dan bagaimana sumber tersebut dipilih.

Mahasiswa perlu menjelaskan jenis penelitian yang digunakan, strategi pencarian literatur, database atau sumber pencarian, kata kunci, rentang tahun publikasi, kriteria inklusi dan eksklusi, serta teknik analisis literatur sesuai kebutuhan penelitian.

Contohnya, penelitian dapat menggunakan kata kunci “artificial intelligence”, “higher education”, dan “learning”. Pencarian kemudian dilakukan melalui database jurnal ilmiah yang relevan dengan bidang penelitian.

Kriteria inklusi dapat mencakup artikel yang membahas topik sesuai fokus penelitian, diterbitkan dalam rentang tahun tertentu, tersedia dalam bahasa yang ditentukan, dan memiliki relevansi langsung dengan pertanyaan penelitian. Sementara itu, artikel yang tidak sesuai topik, duplikat, atau tidak memiliki informasi yang dibutuhkan dapat dikeluarkan dari proses analisis.

Metode review juga perlu dijelaskan dengan tepat. Jika penelitian menggunakan systematic literature review, scoping review, narrative review, atau pendekatan lainnya, prosedur yang digunakan harus mengikuti karakteristik metode tersebut dan pedoman akademik yang berlaku.

Melakukan Pencarian dan Seleksi Literatur

Pencarian literatur sebaiknya dilakukan secara sistematis. Mahasiswa dapat membuat daftar kata kunci utama dan variasinya sebelum mulai mencari artikel. Penggunaan sinonim juga membantu menemukan sumber yang lebih banyak dan relevan.

Setiap sumber yang ditemukan sebaiknya dicatat dalam tabel kerja. Informasi yang dapat dicatat meliputi judul artikel, nama penulis, tahun terbit, sumber publikasi, tujuan penelitian, metode, objek, hasil utama, keterbatasan, serta hubungan dengan penelitian yang sedang disusun.

Proses seleksi perlu dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Mahasiswa tidak disarankan memilih jurnal hanya karena hasilnya sesuai dengan pendapat pribadi. Literatur yang memiliki hasil berbeda justru dapat menjadi bahan penting untuk analisis.

Pengelolaan sumber juga perlu diperhatikan agar mahasiswa tidak kehilangan informasi mengenai asal suatu kutipan. Aplikasi pengelola referensi dapat membantu menyimpan metadata artikel dan menyusun daftar pustaka dengan lebih teratur.

Menganalisis Literatur Secara Kritis

Analisis merupakan bagian yang membedakan skripsi studi literatur dari kumpulan ringkasan jurnal. Setelah sumber terkumpul, mahasiswa perlu mencari pola dan hubungan di antara penelitian yang telah dipilih.

Literatur dapat dikelompokkan berdasarkan tema, metode, objek penelitian, hasil, teori, atau periode publikasi. Pengelompokan tersebut membantu mahasiswa melihat perkembangan pengetahuan secara lebih jelas.

Sebagai contoh, penelitian mengenai penggunaan AI dalam pendidikan dapat dikelompokkan menjadi tema personalisasi pembelajaran, efisiensi akademik, keterlibatan mahasiswa, tantangan etika, dan kemampuan literasi digital. Setiap kelompok kemudian dibandingkan untuk mengetahui kecenderungan hasil penelitian.

Analisis juga harus memperhatikan kualitas sumber. Artikel yang memiliki metode kuat dan diterbitkan pada jurnal bereputasi dapat memiliki bobot berbeda dibandingkan sumber yang kredibilitasnya lebih rendah. Namun, penilaian tersebut tetap harus mengikuti kriteria akademik yang digunakan dalam penelitian.

Menulis Bab 4 Hasil dan Pembahasan

Bab 4 menjadi tempat untuk menyajikan hasil analisis terhadap literatur yang telah dipilih. Pada penelitian studi literatur, hasil penelitian dapat berupa pola, tema, kecenderungan, klasifikasi, hubungan konsep, atau sintesis hasil penelitian terdahulu.

Pembahasan sebaiknya disusun berdasarkan tema yang telah ditemukan. Setiap tema dijelaskan dengan menggabungkan beberapa sumber yang relevan sehingga pembaca dapat melihat gambaran yang lebih luas.

Misalnya, beberapa penelitian menemukan bahwa penggunaan teknologi dapat meningkatkan akses terhadap materi pembelajaran. Penelitian lain mungkin menunjukkan bahwa manfaat tersebut bergantung pada kesiapan pengguna, infrastruktur, dan kemampuan literasi digital. Kedua temuan tersebut dapat dianalisis bersama untuk menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif.

