
Menulis skripsi merupakan salah satu tantangan terbesar bagi mahasiswa di tingkat akhir. Salah satu bagian yang paling penting dalam penulisan skripsi adalah latar belakang. Latar belakang yang baik akan memberikan konteks yang jelas mengenai topik penelitian dan membantu pembaca memahami alasan di balik pemilihan topik tersebut. Artikel ini akan membahas cara membuat latar belakang skripsi kuantitatif yang efektif, lengkap dengan langkah-langkah dan tips praktis
Pengertian Latar Belakang Skripsi Kuantitatif
Latar belakang skripsi adalah bagian awal dari skripsi yang berfungsi untuk memberikan gambaran umum mengenai topik penelitian. Dalam konteks penelitian kuantitatif, latar belakang memiliki peran yang sangat penting karena harus mampu menjelaskan fenomena yang diteliti dengan menggunakan data dan fakta yang konkret. Peneliti perlu menyajikan bukti-bukti empiris yang mendukung keberadaan masalah atau fenomena yang menjadi fokus penelitian.
Selain itu, latar belakang harus menjelaskan dengan jelas mengapa topik tersebut penting untuk diteliti. Penjelasan ini bisa mencakup dampak dari masalah yang diteliti, kesenjangan pengetahuan yang ada, atau manfaat potensial dari hasil penelitian bagi bidang studi terkait atau masyarakat secara umum. Tujuan utama dari latar belakang adalah untuk memberikan konteks yang cukup sehingga pembaca memahami alasan dan urgensi dari penelitian yang dilakukan. Dengan demikian, pembaca dapat melihat relevansi dan kontribusi yang diharapkan dari penelitian tersebut, serta apa yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian tersebut. Hal ini membantu menempatkan penelitian dalam perspektif yang lebih luas dan menunjukkan bagaimana penelitian tersebut dapat memberikan nilai tambah atau solusi terhadap permasalahan yang ada.
Baca juga : Membahas Perbedaan Metode Penelitian Skripsi Kualitatif dan Kuantitatif
Cara Membuat Latar Belakang Skripsi Kuantitatif
Cara membuat latar belakang skripsi kuantitatif memerlukan beberapa langkah penting yang harus diikuti secara sistematis untuk menghasilkan latar belakang yang komprehensif dan meyakinkan. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diikuti:
1. Memahami Topik Penelitian
Langkah pertama dalam membuat latar belakang skripsi kuantitatif adalah Memahami topik penelitian sebelum memulai penelitian. Proses ini melibatkan identifikasi aspek-aspek kunci dari topik dan meninjau literatur terkait untuk memahami apa yang sudah diketahui dan apa yang masih perlu diselidiki. Tinjauan literatur yang cermat memungkinkan peneliti untuk melihat kerangka konseptual, metode, temuan, dan kesenjangan pengetahuan dalam topik tersebut. Dengan pemahaman yang kuat, peneliti dapat merumuskan pertanyaan penelitian yang relevan dan merancang pendekatan penelitian yang tepat, sehingga memastikan kontribusi yang signifikan terhadap literatur dan pemahaman tentang topik tersebut.
2. Lakukan Studi Pendahuluan
Studi pendahuluan adalah langkah penting untuk memahami konteks dari masalah penelitian. Anda perlu mencari dan meninjau literatur yang relevan dengan topik Anda. Hal ini akan membantu Anda menemukan celah penelitian atau gap yang dapat Anda jadikan alasan mengapa penelitian Anda penting untuk dilakukan. Studi pendahuluan juga membantu Anda memahami tren penelitian sebelumnya dan bagaimana penelitian Anda dapat berkontribusi pada pengetahuan yang ada.
3. Jelaskan Signifikansi Penelitian
Setelah mengidentifikasi masalah dan melakukan studi pendahuluan, langkah selanjutnya adalah menjelaskan signifikansi penelitian Anda. Anda perlu meyakinkan pembaca bahwa penelitian Anda memiliki nilai penting dan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap bidang ilmu yang Anda tekuni. Jelaskan bagaimana penelitian Anda dapat membantu memecahkan masalah yang ada atau memberikan wawasan baru yang bermanfaat.
4. Rumuskan Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian harus dirumuskan dengan jelas dalam latar belakang. Tujuan ini akan menjadi panduan utama bagi penelitian Anda. Dalam penelitian kuantitatif, tujuan biasanya terkait dengan pengukuran hubungan antar variabel, uji hipotesis, atau penjelasan fenomena berdasarkan data kuantitatif. Misalnya, tujuan penelitian bisa berupa “mengetahui pengaruh penggunaan media sosial terhadap kinerja akademik mahasiswa”.
5. Susun Kerangka Teoretis
Kerangka teoretis adalah dasar teoritis yang akan digunakan dalam penelitian Anda. Dalam bagian ini, Anda perlu menjelaskan teori-teori yang relevan dengan topik penelitian dan bagaimana teori tersebut mendukung penelitian Anda. Kerangka teoretis ini akan membantu Anda dalam merumuskan hipotesis dan merancang metode penelitian.
