Penjelasan Skripsi Perencanaan Kebutuhan Material (MRP)

Dalam dunia industri manufaktur, keberhasilan proses produksi sangat ditentukan oleh kelancaran pengadaan material. Material yang datang terlambat atau berlebih dapat menyebabkan keterlambatan produksi, pemborosan biaya, dan menurunnya efisiensi. Untuk itu, dibutuhkan suatu sistem perencanaan yang mampu mengatur kebutuhan material secara sistematis, efisien, dan tepat waktu. Salah satu metode yang telah terbukti efektif dalam mengatasi masalah ini adalah Material Requirements Planning (MRP) atau Perencanaan Kebutuhan Material.

Dalam konteks akademik, MRP menjadi salah satu topik yang sering diangkat dalam skripsi oleh mahasiswa teknik industri atau manajemen operasional. Topik ini tidak hanya penting secara teoritis, namun juga sangat relevan dengan praktik di dunia nyata. Artikel ini akan menjelaskan secara lengkap mengenai skripsi dengan tema perencanaan kebutuhan material (MRP), mulai dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan, metodologi, hingga hasil analisis dan rekomendasi.

Baca juga : Penjelasan Skripsi Teknik Material

Latar Belakang

Perusahaan manufaktur menghadapi tantangan dalam mengelola stok material yang seimbang antara permintaan dan ketersediaan. Permasalahan klasik yang sering terjadi adalah kelebihan stok (overstock) atau kekurangan stok (stockout). Kedua kondisi ini dapat merugikan perusahaan, baik dari sisi biaya maupun dari sisi pelayanan terhadap konsumen.

MRP hadir sebagai solusi perencanaan kebutuhan material berdasarkan permintaan produk akhir, lead time, dan data inventori. Sistem ini mengintegrasikan jadwal produksi dengan kebutuhan komponen dan material yang dibutuhkan, sehingga dapat menentukan kapan dan berapa jumlah material yang harus dipesan atau diproduksi.

Dengan mengambil topik ini sebagai skripsi, para mahasiswa dapat menganalisis sistem MRP pada perusahaan manufaktur tertentu, mengevaluasi efektivitasnya, serta memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan efisiensi pada produksi.

Rumusan Masalah

Dalam penyusunan skripsi mengenai MRP, beberapa rumusan masalah yang umumnya diangkat antara lain:

  1. Bagaimana sistem perencanaan kebutuhan material yang diterapkan di perusahaan saat ini?
  2. Apakah penerapan MRP dapat mengurangi kelebihan atau kekurangan material?
  3. Bagaimana cara merancang sistem MRP yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan?
  4. Seberapa besar efisiensi yang dihasilkan dengan penerapan sistem MRP?
  5. Apa saja faktor yang memengaruhi akurasi perencanaan kebutuhan material?

Rumusan masalah ini akan dijawab melalui pendekatan penelitian yang terstruktur dengan mengacu pada teori dan data lapangan.

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari skripsi ini secara umum adalah untuk merancang dan mengevaluasi sistem perencanaan kebutuhan material (MRP) dalam suatu perusahaan manufaktur. Secara khusus, tujuan penelitian ini meliputi:

  • Menganalisis sistem perencanaan material yang sedang berjalan.
  • Mengidentifikasi permasalahan dalam pengelolaan material.
  • Merancang sistem MRP yang sesuai dengan kondisi aktual perusahaan.
  • Menentukan kebutuhan material berdasarkan bill of material (BOM) dan master production schedule (MPS).
  • Menghitung efisiensi penggunaan material setelah penerapan MRP.

Manfaat Penelitian

Berikut merupakan manfaat penelitian:

Manfaat Akademis

Penelitian ini diharapkan dapat menambah khazanah keilmuan di bidang manajemen operasional, khususnya dalam topik perencanaan material. Selain itu, skripsi ini bisa menjadi referensi bagi mahasiswa lain yang tertarik untuk meneliti topik serupa.

Manfaat Praktis

Bagi perusahaan, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam meningkatkan sistem perencanaan material, mengurangi biaya inventori, dan memperbaiki proses produksi secara keseluruhan.

Tinjauan Pustaka

Dalam skripsi MRP, landasan teori yang digunakan mencakup beberapa konsep penting:

1. Material Requirements Planning (MRP)

MRP adalah sistem yang digunakan untuk merencanakan kebutuhan material berdasarkan permintaan produk akhir. MRP membutuhkan input berupa:

  • Bill of Materials (BOM): daftar semua komponen dan material yang dapat diperlukan untuk membuat satu unit produk.
  • Inventory Status File (ISF): data tentang persediaan material yang ada.
  • Master Production Schedule (MPS): jadwal produksi untuk produk akhir.