Pembahasan juga perlu dikaitkan kembali dengan teori yang telah dijelaskan pada Bab 2. Dengan cara tersebut, hasil penelitian tidak berdiri sendiri, tetapi memiliki hubungan yang jelas dengan kerangka konseptual penelitian.

Jika ditemukan hasil yang berbeda antarpenelitian, perbedaan tersebut tidak perlu dihindari. Justru, perbedaan tersebut dapat menjadi bagian penting dalam pembahasan karena menunjukkan adanya kompleksitas pada fenomena yang diteliti.

Menyusun Bab 5 Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan berisi jawaban atas rumusan masalah berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan. Kesimpulan tidak seharusnya memperkenalkan teori atau informasi baru yang belum dibahas dalam bagian sebelumnya.

Penulisan kesimpulan perlu dibuat ringkas tetapi tetap substantif. Setiap kesimpulan harus memiliki hubungan dengan hasil penelitian dan mampu menunjukkan temuan utama dari kajian literatur.

Bagian saran dapat diarahkan kepada peneliti selanjutnya, praktisi, lembaga pendidikan, organisasi, atau pihak lain yang relevan dengan topik penelitian. Saran sebaiknya dibuat berdasarkan keterbatasan dan temuan penelitian, bukan sekadar kalimat umum seperti “penelitian selanjutnya diharapkan lebih baik”.

Contoh Alur Sederhana Skripsi Studi Literatur

Agar lebih mudah dipahami, alur penyusunan skripsi studi literatur dapat digambarkan sebagai proses yang saling berkaitan.

Topik penelitian menentukan fokus kajian. Fokus tersebut kemudian digunakan untuk merumuskan masalah dan tujuan penelitian. Setelah itu, mahasiswa mencari literatur yang relevan, melakukan seleksi berdasarkan kriteria, menganalisis sumber, menyusun sintesis, membahas temuan, dan menarik kesimpulan.

Bagian Skripsi Fokus Utama
Bab 1 Latar belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaat
Bab 2 Teori, konsep, dan penelitian terdahulu
Bab 3 Metode dan prosedur studi literatur
Bab 4 Hasil analisis dan pembahasan
Bab 5 Kesimpulan dan saran

Alur tersebut dapat disesuaikan dengan pedoman masing-masing perguruan tinggi. Beberapa kampus menggunakan struktur bab yang berbeda atau menggabungkan bagian tertentu dalam satu bab.

Kesalahan yang Sering Dilakukan

Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah menganggap studi literatur hanya sebagai kegiatan mengumpulkan jurnal. Padahal, inti penelitian berada pada proses analisis dan sintesis. Jika skripsi hanya berisi rangkuman satu jurnal demi satu jurnal, penelitian akan terlihat seperti kumpulan referensi dan belum menunjukkan kontribusi akademik yang jelas.

Kesalahan lain adalah menggunakan sumber yang tidak relevan hanya karena jumlah referensinya ingin dibuat banyak. Kualitas dan relevansi sumber jauh lebih penting daripada sekadar jumlah artikel. Literatur yang benar-benar berkaitan dengan rumusan masalah akan membuat pembahasan lebih kuat.

Mahasiswa juga sering mencampurkan antara pendapat pribadi dan temuan penelitian tanpa memberikan dasar yang jelas. Setiap argumentasi akademik perlu didukung sumber yang sesuai, sementara hasil sintesis harus dijelaskan berdasarkan proses analisis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Masalah lain adalah tidak konsisten dalam menentukan kriteria literatur. Jika sejak awal penelitian menetapkan rentang tahun tertentu atau kriteria inklusi tertentu, proses seleksi harus dilakukan secara konsisten. Perubahan kriteria tanpa penjelasan dapat mengurangi transparansi penelitian.

konsultasi skripsi

Tips Praktis Menyusun Skripsi Studi Literatur

Penyusunan dapat menjadi lebih mudah apabila mahasiswa membuat matriks literatur sejak awal. Matriks tersebut dapat berisi identitas artikel, tujuan penelitian, metode, hasil, keterbatasan, serta relevansi terhadap penelitian.

Mahasiswa juga sebaiknya tidak langsung menulis setelah menemukan satu atau dua jurnal. Bacalah beberapa sumber terlebih dahulu agar dapat memahami pola penelitian yang sudah ada. Setelah gambaran literatur terbentuk, struktur pembahasan akan lebih mudah dibuat.

Gunakan kata kunci yang spesifik dan buat variasinya. Satu istilah dapat memiliki beberapa sinonim atau istilah akademik yang berbeda. Strategi pencarian yang baik dapat meningkatkan kemungkinan menemukan penelitian yang relevan.