6. Tentukan Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan dugaan sementara yang akan diuji dalam penelitian. Dalam penelitian kuantitatif, hipotesis biasanya berbentuk hubungan antara dua atau lebih variabel. Misalnya, hipotesis penelitian bisa berupa “ada pengaruh signifikan antara penggunaan media sosial dan kinerja akademik mahasiswa”. Hipotesis harus dirumuskan berdasarkan kerangka teoretis dan data yang telah dikumpulkan pada tahap studi pendahuluan.
7. Gambarkan Metode Penelitian
Walaupun metode penelitian akan dijelaskan lebih detail pada bagian metode, namun dalam latar belakang, Anda perlu memberikan gambaran umum mengenai metode yang akan digunakan. Jelaskan secara singkat jenis penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, serta teknik analisis data yang akan digunakan. Hal ini akan memberikan gambaran kepada pembaca mengenai bagaimana penelitian akan dilakukan.

Contoh Latar Belakang Penelitian
1. Latar Belakang
Kesejahteraan mental remaja menjadi perhatian serius di era digital saat ini, di mana penggunaan media sosial semakin meluas di kalangan remaja. Media sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari remaja, memberikan akses tak terbatas kepada informasi, interaksi sosial, dan hiburan. Namun, bersamaan dengan manfaatnya, penggunaan media sosial juga telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan mental, seperti depresi, kecemasan, dan gangguan tidur.
2. Pentingnya Penelitian
Penelitian ini memiliki relevansi yang penting dalam upaya untuk memahami dampak media sosial terhadap kesejahteraan mental remaja. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga bagi para orangtua, pendidik, dan praktisi kesehatan mental dalam mengembangkan strategi yang efektif untuk mengelola penggunaan media sosial remaja dan mempromosikan kesejahteraan mental mereka.
3.Identifikasi Masalah:
Meskipun banyak penelitian telah menyoroti hubungan antara penggunaan media sosial dan kesejahteraan mental, masih ada kebutuhan akan penelitian yang lebih mendalam, terutama dalam konteks remaja. Masih belum jelas seberapa besar pengaruh penggunaan media sosial terhadap kesejahteraan mental remaja, apakah ada perbedaan dalam dampaknya berdasarkan jenis media sosial yang digunakan, dan faktor-faktor apa saja yang dapat memoderasi hubungan tersebut.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Skripsi Kuantitatif
-
Latar belakang skripsi memuat apa?
Latar belakang skripsi memberikan landasan penting untuk penelitian dengan menguraikan konteks, pentingnya topik, dan justifikasi penelitian. Ini mencakup pemahaman tentang kondisi sosial, ekonomi, atau politik yang relevan dengan topik penelitian, serta argumen tentang nilai dan urgensi penelitian tersebut. Tinjauan literatur menyajikan pemahaman tentang pengetahuan yang sudah ada, kesenjangan yang perlu diisi, dan pengaruhnya terhadap pendekatan penelitian. Justifikasi penelitian memberikan alasan mengapa penelitian diperlukan, seringkali dengan menyoroti kesenjangan pengetahuan atau masalah yang belum terpecahkan. Dengan demikian, latar belakang skripsi membantu memahami pentingnya topik penelitian dan memberikan kerangka yang kuat bagi penelitian yang akan dilakukan.
-
Apa perbedaan antara penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif?
Perbedaan antara penelitian kualitatif dan kuantitatif terletak pada pendekatan pengumpulan dan analisis data serta tujuan penelitian. Penelitian kualitatif menekankan pemahaman mendalam dengan data deskriptif seperti wawancara dan observasi, sementara kuantitatif menggunakan data numerik yang diukur secara objektif seperti survei atau eksperimen. Sifat data kualitatif bersifat deskriptif dan sulit diukur, sementara data kuantitatif bersifat numerik. Analisis data kualitatif melibatkan interpretasi dan pengelompokan, sementara kuantitatif menggunakan pendekatan statistik. Tujuan penelitian kualitatif adalah memahami kompleksitas fenomena, sementara kuantitatif bertujuan untuk membuat generalisasi tentang populasi.
Baca juga :Langkah-langkah Praktis Menyusun Bab Metode Penelitian Skripsi
Kesimpulan
Membuat latar belakang skripsi kuantitatif yang efektif memerlukan pemahaman yang mendalam tentang topik yang diteliti, kemampuan untuk mengidentifikasi masalah secara jelas, serta kemampuan untuk menyajikan data yang relevan. Langkah-langkah yang telah dijelaskan di atas dapat membantu peneliti dalam menyusun latar belakang yang kuat dan informatif. Dengan latar belakang yang baik, peneliti dapat memberikan landasan yang kokoh bagi penelitian mereka dan menarik perhatian pembaca sejak awal.
Bagi Anda yang memiliki kesulitan dalam mengerjakan skripsi dan membutuhkan jasa bimbingan skripsi dapat menghubungi Admin SkripsiYuk dan dapatkan layanan terbaik dari kami.
Penulis : Dona

