Remaja merupakan fase transisi penting dalam perkembangan manusia yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan sosial. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi perkembangan remaja adalah lingkungan keluarga. Keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama memiliki peran signifikan dalam membentuk karakter, nilai, dan perilaku sosial remaja.
Dalam konteks ini, struktur keluarga menjadi variabel penting. Dua struktur keluarga yang sering dibandingkan dalam kajian sosiologi dan psikologi perkembangan adalah keluarga intak (keluarga utuh dengan ayah dan ibu kandung yang masih menikah) dan keluarga cerai (keluarga di mana orang tua berpisah secara hukum atau pisah ranjang). Perbedaan struktur ini dipercaya memiliki dampak pada kualitas hubungan sosial remaja, baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat luas.
Penelitian mengenai hubungan sosial remaja dalam keluarga intak dan cerai menjadi penting untuk mengidentifikasi pengaruh struktur keluarga terhadap perkembangan sosial remaja. Artikel ini akan menjelaskan bagaimana skripsi dengan judul tersebut dapat dirancang, mencakup latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, tinjauan pustaka, metodologi, serta temuan dan kesimpulan yang dapat diharapkan.
Baca juga : Skripsi Psikologi Anak Korban Perceraian
Latar Belakang
Perubahan struktur keluarga yang semakin dinamis, termasuk meningkatnya angka perceraian di berbagai wilayah, menimbulkan tantangan baru dalam pengasuhan anak. Perceraian seringkali menimbulkan disrupsi dalam pola komunikasi, dukungan emosional, dan kontrol sosial dalam keluarga. Remaja yang berasal dari keluarga cerai cenderung mengalami konflik emosional, perasaan kehilangan, hingga kesulitan dalam membangun relasi sosial yang sehat.
Di sisi lain, keluarga intak umumnya dianggap menyediakan lingkungan yang lebih stabil secara emosional dan sosial. Dukungan dari kedua orang tua yang tinggal bersama diharapkan dapat memfasilitasi remaja dalam mengembangkan keterampilan sosial yang lebih baik.
Namun, pandangan ini tidak selalu absolut. Beberapa remaja dari keluarga cerai mampu menunjukkan adaptasi sosial yang baik, tergantung pada kualitas hubungan dengan orang tua, dukungan sosial dari lingkungan sekitar, dan faktor kepribadian. Oleh karena itu, penelitian skripsi yang membandingkan hubungan sosial remaja dari kedua tipe keluarga ini dapat memberikan kontribusi ilmiah dan praktis yang penting.
Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam skripsi ini dapat disusun sebagai berikut:
- Bagaimana hubungan sosial remaja yang berasal dari keluarga intak?
- Bagaimana hubungan sosial remaja yang berasal dari keluarga cerai?
- Apakah terdapat perbedaan signifikan dalam kualitas hubungan sosial antara remaja dari keluarga intak dan keluarga cerai?
Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian skripsi ini adalah:
- Mendeskripsikan kualitas hubungan sosial remaja dalam keluarga intak.
- Mendeskripsikan kualitas hubungan sosial remaja dalam keluarga cerai.
- Menganalisis perbedaan kualitas hubungan sosial antara kedua kelompok tersebut.
Tinjauan Pustaka
Bagian ini akan menjadi landasan teoretis yang kuat untuk penelitian Anda:
1. Konsep Remaja dan Perkembangan Sosial
Remaja adalah individu berusia antara 12 hingga 21 tahun yang berada dalam masa transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa (Hurlock, 2001). Salah satu aspek utama dalam masa ini adalah perkembangan sosial, yaitu kemampuan untuk menjalin hubungan interpersonal, memahami perasaan orang lain, serta berpartisipasi dalam kegiatan sosial secara positif.
2. Struktur Keluarga
- Keluarga intak: Menurut Santrock (2012), adalah keluarga di mana kedua orang tua biologis tinggal bersama dan menjalankan peran pengasuhan secara langsung.
- Keluarga cerai: Didefinisikan sebagai keluarga di mana orang tua telah bercerai secara hukum atau tidak lagi tinggal bersama sebagai pasangan suami istri (Amato, 2000).
3. Hubungan Sosial Remaja
Hubungan sosial diukur berdasarkan indikator seperti:
- frekuensi dan kualitas komunikasi interpersonal,
- kemampuan berempati,
- kepercayaan sosial,
- penerimaan oleh teman sebaya,
- keterlibatan dalam kegiatan sosial.
Remaja dari keluarga intak cenderung mendapatkan lebih banyak penguatan sosial dari orang tua. Namun, remaja dari keluarga cerai yang mendapatkan dukungan dari salah satu atau kedua orang tua, serta dari lingkungan luar seperti sekolah atau teman, juga bisa menunjukkan hubungan sosial yang positif (Hetherington & Kelly, 2002).
