Pengaruh Belajar Daring Belajar Siswa Masa Pandemi COVID-19

Pandemi COVID-19 yang dimulai pada akhir tahun 2019 telah merombak berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor pendidikan. Pandangan menghadapi perbatasan sosial dan perspektif lainnya, beberapa sekolah beralih ke pembelajaran online. Sebagai solusi jangka pendek, pembelajaran online dianggap sebagai metode sementara untuk menanggulangi tantangan yang dihadapi pandami. Namun, bagaimana pembelajaran online mempengaruhi hasil belajar siswa tetap menjadi topik yang perlu dipecahkan.

Baca Juga : Skripsi Pengembangan Pembelajaran Berbasis Keterampilan Abad 21

Metode Penelitian

Dari segi metode, penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain survei. Peneliti menyebarkan kuesioner kepada 300 siswa SMA yang mengikuti pembelajaran berani selama masa pandemi COVID-19 di Indonesia. Kuesioner terdiri dari pertanyaan-pertanyaan mengenai persepsi siswa terhadap pembelajaran , kendala-kendala yang dihadapi siswa tersebut serta pengaruh pembelajaran pada hasil belajar. Selain kuesioner, data hasil ujian siswa sebelum dan setelah penerapan pembelajaran berani juga dianalisis. 

Hasil Penelitian

Hasil penelitian menemukan bahwa sekarang belajar online secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa. Dalam waktu ini 65% siswa merasa bahwa belajar online akan membuat mereka lebih berat memahami materi daripada bila mengikuti pelajaran langsung itupun Menyebabkan berbagai faktor. Salah Satunya disebabkan oleh jarak pandang.Sekitar tiga per empat siswa ini merasakan kesulitan, tetapi mereka juga mampu menyelesaikan tugas serta ujian (rata-rata 75%) menyombongkan diri bahwa itulah keadaan COVID-19.

Membaca pembelajaran online membuat sebagian besar siswa menemukan suatu peningkatan dalam kemandirian (mandiri). Mereka sekarang dapat memaksakan waktu, dan disiplin dalam mengerjakan tugas pun juga tersaji Berdasarkan kenyataan tentang Tugas dan tugas itu sendiri pada suatu zaman pun masih dapat menirukan didorong dengan baik oleh sebagian besar siswa, 40% merari motivasi diri ketika belajar berani.

Diskusi

Pembelajaran bold tidak lain memberikan kebebasan yang sangat luas bagi para siswa untuk belajar di rumah. Namun, tidak diragukan lagi, hal itu juga menimbulkan beberapa masalah. Salah satu yang paling serius adalah ketidakmerataan akses terhadap teknologi dan internet. Siswa di wilayah pedesaan dengan infrastruktur internet yang sama-sama mengalami kesulitan ketika ikut serta dalam pembelajaran berani. Masalah lain terjadi ketika siswa terlalu banyak melakukan multitasking pada saat yang sama dan tidak ada perhatian gurunya. 

Namun tentunya pembelajaran yang berani memungkinkan siswa untuk mengembangkan keterampilan mandiri. Anak-anak yang sering menggunakan pembelajaran harian menjadi dilatih untuk menyediakan sekolah dengan waktunya, melawan rasa malu dan motivasi untuk belajar. Tetapi guru harus lebih kreatif dan dinamis dari sebelumnya.

Baca Juga : Skripsi Pengembangan Pembelajaran Tematik Berbasis Budaya

Kesimpulan

Secara keseluruhan, meskipun pembelajaran berani memberikan dampak positif dalam hal implementasi dan peningkatan keterampilan mandiri, terdapat tantangan besar terkait akses teknologi yang tidak merata dan kurangnya interaksi langsung dengan guru. Hasil belajar siswa cenderung menurun pada mata pelajaran yang memerlukan pemahaman mendalam dan latihan intensif. 

Terakhir, jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusun penelitian baik skripsi, tesis, maupun disertasi dan membutuhkan bimbingan bersama mentor yang kredibel. Segera konsultasikan kesulitanmu bersama jasa bimbingan skripsi Hubungi kami melalui whatshaap dan instagram untuk mengetahui lebih banyak seputar layanan.