Cara Membuat Kesimpulan Skripsi yang Benar: Struktur, Tips, dan Contohnya

Menulis skripsi merupakan tahapan akhir yang harus dilalui mahasiswa sebelum memperoleh gelar sarjana. Di antara berbagai bagian dalam skripsi, bab penutup sering kali dianggap sebagai bagian yang paling mudah karena berada di akhir proses penelitian. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Salah satu komponen terpenting dalam bab penutup adalah kesimpulan, yang menjadi representasi akhir dari seluruh proses penelitian yang telah dilakukan.

Kesimpulan bukan sekadar rangkuman isi skripsi atau pengulangan pembahasan pada bab sebelumnya. Bagian ini berfungsi untuk menjawab rumusan masalah berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan. Dengan kata lain, kualitas kesimpulan mencerminkan sejauh mana penelitian mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan sejak awal.

Tidak sedikit mahasiswa yang mengalami kesulitan saat menyusun kesimpulan skripsi. Ada yang hanya menyalin kembali isi pembahasan, ada pula yang justru memasukkan informasi baru yang belum pernah dibahas sebelumnya. Kesalahan-kesalahan tersebut dapat mengurangi kualitas karya ilmiah dan berpotensi menjadi catatan saat sidang skripsi.

Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari cara membuat kesimpulan skripsi yang benar, mulai dari pengertian, fungsi, struktur, langkah penyusunan, contoh, hingga berbagai tips agar kesimpulan menjadi lebih sistematis, ilmiah, dan mudah dipahami.

Cara membuat kesimpulan

Apa Itu Kesimpulan Skripsi?

Kesimpulan skripsi adalah bagian akhir dari penelitian yang berisi jawaban atas rumusan masalah berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan. Kesimpulan disusun secara ringkas, jelas, dan langsung mengarah pada temuan utama penelitian tanpa menambahkan pembahasan baru.

Dalam penelitian ilmiah, kesimpulan memiliki fungsi sebagai penegasan terhadap hasil penelitian. Oleh karena itu, isi kesimpulan harus benar-benar berasal dari data yang telah dianalisis pada bab hasil dan pembahasan. Penulis tidak diperkenankan memasukkan asumsi, pendapat pribadi, maupun teori baru yang belum dibahas sebelumnya.

Kesimpulan juga menjadi bagian yang pertama kali dibaca oleh sebagian dosen penguji atau pembaca untuk mengetahui inti hasil penelitian. Karena itu, penyusunannya harus mampu menggambarkan keseluruhan penelitian secara singkat, padat, dan tetap mencerminkan kualitas analisis yang telah dilakukan.

Mengapa Kesimpulan Skripsi Sangat Penting?

Kesimpulan memiliki peran yang sangat penting karena menjadi penutup dari keseluruhan proses penelitian. Bagian ini memberikan gambaran kepada pembaca mengenai hasil akhir penelitian tanpa harus membaca seluruh isi skripsi secara rinci.

Selain itu, kesimpulan berfungsi sebagai indikator apakah tujuan penelitian telah tercapai. Jika rumusan masalah berhasil dijawab secara jelas, maka penelitian dapat dikatakan telah memenuhi salah satu tujuan utamanya.

Bagi dosen penguji, kesimpulan juga menjadi salah satu aspek yang dinilai dalam sidang skripsi. Kesimpulan yang baik menunjukkan bahwa mahasiswa memahami hubungan antara tujuan penelitian, metode yang digunakan, analisis data, hingga hasil penelitian yang diperoleh.

Di sisi lain, kesimpulan yang kurang tepat sering kali menimbulkan pertanyaan lanjutan. Misalnya, apabila isi kesimpulan tidak sesuai dengan hasil analisis atau justru bertentangan dengan pembahasan yang telah disampaikan sebelumnya.

Fungsi Kesimpulan dalam Skripsi

Kesimpulan tidak hanya berfungsi sebagai penutup penelitian, tetapi juga memiliki beberapa peran penting dalam penyusunan karya ilmiah.

