SkripsiYuk.com – Anda sedang mencari Jasa Skripsi tentang budaya kualitatif? Skripsi Yuk berpengalaman sejak 2012 dan telah membantu ribuan mahasiswa lulus dan wisuda tepat waktu. Kami juga menyediakan jasa judul skripsi tentang budaya kualitatif untuk Anda yang sedang berkutat dengan pencarian judul skripsi tentang budaya kualitatif. Di bawah ini kami berikan 30 judul skripsi tentang budaya kualitatif.
- Eksplorasi Kualitatif Pengaruh Ritual Keagamaan terhadap Persepsi dan Praktik Spiritualitas dalam Masyarakat Desa.
- Analisis Kualitatif Pengalaman Individu dalam Menjaga dan Mewariskan Tradisi Lisan Keluarga.
- Studi Kualitatif Dinamika Peran Generasi Tua dalam Mempertahankan Adat dan Budaya Lokal.
- Evaluasi Kualitatif Representasi Budaya dalam Kesenian Tradisional: Studi Kasus pada Pertunjukan Tari Daerah.
- Analisis Kualitatif Persepsi Masyarakat terhadap Perubahan dalam Warisan Budaya: Kasus Pembangunan Infrastruktur.
- Eksplorasi Kualitatif Makna dan Signifikansi Simbol-simbol Budaya dalam Kehidupan Sehari-hari Masyarakat.
- Studi Kualitatif Pengalaman Partisipasi Masyarakat dalam Festival Budaya Lokal.
- Evaluasi Kualitatif Peran Media Lokal dalam Mempromosikan dan Melestarikan Warisan Budaya.
- Analisis Kualitatif Peran Ritual Pernikahan dalam Mempertahankan Identitas Budaya dalam Masyarakat Urban.
- Pengukuran Kualitatif Pengaruh Kegiatan Komunitas terhadap Pembentukan dan Pemeliharaan Budaya Lokal.
- Studi Kualitatif Pengalaman Wisatawan dalam Menghargai dan Mengamati Kesenian Tradisional pada Destinasi Wisata Budaya.
- Evaluasi Kualitatif Tradisi Kuliner sebagai Wujud dan Pemeliharaan Warisan Budaya di Masyarakat.
- Analisis Kualitatif Persepsi Generasi Muda terhadap Nilai-nilai dan Norma Budaya Tradisional.
- Eksplorasi Kualitatif Keterkaitan Antara Ritual Kematian dan Sistem Nilai Budaya Masyarakat.
- Studi Kualitatif Peran Perpustakaan dalam Melestarikan dan Menyebarluaskan Literatur Lokal dan Tradisional.
- Evaluasi Kualitatif Kegiatan Seni Rupa Lokal sebagai Medium Ekspresi Budaya dan Identitas Masyarakat.
- Analisis Kualitatif Persepsi dan Pengalaman Masyarakat dalam Menghadapi Modernisasi Budaya di Lingkungan Perkotaan.
- Pengukuran Kualitatif Kehidupan Sehari-hari Masyarakat dalam Konteks Budaya Lokal: Suatu Pendekatan Etnografi.
- Studi Kualitatif Persepsi dan Praktik Masyarakat terhadap Budaya Materi dan Imateri dalam Perayaan Tradisional.
- Evaluasi Kualitatif Peran Pendidikan dalam Meningkatkan Kesadaran dan Pemahaman terhadap Budaya Lokal.
- Analisis Kualitatif Dinamika Interaksi Antarbudaya dalam Komunitas Multikultural: Suatu Studi Kasus.
- Eksplorasi Kualitatif Peran Budaya dalam Meningkatkan Solidaritas dan Keharmonisan Masyarakat Desa.
- Studi Kualitatif Pengaruh Seni Pertunjukan Tradisional dalam Membentuk Identitas dan Kebanggaan Masyarakat.
- Evaluasi Kualitatif Persepsi Masyarakat terhadap Pengaruh Globalisasi terhadap Gaya Hidup dan Budaya Lokal.
- Analisis Kualitatif Makna dan Nilai Budaya dalam Upacara Adat: Kasus pada Upacara Pernikahan Tradisional.
- Pengukuran Kualitatif Peran Organisasi Masyarakat dalam Melestarikan dan Mengembangkan Budaya Lokal.
- Studi Kualitatif Respon Masyarakat terhadap Inovasi dalam Kesenian Tradisional: Studi Kasus Pergelaran Seni Kontemporer.
- Evaluasi Kualitatif Persepsi dan Pengalaman Masyarakat dalam Memelihara dan Melestarikan Lingkungan Budaya Sejarah.