Kerangka Teori
Teori yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:
a. Teori Bronfenbrenner (Ekologi Perkembangan Manusia)
Bronfenbrenner menjelaskan bahwa perkembangan individu dipengaruhi oleh sistem yang saling berinteraksi, salah satunya adalah microsystem seperti keluarga.
b. Teori Kelekatan Bowlby
Menurut Bowlby, ikatan emosional awal antara anak dan orang tua sangat mempengaruhi cara anak membangun hubungan sosial di masa depan.
c. Teori Sosialisasi
Teori ini menjelaskan bagaimana individu mempelajari nilai, norma, dan pola perilaku melalui interaksi sosial, yang pertama kali diperoleh dari keluarga.
Metodologi Penelitian
Berikut adalah struktur dan poin-poin penting yang perlu Anda pertimbangkan:
Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif, dengan tujuan membandingkan dua kelompok berdasarkan variabel tertentu.
Populasi dan Sampel
Populasi: Remaja usia 15-18 tahun yang berada di jenjang SMA di kota tertentu.
Sampel: 60 responden, terdiri dari 30 remaja dari keluarga intak dan 30 dari keluarga cerai, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.
Instrumen Penelitian
- Kuesioner yang mengukur kualitas hubungan sosial berdasarkan skala Likert (1–5).
- Observasi pendukung (jika memungkinkan).
- Validasi instrumen melalui uji validitas dan reliabilitas.
Teknik Analisis Data
- Uji deskriptif: Untuk melihat gambaran umum hubungan sosial.
- Uji beda (Independent Sample T-Test): Untuk melihat apakah ada perbedaan signifikan antara dua kelompok.
Hasil dan Pembahasan (Gambaran Umum)
Dari hasil penelitian (hipotetis), diperoleh data sebagai berikut:
- Remaja dari keluarga intak memiliki skor rata-rata hubungan sosial sebesar 78 (dari 100), dengan kecenderungan kuat pada aspek keterbukaan komunikasi dan partisipasi sosial.
- Remaja dari keluarga cerai memiliki skor rata-rata sebesar 65, dengan kecenderungan mengalami kesulitan dalam membangun kepercayaan dan keterlibatan sosial.
- Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok.
Pembahasan: Temuan ini mendukung teori kelekatan Bowlby yang menyatakan bahwa hubungan emosional dengan orang tua sangat penting dalam membentuk keterampilan sosial. Keluarga intak cenderung memberikan stabilitas emosional, sementara remaja dari keluarga cerai mungkin mengalami konflik batin atau keterbatasan dukungan emosional.
Namun, beberapa responden dari keluarga cerai yang memiliki hubungan baik dengan salah satu orang tua dan mendapat dukungan sosial dari teman sebaya tetap menunjukkan skor hubungan sosial yang cukup tinggi. Ini menunjukkan bahwa struktur keluarga bukan satu-satunya faktor penentu; kualitas relasi, komunikasi, dan dukungan lingkungan juga berpengaruh besar.
Simpulan dan Saran
Bagian ini merupakan bagian akhir yang merangkum temuan utama penelitian dan memberikan rekomendasi berdasarkan hasil tersebut:
Simpulan
- Terdapat perbedaan kualitas hubungan sosial antara remaja dari keluarga intak dan cerai.
- Remaja dari keluarga intak cenderung memiliki hubungan sosial yang lebih positif dibandingkan mereka yang berasal dari keluarga cerai.
- Meskipun demikian, dukungan sosial dari lingkungan sekolah dan teman sebaya dapat memediasi dampak negatif perceraian orang tua.
Saran
- Bagi Orang Tua: Meskipun dalam kondisi perceraian, penting untuk tetap menjaga komunikasi dan kedekatan emosional dengan anak.
- Bagi Sekolah: Perlu ada layanan konseling untuk remaja yang berasal dari keluarga cerai guna mendukung perkembangan sosial mereka.
- Bagi Peneliti Selanjutnya: Disarankan untuk mengembangkan penelitian dengan pendekatan kualitatif agar mendapatkan gambaran mendalam tentang dinamika psikososial yang dialami remaja.
Baca juga : Skripsi Psikologi Remaja Pengguna Media Sosial
Skripsi dengan judul “Hubungan Sosial Remaja dalam Keluarga Intak dan Cerai” merupakan topik yang relevan dengan kondisi sosial saat ini. Dengan pendekatan yang sistematis dan analisis yang mendalam, skripsi ini dapat memberikan kontribusi teoritis sekaligus praktis dalam bidang psikologi perkembangan, sosiologi keluarga, dan pendidikan.
Terakhir, jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusun penelitian baik skripsi, tesis, maupun disertasi dan membutuhkan bimbingan bersama mentor yang kredibel. Segera konsultasikan kesulitanmu bersama jasa bimbingan skripsi Hubungi kami melalui whatsapp maupun instagram untuk tahu lebih banyak seputar layanan.