Berikut fungsi utama kesimpulan skripsi.

Fungsi Penjelasan
Menjawab rumusan masalah Menyampaikan jawaban berdasarkan hasil penelitian.
Menunjukkan pencapaian tujuan penelitian Menjelaskan apakah tujuan penelitian telah terpenuhi.
Merangkum temuan utama Menyampaikan inti hasil penelitian secara singkat.
Menjadi penutup penelitian Memberikan akhir yang logis terhadap keseluruhan pembahasan.
Menjadi dasar penyusunan saran Kesimpulan menjadi landasan dalam memberikan rekomendasi penelitian selanjutnya.

Melalui fungsi-fungsi tersebut, dapat dipahami bahwa kesimpulan bukan sekadar formalitas dalam penyusunan skripsi, melainkan bagian penting yang memperlihatkan kualitas keseluruhan penelitian.

Karakteristik Kesimpulan Skripsi yang Baik

Kesimpulan yang baik memiliki sejumlah karakteristik yang membedakannya dari sekadar ringkasan pembahasan.

  1. Kesimpulan harus menjawab seluruh rumusan masalah yang telah dirumuskan pada bab pendahuluan. Jangan sampai ada rumusan masalah yang tidak mendapatkan jawaban dalam kesimpulan.
  2. Seluruh isi kesimpulan harus berasal dari hasil penelitian yang telah dibahas sebelumnya. Hindari memasukkan teori, data, atau informasi baru yang belum pernah dijelaskan pada bab hasil dan pembahasan.
  3. Gunakan bahasa yang singkat, jelas, dan padat. Kesimpulan tidak perlu menjelaskan proses penelitian secara rinci karena pembaca telah memperoleh informasi tersebut pada bab sebelumnya.
  4. Susun kesimpulan secara sistematis sesuai urutan tujuan penelitian atau rumusan masalah. Cara ini membuat pembaca lebih mudah memahami hubungan antara masalah penelitian dengan hasil yang diperoleh.
  5. Gunakan bahasa ilmiah yang objektif. Hindari penggunaan kalimat yang bersifat spekulatif atau emosional karena kesimpulan harus didasarkan pada fakta hasil penelitian.

Perbedaan Kesimpulan dan Ringkasan

Masih banyak mahasiswa yang menganggap kesimpulan sama dengan ringkasan. Padahal, keduanya memiliki tujuan yang berbeda.

Perbedaan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.

Aspek Kesimpulan Ringkasan
Tujuan Menjawab rumusan masalah Merangkum isi pembahasan
Dasar penulisan Hasil analisis penelitian Isi setiap bab
Isi Temuan utama penelitian Gambaran umum penelitian
Pendekatan Analitis Deskriptif
Informasi baru Tidak diperbolehkan Tidak diperlukan

Dari tabel tersebut terlihat bahwa kesimpulan lebih menekankan pada hasil akhir penelitian, sedangkan ringkasan hanya menyampaikan isi pembahasan secara singkat.

Baca juga: Artikel Ilmiah Dari Skripsi Cara Mengubah Dengan Mudah

Meskipun setiap perguruan tinggi memiliki pedoman penulisan yang berbeda, secara umum struktur kesimpulan skripsi memiliki pola yang hampir sama.

Bagian pertama diawali dengan pernyataan umum mengenai tujuan penelitian. Penulis dapat mengingatkan kembali secara singkat fokus penelitian yang dilakukan.

Bagian berikutnya berisi jawaban terhadap setiap rumusan masalah. Jawaban tersebut disusun berdasarkan hasil analisis data, bukan berdasarkan teori semata. Apabila penelitian memiliki beberapa tujuan, maka setiap tujuan dijawab secara berurutan.

Selanjutnya, penulis dapat menyampaikan temuan utama penelitian yang memiliki nilai kebaruan atau memberikan kontribusi tertentu terhadap bidang ilmu yang diteliti. Bagian ini tidak harus panjang, tetapi mampu menunjukkan manfaat hasil penelitian.