- Analisis Kualitatif Peran Seniman dan Pencipta dalam Mengembangkan dan Menyebarkan Karya Seni Budaya Lokal.
- Pengukuran Kualitatif Persepsi dan Penilaian Masyarakat terhadap Upaya Pelestarian Warisan Budaya: Suatu Pendekatan Studi Kasus.
Selain judul, kami juga melengkapi artikel ini dengan contoh abstrak skripsi tentang budaya kualitatif dari beberapa sumber yang mungkin bisa menjadi sumber referensi dalam membuat skripsi yang sesuai dengan bidang studi Anda. Berikut diantaranya:
Abstrak Judul Penelitian Kualitatif: Komunikasi Antar Budaya pada Tenaga Kerja Indonesia (Studi Kualitatif Peranan Bahasa dalam Mengatasi Culture Shock pada Tenaga Kerja Indonesia di Korea Selatan Melalui Lembaga Pelatihan Kerja di Kabupaten Karanganyar) [Download] Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di Korea Selatan berbeda dengan Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di Negara lain. Hampir tidak pernah ada kasus negatif yang diberitakan melalui media massa di Indonesia. Dengan pendapatan dan tempat yang layak lah mereka berusaha ingin bekerja di Korea Selatan. Seorang TKI akan mengalami culture shock pada dirinya ketika pertama kali datang ke Korea Selatan, masing-masing dari TKI mengalami culture Shock yang berbeda. Seperti hal nya penyesuaian terhadap musim dingin, kelemahan tubuh, penyesuaian terhadap makanan dan tentu nya dalam hal berbahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami peranan bahasa dalam komunikasi antar budaya untuk mengatasi culture shock pada tenaga kerja Indonesia di Korea Selatan. Penulis ingin mengetahui seberapa jauh peranan bahasa yang dilakukan oleh Tenaga Kerja Indonesia baik dalam bahasa verbal, non verbal dan teori analisis transaksional yang menjelaskan melalui posisi Ego mana yang tepat dari setiap individu untuk berkomunikasi. Penelitian yang mengambil lokasi di Lembaga Pelatihan Kerja Korean Language Centre Kabupaten Karanganyar ini, menerapkan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan mengedepankan hasil wawancara dan observasi secara langsung sebagai data utama yang disajikan. Pengambilan sample dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan melibatkan 12 responden diantaranya: 5 Tenaga Kerja Indonesia yang masih aktif bekerja di Korea Selatan, 3 Tenaga Kerja Indonesia yang sudah kembali ke Indonesia, 4 Karyawan Lembaga Pelatihan Kerja. Melalui penelitian ini ditemukan bahwa dalam melakukan komunikasi antar budaya seorang Tenaga Kerja Indonesia perlu mempersiapkan hal-hal yang berhubungan dengan bahasa, fisik dan mental yang kuat untuk mengatasi culture shock disaat pertama kali datang di Korea Selatan. Komunikasi akan berjalan dengan baik jika seseorang dapat bersosialisasi dengan mudah dan memahami individu satu dengan individu yang lainnya. Tidak malu bertanya dan tidak takut untuk bergaul adalah cara yang tepat untuk mengatasi culture shock, dengan memperluas wawasan dan berbagai pengalaman tidak sulit bagi seorang TKI untuk beradaptasi. *kata kunci: Komunikasi Antar Budaya, Tenaga Kerja Indonesia, Peranan Bahasa, Culture Shock.
Abstrak Judul Penelitian Kualitatif: Internalisasi Nilai-Nilai Kesenian Barongsai Dan Liong (Studi Deskriptif Kualitatif Internalisasi Nilai-Nilai Kesenian Barongsai dan Liong Melalui Kompetensi Komunikasi Antar Budaya Antara Pembina dengan Pemain Barongsai dan Liong Dari Etnis Jawa Di Kelompok Barongsai Tripusaka) [Download] Sebuah kesenian asal Tiongkok yang sempat dilarang oleh pemerintah Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Soeharto ini telah semakin berkembang semenjak diperbolehkan untuk dipentaskan secara umum oleh Presiden Gusdur. Uniknya kesenian Tiongkok ini didominasi oleh pemain dari etnis Jawa di Kelompok Barongsai dan Liong Tripusaka Surakarta. Jika mengingat kerusuhan antara etnis Tionghoa dan etnis Jawa yang sempat heboh pada tahun 1998, maka sangat menarik untuk meneliti bagaimana kerukunan ini dapat terjalin di kelompok barongsai dan liong Tripusaka. Pada makalah ini menggunakan bentuk penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan sebuah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti merupakan instrumen kunci. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas data dengan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik Analisis menggunakan interactive model of analysis. Hasil penelitian kualitatif lebih menekankan gambaran pada gambaran yang diwujudkan dalam bentuk narasi. Populasinya adalah pemain barongsai dan liong Tripusaka yang berasal dari etnis Jawa. Narasumber akan diperoleh dengan menggunakan teknik snowball sampling. Komunikasi antar budaya diwujudkan dengan cukup baik, adanya rasa toleransi, empati, dan saling menghargai dalam berinteraksi satu sama lain. Hal ini diterapkan karena masing-masing pihak memiliki kompetensi komunikasi antar budaya yang dapat diketahui dari: orientasi pada pengetahuan (orientation of knowledge), tampilan hormat (display of respect), peran tugas perilaku (task role behavior), toleransi terhadap kerancuan (tolerance for ambiguity), wujud interaksi (interaction posture), empati (emphaty), menejemen interaksi (interaction management), dan 8) peran hubungan perilaku (relational role behavior). Internalisasi nilai-nilai kesenian barongsai dan liong juga cukup melekat bagi sebagian besar pemain barongsai dan liong terutama pada pemain senior yang sudah lama mengabdikan diri, internalisasi nilai-nilai dapat diketahui dari : sistem budaya, sistem sosial, sistem personalitas, dan sistem organik. Karena kebersamaan dan kekompakkan yang terjalin antar anggota dan pembina inilah yang membuat pembauran terjalin dengan baik.
