10 Tips Penelitian Kuantitatif untuk Skripsi

Hai, Sobat akademika! Ketemu lagi dalam trik and tips cepat lulus. Kali ini langsung saja kita akan membahas tentang penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah strategi yang melibatkan pengumpulan data numerik, pandangan deduktif tentang hubungan antara teori dan penelitian, preferensi untuk pendekatan ilmu pengetahuan alam (dan khususnya untuk positivisme), dan konsepsi objektivis tentang realitas sosial. Penting untuk dicatat bahwa penelitian kuantitatif berarti lebih dari sekadar kuantifikasi aspek-aspek kehidupan sosial, tetapi juga memiliki posisi epistemologis dan ontologis yang berbeda yang membedakannya dari penelitian kualitatif.

Initinya kuantitatif adalah jenis penelitian yang datanya berupa angka-angka yang nanti akan kita uji dan kita deskripsikan dan bahas panjang lebar di bab pembahasan. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang tips melaksanakan penelitian kuantitatif untuk skripsi yang benar, simak artikel ini ya!

1. Teori

Yang pertama, tentukan teori kalian dulu, ya. Fakta bahwa penelitian kuantitatif dimulai dengan teori menandakan pendekatan deduktif yang luas terhadap hubungan antara teori dan penelitian. Dalam penelitian kuantitatif, teori menentukan arah pencarian kebenaran penelitian, karena teori berfungsi sebagai sumber hipotesis dan panduan pengumpulan data. Sebagai sumber hipotesis, teori memandu pengujian yang dilakukan dalam penelitian. Teori juga berfungsi untuk memandu pengumpulan data. Data yang akan dikumpulkan digunakan untuk menguji hipotesis berdasarkan teori.

Pengumpulan data dalam penelitian kuantitatif dilakukan dengan pengukuran. Dalam mengembangkan instrumen pengukuran, teori memandu terciptanya definisi yang jelas tentang variabel yang akan diukur. Unsur-unsur instrumen pengukuran dikembangkan berdasarkan definisi konsep, operasional, indikator, dan jaringan instrumen. So, guys, ayo dibaca bukunya lagi ya, untuk menentukan teori yang cocok untuk penelitianmu

2. Hipotesis

Merupakan garis besar umum dari langkah-langkah utama penelitian kuantitatif yang menunjukkan bahwa hipotesis disimpulkan dari teori dan diuji. Namun, banyak penelitian kuantitatif yang tidak memerlukan spesifikasi hipotesis, dan sebaliknya, teori bertindak secara longgar sebagai seperangkat masalah yang berkaitan dengan cara peneliti sosial mengumpulkan data. Spesifikasi hipotesis yang akan diuji sangat mungkin ditemukan dalam penelitian eksperimental, tetapi sering juga ditemukan dalam penelitian survei, yang biasanya didasarkan pada desain cross-sectional.

3. Desain Penelitian

Langkah ketiga dalam penelitian kuantitatif adalah pemilihan desain penelitian yang berpengaruh pada berbagai masalah, seperti sejauh mana alat ukur yang sudah ada  sampai pada temuan mereka dan kemampuan peneliti untuk menghubungkan sebab akibat dengan temuan mereka.

4. Mengoperasionalkan Konsep

Selanjutnya, mengoperasionalkan konsep yaitu proses di mana peneliti merancang ukuran konsep yang ingin diselidiki. Hal ini biasanya melibatkan penguraian konsep-konsep sosiologis yang abstrak menjadi ukuran-ukuran yang lebih spesifik yang dapat dengan mudah dipahami oleh para responden.

Sebagai contoh, ‘kelas sosial’ dapat dioperasionalkan menjadi ‘pekerjaan’ dan ‘kekuatan kepercayaan agama’ dapat diukur dengan menggunakan serangkaian pertanyaan tentang ‘gagasan tentang Tuhan’ dan ‘kehadiran di layanan keagamaan. Jadi gays, kalian harus bisa mengkategorikan variabel kalian ya itu termasuk variabel apa.

5. Pemilihan Lokasi Penelitian

Pada eksperimen laboratorium, lokasi penelitian sudah ditentukan, pada eksperimen lapangan, hal ini akan melibatkan pemilihan lokasi lapangan, seperti sekolah atau pabrik, sedangkan pada penelitian survei, pemilihan lokasi mungkin lebih bervariasi. Faktor praktis dan etika akan menjadi faktor pembatas dalam pemilihan lokasi penelitian. Tentu saja beberapa penelitian dapat dilakukan di lebih dari satu lokasi.