Catat sumber setiap kali mengambil informasi. Kebiasaan tersebut dapat mengurangi risiko lupa mencantumkan sitasi dan membantu proses penyusunan daftar pustaka.

Selain itu, selalu periksa pedoman penulisan skripsi dari kampus. Ketentuan mengenai jumlah sumber, tahun publikasi, format sitasi, struktur bab, jenis jurnal, dan metode penelitian dapat berbeda antara program studi.

Rekomendasi Penerapan agar Analisis Lebih Kuat

Skripsi studi literatur akan lebih bernilai apabila analisis dilakukan dengan pendekatan yang terstruktur. Mahasiswa dapat membuat kategori berdasarkan tema penelitian, kemudian memasukkan setiap artikel ke dalam kategori yang sesuai.

Setelah pengelompokan dilakukan, bandingkan hasil penelitian antarartikel. Perhatikan apakah terdapat temuan yang konsisten, hasil yang bertentangan, perkembangan dari waktu ke waktu, atau aspek yang masih kurang diteliti.

Jika memungkinkan, gunakan tabel sintesis untuk melihat hubungan antarpenelitian. Tabel tersebut tidak hanya membantu peneliti bekerja secara sistematis, tetapi juga dapat menjadi dasar dalam menyusun narasi Bab 4.

Penerapan prinsip transparansi juga penting. Pembaca harus dapat memahami bagaimana sumber diperoleh, alasan artikel dipilih, bagaimana data dari literatur dianalisis, serta bagaimana kesimpulan dibangun.

Cara Menjaga Kualitas Akademik Skripsi Studi Literatur

Kualitas skripsi sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber yang digunakan. Prioritaskan jurnal ilmiah yang relevan, kredibel, dan memiliki hubungan langsung dengan fokus penelitian. Buku akademik dan dokumen resmi dapat digunakan sebagai pendukung ketika sesuai dengan kebutuhan penelitian.

Kualitas analisis juga perlu dijaga dengan menghindari bias konfirmasi. Jangan hanya mencari penelitian yang mendukung asumsi awal. Penelitian yang memberikan hasil berbeda dapat membantu menghasilkan pembahasan yang lebih objektif.

Plagiarisme juga harus dihindari. Mahasiswa perlu melakukan parafrase dengan benar dan tetap memberikan sitasi kepada sumber asli. Mengubah beberapa kata dari kalimat sumber tanpa memahami isinya bukanlah parafrase akademik yang baik.

Setiap kutipan, teori, data, atau gagasan yang berasal dari sumber lain harus dapat ditelusuri. Konsistensi sitasi dan daftar pustaka akan membuat skripsi lebih mudah diverifikasi dan meningkatkan kredibilitas penelitian.

Baca juga: Skripsi Berbasis Literatur: Pengertian, Jenis, dan Cara Menyusunnya

Kesimpulan

Membuat skripsi studi literatur dari Bab 1 hingga kesimpulan membutuhkan alur penelitian yang jelas. Prosesnya dimulai dengan menentukan topik dan fokus penelitian, menyusun latar belakang serta rumusan masalah, membangun kajian pustaka, menentukan metode pencarian dan seleksi literatur, melakukan analisis secara kritis, menyusun pembahasan, hingga menarik kesimpulan berdasarkan temuan.

Hal yang paling penting adalah memahami bahwa studi literatur bukan sekadar merangkum jurnal. Nilai akademiknya terletak pada kemampuan peneliti dalam membandingkan sumber, menemukan pola, mengidentifikasi research gap, mengevaluasi perbedaan temuan, dan menghasilkan sintesis yang dapat menjawab pertanyaan penelitian.

Dengan strategi yang sistematis, skripsi berbasis literatur dapat menjadi penelitian yang kuat meskipun tidak menggunakan data primer dari lapangan. Kunci keberhasilannya adalah pemilihan sumber yang berkualitas, metode yang transparan, analisis yang kritis, serta konsistensi antara rumusan masalah, tujuan, metode, hasil, pembahasan, dan kesimpulan.

SkripsiYuk! siap membantu Anda melalui layanan konsultasi akademik untuk penyusunan instrumen penelitian, operasionalisasi variabel, penyusunan kuesioner, pedoman wawancara, uji validitas dan reliabilitas, hingga pendampingan metodologi penelitian. Dengan bimbingan yang tepat, proses penyusunan skripsi, tesis, disertasi, maupun publikasi ilmiah dapat berjalan lebih efektif, sistematis, dan sesuai kaidah akademik. Segera konsultasikan kebutuhan Anda melalui WhatsApp atau Instagram untuk mendapatkan informasi program pendampingan yang sesuai.