Abstrak Judul Penelitian Kualitatif: Pemaknaan Mahasiswa Terhadap Manga (Komik Jepang) Sebagai Salah Satu Produk Budaya Pop dan Dampak Sosiologisnya (Studi Deskriptif Kualitatif Mengenai Pemaknaan Mahasiswa Universitas Sebelas Maret di Kota Surakarta Terhadap Manga (Komik Jepang) dan Dampak [Download] Manga berasal dari kata Manga (baca: man-ga, atau ma-ng-ga) merupakan kata komik dalam bahasa Jepang; di luar Jepang, kata tersebut digunakan khusus untuk membicarakan tentang komik Jepang. Mangaka (baca: man-ga-ka, atau ma-ng-ga-ka) adalah orang yang menggambar manga. Pada awalnya manga hanyalah sebuah karya seni yang berupa lukisan, kemudian berkembang menjadi sebuah produk massal yang membawa unsur-unsur budaya pop Jepang yang merupakan hasil dari penggabungan budaya pop asli Jepang dan budaya Pop dari Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan terhadap manga (komik Jepang) dan dampaknya terhadap tindakan mahasiswa penggemar manga. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan tentang pemaknaan mahasiswa terhadap manga dan dampaknya bagi kehidupan mahasiswa sehari-hari. Pasaran manga beserta aksesoris-aksesorisnya berkembang pesat di Surakarta. Karena segmen manga meliputi berbagai kalangan orang mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Secara umum para penggemar manga beranggapan bahwa manga hanyalah sebuah produk hiburan dan pengisi waktu luang saja. Namun oleh kalangan mahasiswa penggemar manga dimaknai berbeda hal ini dipengaruhi oleh perkembangan Iptek, karakteristik individu dan lingkungan sosial mahasiswa tersebut. Kemudian ada perubahan pemaknaan terutama oleh mahasiswa yang aktif membaca manga dari awal ketika membaca dengan ketika sesudah aktif membaca. Perubahan pemaknaan ini kemudian merubah pengetahuan, sikap dan tindakan mahasiswa dalam kesehariannya. Sehingga mulai muncul dampak-dampak sosiologis yang nampak dari tindakan mahasiswa yang aktif membaca manga tersebut. Adapun dampak manga terhadap mahasiswa antara lain : terkikisnya pengetahuan dan kecintaan terhadap kebudayaan asli Indonesia oleh hal-hal yang berbau Jepang, perubahan gaya hidup, standarisasi budaya dan perubahan pola Konsumsi.