Selain itu, pastikan bahwa data yang dibutuhkan dapat diambil atau karena jika tidak, akan memungkinkan kalian tidak mendapatkan data sama sekali. Pastikan kalau data yang bersifat krusial seperti laporan keuangan kalian dapat mengatakan kepada finance atau direktur yang bersangkutan bahwa data yang diminta akan dipergunakan untuk peneletian dan akan dirahasiakan nama perusahaannya.

6. Pemilihan Responden

Langkah keenam adalah ‘memilih sampel peserta’ untuk ambil bagian dalam penelitian – yang dapat melibatkan sejumlah teknik pengambilan sampel, tergantung pada hipotesis, serta faktor praktis dan etika. Jika hipotesis membutuhkan perbandingan antara dua kelompok yang berbeda (pria dan wanita misalnya), maka sampel harus mencerminkan hal ini.

Langkah keenam mungkin mendahului langkah kelima – jika Anda hanya ingin meneliti ‘tingkat pelabelan guru di sekolah-sekolah di London’, maka Anda hanya terbatas pada sekolah-sekolah di London sebagai tempat penelitian.

7. Pengumpulan Data

Langkah ketujuh, pengumpulan data, adalah apa yang mungkin dianggap kebanyakan orang sebagai hal mudah. Dalam penelitian eksperimental, hal ini mungkin melibatkan pra-pengujian responden, memanipulasi variabel independen untuk kelompok eksperimen, dan kemudian melakukan pengujian pasca-pengujian terhadap responden.buat validitas dlu untuk uji prasyarat kalau sudah valid baru uji hipotesisnya ya.

Dalam penelitian cross-sectional yang menggunakan survei, hal ini akan melibatkan wawancara dengan anggota sampel melalui wawancara terstruktur atau menggunakan kuesioner yang sudah dikodekan sebelumnya. Untuk penelitian observasional, hal ini akan melibatkan pengamatan terhadap lingkungan dan perilaku orang-orang dan kemudian menetapkan kategori untuk setiap elemen perilaku.

8. Analisis Data

Pada langkah kesembilan yaitu menganalisis data, peneliti menggunakan sejumlah teknik statistik untuk mencari korelasi yang signifikan antar variabel, untuk melihat apakah satu variabel memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel lainnya.

Jenis teknik yang paling sederhana adalah mengatur hubungan antar variabel ke dalam grafik, diagram lingkaran, dan diagram batang, yang memberikan kesan visual ‘intuitif’ langsung tentang apakah ada hubungan yang signifikan, dan alat-alat tersebut juga penting untuk menyajikan hasil analisis data kuantitatif kepada orang lain. Agar penelitian kuantitatif dapat dianggap serius, analisis perlu menggunakan sejumlah teknik statistik yang dapat diterima, seperti uji Chi-square, untuk menguji apakah ada hubungan antar variabel. Hal ini merupakan hal yang tidak disukai oleh banyak mahasiswa. Untuk analisis ini, kalian bisa meminta atau memperoleh bantuan dari teman atau jasa yang tersedia untuk mengolah data kalian.

9. Temuan dan Kesimpulan

Finnaly, berdasarkan analisis data, peneliti harus menginterpretasikan hasil analisis. Pada tahap inilah temuan-temuan akan muncul: Jika ada hipotesis, apakah hipotesis tersebut didukung? Apa implikasi dari temuan tersebut terhadap gagasan teoretis yang menjadi latar belakang penelitian?

10. Menuliskan Temuan

Terakhir, pada tahap ini, penelitian harus ditulis. Penelitian ini akan ditulis untuk audiens akademis, atau klien, tetapi bagaimanapun juga, tulisan harus meyakinkan audiens bahwa proses penelitian telah kuat, bahwa data tersebut valid, dapat diandalkan, dan representatif sesuai dengan tujuan penelitian, dan bahwa temuan tersebut penting dalam konteks penelitian yang sudah ada. Selalu sertakan hasil penelitian kalian dengan jurnal yang mendukung.

Setelah temuan-temuan tersebut dipublikasikan, temuan-temuan tersebut menjadi bagian dari stok pengetahuan (atau ‘teori’ dalam arti yang lebih luas) dalam ranah  mereka. Dengan demikian, terdapat sebuah lingkaran nanti nya penelitian kalian bisa dijadikan rujukan untuk penelitian2 yang setelahnya [im/mj].