Pada beberapa pedoman penulisan skripsi, kesimpulan juga dapat memuat implikasi penelitian secara singkat sebelum dilanjutkan dengan bagian saran. Namun, apabila pedoman kampus memisahkan implikasi dan saran, maka kesimpulan cukup difokuskan pada jawaban atas tujuan penelitian.

Langkah-Langkah Membuat Kesimpulan Skripsi

Agar kesimpulan tersusun dengan baik, proses penulisannya perlu dilakukan secara bertahap.

  1. Membaca kembali rumusan masalah dan tujuan penelitian. Hal ini penting agar isi kesimpulan benar-benar menjawab pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan pada bab pendahuluan.
  2. Meninjau kembali hasil analisis pada bab pembahasan. Tandai temuan-temuan utama yang secara langsung berkaitan dengan rumusan masalah.
  3. Menyusun jawaban terhadap setiap rumusan masalah menggunakan bahasa yang ringkas. Hindari menyalin seluruh isi pembahasan karena kesimpulan hanya memuat inti hasil penelitian.
  4. Memastikan seluruh pernyataan didukung oleh hasil penelitian. Jangan menambahkan opini pribadi atau informasi yang belum pernah dibahas.
  5. Lakukan proses penyuntingan untuk memastikan kalimat mudah dipahami, tidak bertele-tele, serta memiliki hubungan yang logis antara satu paragraf dengan paragraf berikutnya.

Contoh Kesimpulan Skripsi

Sebagai ilustrasi, misalkan penelitian bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran digital terhadap motivasi belajar mahasiswa.

Contoh kesimpulan yang tepat adalah sebagai berikut.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran digital memberikan pengaruh positif terhadap motivasi belajar mahasiswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa yang memanfaatkan media digital secara aktif memiliki tingkat motivasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Selain itu, kemudahan akses materi, interaktivitas media, dan fleksibilitas waktu belajar menjadi faktor utama yang mendukung peningkatan motivasi tersebut. Dengan demikian, tujuan penelitian telah tercapai dan seluruh rumusan masalah berhasil dijawab berdasarkan hasil analisis yang dilakukan.”

Contoh tersebut menunjukkan bahwa kesimpulan berfokus pada temuan utama penelitian tanpa mengulang seluruh pembahasan maupun menambahkan informasi baru.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menulis Kesimpulan Skripsi

Meskipun kesimpulan berada pada bagian akhir skripsi, proses penyusunannya tidak boleh dianggap sepele. Banyak mahasiswa kehilangan poin penilaian karena melakukan kesalahan yang sebenarnya dapat dihindari. Memahami berbagai kesalahan tersebut akan membantu Anda menghasilkan kesimpulan yang lebih berkualitas dan sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah.

  1. Kesalahan pertama yang paling sering ditemukan adalah mengulang isi pembahasan secara utuh. Kesimpulan bukan tempat untuk menyalin kembali uraian pada Bab IV. Yang perlu ditampilkan hanyalah inti hasil penelitian yang secara langsung menjawab rumusan masalah. Apabila isi kesimpulan terlalu panjang dan dipenuhi penjelasan yang sudah dibahas sebelumnya, pembaca akan kesulitan menemukan poin utama penelitian.
  2. Kesalahan kedua adalah menambahkan informasi baru. Sebagian mahasiswa memasukkan teori tambahan, hasil analisis baru, atau bahkan data yang belum pernah dibahas sebelumnya. Hal ini tidak dibenarkan karena seluruh isi kesimpulan harus berasal dari hasil penelitian yang telah dipaparkan pada bab hasil dan pembahasan.
  3. Kesalahan berikutnya adalah tidak menjawab seluruh rumusan masalah. Jika penelitian memiliki tiga rumusan masalah, maka ketiganya harus memperoleh jawaban dalam kesimpulan. Mengabaikan salah satu rumusan masalah dapat menunjukkan bahwa tujuan penelitian belum tercapai secara menyeluruh.
  4. Selain itu, masih banyak penulis yang menggunakan kalimat terlalu panjang dan berbelit-belit. Kesimpulan justru harus disusun secara efektif, ringkas, dan langsung pada inti pembahasan. Kalimat yang sederhana tetapi tepat sasaran akan lebih mudah dipahami dibandingkan uraian yang terlalu panjang.
  5. Kesalahan lainnya adalah menggunakan bahasa yang bersifat subjektif, seperti “menurut penulis” atau “penulis merasa”. Dalam karya ilmiah, kesimpulan harus bersifat objektif dan didasarkan pada hasil analisis data, bukan pada opini pribadi.

