Apakah kamu sering mendengar tentang analisis konten? Umumnya analisi konten atau disebut juga dengan analisis wacana/isi dilakukan ketika melihat cuplikan atau isi berita di televisi atau surat kabar. Nah, kamu pasti mengamati isi atau wacana dalam cuplikan berita tersebut. Sederhananya analisis konten atau wacana umumnya dilakukan oleh seorang peneliti atau pengamat pada kejadian atau peristiwa yang menarik dan unik.
Kenal Lebih Jauh Analisis Konten/Wacana
Manusia memiliki banyak aktivitas dalam kehidupanya. Dalam aktivitas tersebut kadang-kadang (bahkan harus) terdokumentasikan baik itu tercatat secara pribadi, melalui media cetak atau elektronik. Analisis konten dapat diartikan sebagai suatu teknik penelitian ilmiah yang ditujukan untuk mendeskripsikan atau menggambaran karakteristik konten dan menarik inferensi dari konten yang ada. Analisis isi (content analysis) adalah penelitian yang bersifat pembahasan mendalam terhadap isi suatu informasi tertulis atau tercetak dalam media massa. Menurut Harold D. Lasswell, yang memelopori teknik symbol coding, yaitu mencatat lambang atau pesan secara sistematis, kemudian diberi interpretasi.
Contoh analisis isi adalah misalnya kita ingin mengetahui apakah lagu-lagu anak Indonesia saat ini relevan dengan perkembangan psikologi yang positif atau sebaliknya, atau apakah pidato tokoh politik tertentu cenderung menggunakan kata-kata yang abstrak sehingga muncul banyak tafsir bagi masyarkat dan masih banyak lagi yang lainnya. Nah, dari sini pasti kamu sudah pensaran sekali ya tentang analisis konten, tujuan, bahkan langkah-langkah dalam melakukan konten analisis yang sesuai dengan metode ilmiah. Melaui artikel ni kita akan bahas secara detail. So, perhatikan dengan baik, ya!
Pengertian Analisis Konten
Analisis Isi atau sering disebut sebagai “Content Analysis” merupakan salah satu metode penelitian yang sangat penting dalam ilmu-ilmu sosial dan humaniora. Ia berusaha memahami isi teks dengan melihatnya sebagai gejala simbolik, bukan sekadar kumpulan cerita atau peristiwa yang satu dengan lainnya tidak saling berhubungan. Secara lebih spesifik, analisis isi digunakan untuk menganalisis pesan teks secara utuh dengan penekanan pada bagaimana simbol-simbol yang ada pada komunikasi terbaca dalam interaksi sosial. Menurut Barelson (Zuchdi, 1993) analisis konten adalah suatu teknik penelitian untuk menghasilkan deskripsi yang objektif dan sistematik mengenai isi yang terkandung dalam media komunikasi. Analisis konten juga dimaknai sebagai teknik yang sistematis untuk menganalisis makna pesan dan cara mengungkapkan pesan.
Tujuan Analisi Konten
Analisis konten bertujuan untuk memahami dan mengevaluasi isi dari sebuah materi atau konten. Dengan melakukan analisis konten, penulis atau pembuat konten dapat mengetahui apakah konten tersebut sudah sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan atau belum. Adapun menurut Zuchdi (1993) tujuan analisis konten Mendeskripsikan kecenderungan isi komunikasi/pesan, Melacak perkembangan ilmu, Mendeteksi keberadaan propaganda atau ideologi terselubung, dan Mengidentifikasikan maksud dan sifat komunikator/penulis.
Syarat Penggunaan Analisi Konten
Bagi kamu yang saat ini sedang berjuang mengerjakan skripsi dan ingin menggunakan konten analisis sebagai pisau bedahnya, ada tiga tips yang harus kamu ketahui dan tips ini merupakan syarat agar kamu bisa menggunakan analisis konten. Hal tersebut dikarenakan analisis konten tidak dapat digunakan pada semua penelitian sosial. Analisis isi dapat dipergunakan jika memiliki syarat 1) data yang tersedia sebagian besar terdiri dari bahan-bahan yang terdokumentasi (buku, surat kabar, pita rekaman, naskah/manuscript), 2) terdapat keterangan pelengkap atau kerangka teori tertentu yang menerangkan tentang dan sebagai metode pendekatan terhadap data tersebut, dan 3) Peneliti memiliki kemampuan teknis untuk mengolah data-data yang dikumpulkannya karena sebagian dokumentasi tersebut bersifat sangat spesifik (Krippendorff,1980).
Langkah-Langkah Analisi Konten
Sebagai metode yang sistematis, analisis isi mengikuti suatu proses tertentu. Tahapan analisis konten atau wacana yang dapat kamu gunakan dalam adalah merumuskan masalah penelitian, melakukan studi pustaka, menentukan unit observasi dan unit analisis, menentukan sampel dan variabel, membuat kategorisasi dan pedoman pengkodingan, mengumpulkan data, melakukan koding data, dan mengolah data.
Bagi kamu yang tertarik melakukan penelitian analsisi konten beberapa hal yang diperhatikan peneliti ialah teks adalah karena makna itu sangat tergantung pada konteks dan subjektif, sebuah teks sederhana berupa kata, misalnya, secara kualitatif dapat diinterpretasikan dengan bermacam-macam makna oleh peneliti berbeda. Di sini keandalan penilaian oleh peneliti sangat penting. Expertise seorang peneliti dipertaruhkan karena kebenaran merupakan sesuatu yang diperjuangkan oleh setiap ilmu pengetahuan, maka adalah kewajiban peneliti untuk berusaha keras memperolehnya atas dasar cara dan prosedur ilmiah yang berlaku. Untuk itu aspek-aspek seperti validitas, kredibilitas, reliabilitas dan konfirmabilitas data mutlak diperlukan untuk memperoleh hasil yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah [Kart/ka].
Sumber
Rahardjo, Mudjia. 2019. Analisis Isi (Content Analysis) dalam Penelitian Kualitatif. Diakses melalui uin-malang.ac.id).
Krippendorff, Klaus. 1980. Analisis Isi: Pengantar Teori dan Metodologi (alih bahasa oleh Farid Wajidi). Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Zuchdi, Darmiyati. 1993. Panduan Penelitian Analisis Konten. Yogyakarta: Lembaga Penelitian IKIP Yogyakarta.