2. Lead Time

Untuk lead time ini merupakan waktu yang dibutuhkan mulai dari pemesanan material sampai material tersebut siap digunakan dalam proses produksi. Lead time ini juga bisa menjadi faktor penting dalam penjadwalan kebutuhan material.

3. Lot Sizing

Lot sizing adalah metode untuk menentukan jumlah pemesanan material. Beberapa metode yang sering digunakan antara lain:

  • Lot-for-lot (LFL)
  • Economic Order Quantity (EOQ)
  • Periodic Order Quantity (POQ)

4. Inventory Control

Pengendalian persediaan bertujuan untuk menjaga ketersediaan material dalam jumlah optimal agar tidak terjadi kekurangan atau kelebihan stok.

Metodologi Penelitian

Berikut merupakan metodologi penelitian :

1. Jenis Penelitian

Penelitian ini juga merupakan penelitian terapan (applied research) dengan pendekatan kuantitatif.

2. Objek Penelitian

Objek penelitian biasanya adalah perusahaan manufaktur yang memiliki proses produksi bertahap dan kompleksitas material yang tinggi.

3. Teknik Pengumpulan Data

  • Observasi langsung terhadap proses produksi.
  • Wawancara dengan bagian produksi dan gudang.
  • Dokumentasi data produksi, BOM, jadwal produksi, dan persediaan.

4. Teknik Analisis

Analisis dilakukan dengan menggunakan pendekatan MRP melalui langkah-langkah:

  • Menyusun MPS untuk periode tertentu.
  • Mengidentifikasi BOM dari setiap produk akhir.
  • Menghitung kebutuhan material kotor (gross requirement).
  • Menghitung persediaan yang ada dan kebutuhan bersih (net requirement).
  • Menentukan jumlah pemesanan material dan waktu pemesanannya berdasarkan lead time.

Studi Kasus (Contoh Singkat)

Sebagai contoh, sebuah perusahaan memproduksi kursi kayu. Kursi terdiri dari komponen: dudukan, sandaran, dan empat kaki kursi. Data BOM dan MPS telah tersedia, dan perusahaan ingin merancang sistem MRP selama 6 minggu ke depan.

Langkah-langkahnya:

  1. Menyusun MPS: target produksi kursi per minggu.
  2. Menyusun struktur BOM: 1 kursi = 1 dudukan + 1 sandaran + 4 kaki.
  3. Menghitung kebutuhan material setiap minggu.
  4. Mencocokkan dengan stok awal.
  5. Mengatur waktu pemesanan material sesuai dengan lead time masing-masing komponen.

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa sebelumnya perusahaan memesan material terlalu banyak dan terlalu awal. Dengan penerapan MRP, perusahaan bisa menghemat biaya penyimpanan dan mengurangi resiko material rusak karena terlalu lama disimpan.

Hasil Penelitian

Dari hasil analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa:

  • Sistem sebelumnya tidak memiliki jadwal produksi yang terstruktur.
  • Material sering datang terlambat karena tidak mempertimbangkan lead time secara tepat.
  • Setelah penerapan MRP, kebutuhan material dapat diprediksi secara akurat.
  • Terdapat penghematan biaya hingga 15% dari sisi inventori.
  • Waktu tunggu produksi juga berkurang karena tidak ada lagi keterlambatan material.

Rekomendasi

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa rekomendasi yang diberikan dalam skripsi antara lain:

  1. Perusahaan sebaiknya menerapkan sistem MRP secara rutin dan menggunakan software khusus untuk membantu perhitungan kebutuhan material.
  2. Peningkatan komunikasi antara bagian produksi, pembelian, dan gudang untuk menjaga kelancaran aliran informasi.
  3. Memperbarui data BOM secara berkala karena produk dan komponennya bisa berubah.
  4. Melakukan pelatihan kepada staf terkait sistem MRP agar dapat diimplementasikan dengan baik.
Baca juga : Penjelasan Skripsi Pengujian Material

Penelitian mengenai perencanaan kebutuhan material (MRP) menunjukkan bahwa sistem ini sangat efektif dalam mengelola material di perusahaan manufaktur. Dengan menggunakan MRP, perusahaan dapat menentukan kebutuhan material secara akurat, mengurangi biaya penyimpanan, serta meningkatkan efisiensi proses produksi.

Skripsi dengan tema MRP tidak hanya memberikan kontribusi dalam pengembangan teori manajemen operasi, tetapi juga memberikan solusi praktis untuk dunia industri. Oleh karena itu, bagi mahasiswa yang ingin mengangkat topik yang aplikatif dan berdampak nyata, MRP adalah pilihan yang sangat tepat.

Terakhir, jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusun penelitian baik skripsi, tesis, maupun disertasi dan membutuhkan bimbingan bersama mentor yang kredibel. Segera konsultasikan kesulitanmu bersama jasa bimbingan skripsi Hubungi kami melalui whatsapp maupun instagram untuk mengetahui lebih banyak seputar layanan.