Abstrak Judul Penelitian Kualitatif: Radio Swasta dan Pelestarian Seni Budaya Daerah (Studi Deskriptif Kualitatif Mengenai Peran Radio 92.5 Swara Slenk FM dalam Pelestarian Seni Karawitan di Surakarta) [Download] Semakin berkembangnya zaman, teknologi radio siaran semakin tertinggal oleh penemuan-penemuan baru, seperti misalnya televisi. Namun meskipun begitu, tidak lantas membuat radio ditinggalkan oleh pendengarnya. Penemuan- penemuan baru seperti internet juga menciptakan tren baru di dunia penyiaran radio. Sebagai media massa, radio siaran memiliki fungsi sebagai penyalur nilai- nilai budaya dari satu generasi, ke generasi selanjutnya. Radio Swara Slenk FM didirikan oleh seorang dalang bernama Ki Warseno Slenk, memiliki visi dan misi untuk melestarikan kesenian daerah, khususnya kesenian lokal Jawa. Menurut Djuarsa Sendjaja dkk. (Morissan, 2009), secara umum studi komunikasi massa membahas dua hal pokok, yakni: (1) studi komunikasi massa yang melihat peran media massa terhadap masyarakat luas beserta institusi- institusinya; dan (2) studi komunikasi massa yang melihat hubungan antara media dengan audiennya, baik secara kelompok maupun individual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Radio Swara Slenk FM dalam melestarikan kesenian karawitan. Berdasarkan temuan penelitian, diketahui bahwa Radio Swara Slenk FM menyusun program acara sesuai dengan visi dan misinya, yakni melestarikan kesenian Jawa. Salah satu kesenian Jawa yang mendapatkan porsi yang besar dalam program acara di Radio Swara Slenk FM adalah kesenian karawitan. Terdapat 5 program acara yang menyajikan kesenian karawitan sebagai hiburan utamanya. Selain itu, Radio Swara Slenk FM juga bekerja sama dengan beberapa pihak seperti Kraton Surakarta, Isi Surakarta, dan pihak-pihak lain yang berkompeten di bidang kesenian Karawitan. Bentuk kerja sama berupa penyelenggaraan kegiatan lomba Macapat, pengisi acara siaran, dan lain sebagainya.Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah, Radio Swara Slenk FM mampu menjalankan perannya sebagai media massa dalam melestarikan kesenian karawitan di Surakarta. Peran itu nampak dalam hal pembuatan program acara musik karawitan yang mampu menghibur dan mengedukasi masyarakat. Selain itu juga diadakan lomba macapat tingkat sekolah dasar se-Karisidenan Surakarta, untuk juga mengenalkan kesenian karawitan kepada anak-anak sejak dini. Dalam kesempatan-kesempatan tertentu, Radio Swara Slenk FM juga mengajak pendengar untuk berpartisipasi secara langsung dalam program acara musik karawitan, sehingga dapat merangsang kepedulian masyarakat untuk ikut melestarikan kesenian karawitan dan mengenalkan kesenian karawitan secara lebih luas.
Abstrak Judul Penelitian Kualitatif: Rri dan media pelestarian budaya (Studi Deskriptif Kualitatif Strategi Humas Radio Republik Indonesia Surakarta dalam Membangun Citra RRI Surakarta sebagai Media Pelestari Budaya Jawa di Surakarta) [Download] Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi Humas Radio Republik Indonesia Surakarta dalam membangun citra Radio Republik Indonesia Surakarta sebagai media pelestari budaya Jawa di Surakarta. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara dan observasi. Pembahasan dianalisis melalui hasil wawancara serta menggunakan interpretasi. Narasumber yang dipilih adalah Kasubsi Layanan Publik RRI Surakarta, Kasubsi Komunikasi Publik RRI Surakarta dan pendengar RRI Surakarta yang tergabung dalam Pamor. Berdasarkan pengamatan di lapangan ditemukan hasil bahwa citra RRI Surakarta sebagai media pelestari budaya Jawa dibangun melalui program siaran Wayang Orang, menyelenggarakan panggung Wayang Orang, menyelenggarakan WOSBI, menyelenggarakan lomba busana adat Jawa yang diselenggarakan pada setiap Hari Kartini, dan event-event yang terkait dengan budaya Jawa. RRI Surakarta turut memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam bidang hiburan, informasi dan pendidikan khususnya budaya Jawa melalui program siaran Wayang Orang, untuk mengenalkan dan mempopulerkan kesenian tradisional Jawa kepada masyarakat agar tetap lestari di tengah-tengah munculnya seni budaya modern. RRI dalam melestarikan budaya Jawa melibatkan berbagai pihak, diantaranya: media massa koran Joglo Semar, Suara Merdeka, TATV, Solo TV, UNS, ISI, PLN, SMK I, serta masyarakat Surakarta. RRI melibatkan pihak tersebut untuk ikut mengisi pada program acara siaran Wayang Orang yang diselenggarakan di RRI.
Judul skripsi dan penelitian tentang budaya kualitatif lebih banyak bersinggungan dengan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. jika Anda masih bingung dengan judul skripsi dan penelitian tentang budaya kualitatif, Anda bisa mencari lebih banyak contoh penelitian tentang budaya kualitatif lainnya yang mungkin lebih cocok dengan bidang yang Anda kaji. Namun, akan lebih baik jika Anda segera mengambil bimbingan online atau bisa juga menemui dosen pembimbing Anda di kampus jika dirasa masih begitu sulit untuk menentukan penelitian secara mandiri.