Tips Menulis Kesimpulan Skripsi yang Berkualitas

Agar kesimpulan mampu memberikan kesan yang baik kepada pembaca maupun dosen penguji, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan selama proses penulisan.

  1. Tulislah kesimpulan setelah seluruh bab pembahasan selesai direvisi. Dengan demikian, Anda dapat memastikan bahwa seluruh temuan penelitian yang telah diperbaiki tercermin dalam kesimpulan.
  2. Gunakan rumusan masalah sebagai panduan utama. Cara paling mudah adalah membuat daftar seluruh rumusan masalah, kemudian menuliskan jawaban singkat berdasarkan hasil analisis untuk masing-masing poin tersebut.
  3. Gunakan bahasa yang lugas dan ilmiah. Hindari penggunaan kalimat yang terlalu panjang atau dipenuhi istilah yang tidak diperlukan. Kesimpulan yang baik lebih mengutamakan kejelasan dibandingkan kerumitan bahasa.
  4. Fokus pada hasil penelitian, bukan proses penelitian. Penjelasan mengenai metode, teknik pengumpulan data, maupun tahapan analisis tidak perlu diulang kecuali benar-benar berkaitan dengan temuan utama.
  5. Lakukan pengecekan ulang antara kesimpulan dengan isi pembahasan. Pastikan setiap pernyataan dalam kesimpulan memiliki dasar yang jelas pada bab hasil dan pembahasan sehingga tidak muncul inkonsistensi.

Cara Menyesuaikan Kesimpulan Berdasarkan Jenis Penelitian

Penyusunan kesimpulan juga perlu disesuaikan dengan pendekatan penelitian yang digunakan. Meskipun prinsip dasarnya sama, fokus penyampaiannya dapat berbeda.

Pada penelitian kuantitatif, kesimpulan lebih menekankan pada hasil pengujian hipotesis atau hubungan antarvariabel. Penulis dapat menjelaskan apakah hipotesis diterima atau ditolak serta apa makna dari hasil tersebut terhadap tujuan penelitian.

Dalam penelitian kualitatif, kesimpulan biasanya berisi interpretasi terhadap fenomena yang diteliti. Penulis menekankan makna, pola, atau konsep yang ditemukan selama proses penelitian berdasarkan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, atau dokumentasi.

Sementara itu, penelitian dengan metode campuran (mixed methods) menggabungkan kedua pendekatan tersebut. Kesimpulan perlu mengintegrasikan hasil analisis kuantitatif dan kualitatif sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap permasalahan penelitian.

Menyesuaikan gaya penulisan kesimpulan dengan jenis penelitian akan membuat isi skripsi lebih konsisten dan sesuai dengan karakteristik metodologi yang digunakan.

konsultasi skripsi

Checklist Sebelum Menyelesaikan Kesimpulan Skripsi

Sebelum menyatakan bahwa kesimpulan telah selesai ditulis, lakukan pemeriksaan kembali menggunakan daftar berikut. Langkah ini membantu memastikan tidak ada bagian penting yang terlewat.

Pertanyaan Pemeriksaan Sudah
Apakah seluruh rumusan masalah telah dijawab? □
Apakah isi kesimpulan berasal dari hasil penelitian? □
Apakah tidak ada teori atau data baru yang dimasukkan? □
Apakah bahasa yang digunakan singkat, jelas, dan ilmiah? □
Apakah setiap pernyataan didukung oleh pembahasan pada bab sebelumnya? □
Apakah kesimpulan tersusun sesuai urutan tujuan penelitian? □
Apakah telah dilakukan pemeriksaan tata bahasa dan ejaan? □

Checklist tersebut dapat digunakan sebagai panduan sederhana sebelum skripsi dikumpulkan atau diajukan untuk sidang. Dengan melakukan pengecekan secara sistematis, peluang terjadinya kesalahan dapat diminimalkan.

Rekomendasi Agar Bab Penutup Lebih Berkualitas

Kesimpulan yang baik akan semakin kuat apabila didukung oleh bagian saran yang relevan. Oleh karena itu, setelah menyusun kesimpulan, pastikan bagian saran juga disusun berdasarkan temuan penelitian.

Saran tidak boleh bersifat umum atau tidak berkaitan dengan hasil penelitian. Misalnya, jika penelitian menemukan bahwa penggunaan media pembelajaran digital meningkatkan motivasi belajar, maka saran dapat diarahkan kepada institusi pendidikan untuk mengoptimalkan pemanfaatan media digital dalam proses pembelajaran.

Selain itu, manfaatkan masukan dari dosen pembimbing selama proses revisi. Sering kali terdapat penyesuaian kecil pada hasil penelitian yang perlu diikuti dengan perubahan pada kesimpulan agar keduanya tetap selaras.

Terakhir, biasakan membaca kembali kesimpulan dari sudut pandang pembaca. Tanyakan kepada diri sendiri apakah seseorang yang hanya membaca bagian kesimpulan sudah dapat memahami hasil utama penelitian. Jika jawabannya belum, berarti masih ada bagian yang perlu diperbaiki.

Baca juga: Pendekatan Ilmiah dalam Pengembangan Pengetahuan

Kesimpulan

Cara membuat kesimpulan skripsi yang benar tidak hanya bergantung pada kemampuan merangkum hasil penelitian, tetapi juga pada kemampuan menjawab rumusan masalah secara jelas, logis, dan didukung oleh hasil analisis yang telah dilakukan. Kesimpulan harus menjadi representasi akhir dari penelitian yang mampu menunjukkan bahwa tujuan penelitian telah tercapai.

Dalam penyusunannya, kesimpulan perlu disusun secara sistematis, menggunakan bahasa ilmiah yang ringkas, serta menghindari pengulangan pembahasan maupun penambahan informasi baru. Penulis juga perlu memastikan bahwa setiap pernyataan memiliki dasar yang kuat pada hasil penelitian sehingga tidak menimbulkan inkonsistensi.

Dengan memahami struktur, langkah penyusunan, karakteristik, serta berbagai kesalahan yang perlu dihindari, mahasiswa dapat menghasilkan kesimpulan skripsi yang lebih berkualitas. Kesimpulan yang baik tidak hanya mempermudah pembaca memahami hasil penelitian, tetapi juga memberikan nilai tambah terhadap keseluruhan kualitas karya ilmiah.

Menyusun kesimpulan skripsi sering kali tampak mudah, tetapi dalam praktiknya banyak mahasiswa mengalami kesulitan untuk merangkai hasil penelitian menjadi jawaban yang singkat, sistematis, dan sesuai dengan kaidah akademik. Belum lagi proses revisi dari dosen pembimbing yang membutuhkan ketelitian dalam menyesuaikan isi kesimpulan dengan pembahasan.

Jika Anda sedang menyelesaikan skripsi, tesis, disertasi, maupun artikel ilmiah dan membutuhkan pendampingan, skripsiyuk! siap membantu melalui layanan konsultasi akademik yang profesional. Pendampingan mencakup penyusunan bab penutup, penyempurnaan tinjauan pustaka, pengelolaan sitasi dan daftar pustaka, analisis data, hingga persiapan publikasi ilmiah.

Dengan bimbingan yang tepat, proses penyusunan karya ilmiah dapat menjadi lebih terarah, efisien, dan sesuai dengan standar akademik yang berlaku. Bersama skripsiyuk!, Anda dapat lebih fokus mengembangkan kualitas penelitian sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam menghadapi proses seminar maupun sidang akhir.