SkripsiYuk.com – Anda sedang mencari jasa skripsi farmasi mikrobiologi kuantitatif? Skripsi Yuk adalah layanan yang berpengalaman sejak 2012 dan telah membantu ribuan mahasiswa menyelesaikan tugas dan berhasil wisuda tepat waktu. Kami menyediakan jasa judul skripsi farmasi mikrobiologi kuantitatif bagi Anda yang sedang mencari ide judul untuk karya ilmiah Anda. Berikut adalah 30 judul farmasi mikrobiologi kuantitatif.
- Evaluasi Aktivitas Antibakteri Ekstrak Tumbuhan A terhadap Bakteri Gram-Positif dan Gram-Negatif
- Analisis Resistensi Antibiotik pada Isolat Bakteri Patogen dalam Ruang Operasi Rumah Sakit
- Pengaruh Kondisi Penyimpanan Obat Terhadap Kontaminasi Mikroba dan Stabilitas Produk Farmasi
- Identifikasi Bakteri Penyebab Infeksi Saluran Kemih pada Pasien Rawat Inap di Instalasi Rawat Jalan RS X
- Pengembangan Metode Kuantitatif Deteksi Bakteri Patogen dalam Produk Sediaan Farmasi
- Studi Efektivitas Antibiotik Terhadap Isolat Bakteri Penyebab Infeksi di Puskesmas Y
- Evaluasi Potensi Antioksidan Ekstrak Jamur Terhadap Bakteri Patogen Resisten Antibiotik
- Analisis Keberlanjutan Penggunaan Hand Sanitizer dalam Menurunkan Kontaminasi Bakteri di Lingkungan Rumah Sakit
- Identifikasi Profil Resistensi Bakteri Terhadap Antibiotik di Apotek Komunitas
- Pengaruh Metode Sterilisasi Terhadap Keberlangsungan Kualitas dan Keamanan Produk Injeksi
- Analisis Efektivitas Penggunaan Desinfektan pada Peralatan Laboratorium Mikrobiologi
- Studi Interaksi Antara Bakteri Probiotik dan Antibiotik pada Pengobatan Infeksi Saluran Pencernaan
- Pengembangan Metode Uji Kebersihan Peralatan Farmasi Berbasis Mikrobiologi
- Identifikasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Terapi Antibiotik pada Pasien Rawat Inap
- Evaluasi Potensi Antibakteri Ekstrak Tumbuhan B dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Patogen
- Analisis Kandungan Mikroba pada Produk Krim Kosmetik yang Mengandung Bahan Aktif Antibakteri
- Pengaruh Suhu dan Waktu Inkubasi terhadap Pengembangan Koloni Bakteri pada Permukaan Alat Kesehatan
- Identifikasi Bakteri Penyebab Dermatitis Akibat Penggunaan Produk Kosmetik
- Pengembangan Metode Kuantitatif Deteksi Bakteriofag sebagai Agen Terapi Antimikroba
- Studi Potensi Bakteri Probiotik sebagai Alternatif Pengobatan Infeksi Saluran Kemih
- Evaluasi Keberlanjutan Penggunaan Antibiotik pada Pasien Rawat Inap Anak di Rumah Sakit Umum Z
- Analisis Resistensi Bakteri terhadap Disinfektan pada Fasilitas Perawatan Kesehatan
- Pengaruh Variasi Konsentrasi Antibiotik terhadap Efektivitas Pengobatan Infeksi Bakteri
- Identifikasi Bakteri pada Sampel Udara di Ruang Produksi Obat untuk Mengamati Potensi Kontaminasi
- Pengembangan Metode Kuantitatif Penentuan Efektivitas Antiseptik pada Kulit
- Studi Penggunaan Bakteriofag dalam Pengendalian Bakteri Patogen pada Produk Pangan
- Evaluasi Pengaruh Faktor Lingkungan Terhadap Keberlanjutan Kualitas Produk Steril
- Analisis Profil Kepekaan Bakteri terhadap Antibiotik di Puskesmas Wilayah Perkotaan
- Pengaruh Formulasi Obat Terhadap Pertumbuhan Bakteri pada Sediaan Farmasi Cair
- Identifikasi Bakteri Multiresisten pada Sampel Air di Lingkungan Farmasi Industri.
Selain menyajikan judul, kami juga menyediakan beberapa abstrak farmasi mikrobiologi kuantitatif dari berbagai sumber penelitian terpercaya yang dapat membantu Anda sebagai peneliti dalam menentukan penelitian yang paling sesuai dengan bidang studi dan kompetensi Anda.
Abstrak Judul Skripsi Kuantitatif: Uji Kuantitatif Cemaran Bakteri Pada Makanan Siomay di Kota Gorontalo [Download] Makanan siomay ialah makanan yang terbuat dari campuran tepung tapioka dan daging ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cemaran bakteri pada makanan siomay yang beredar di Kota Gorontalo kemudian menghitung jumlah bakteri dalam makanan siomay yang beredar di Kota Gorontalo. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode angka lempeng total (ALT), Pada metode ini, sejumlah sampel 1 ml 0,1 ml dari pengenceran yang dikehendaki dimasukkan ke dalam cawan petri, kemudian ditambah medium NA sebanyak 15 ml dan dihomogenkan setelah itu diinkubasi pada suhu 300C selama 24 jam. Hasil menunjukan bahwa makanan siomay yang beredar di Kota Gorontalo tercemar bakteri, tetapi masih dalam batas yang dipersyaratkan oleh SNI yaitu 5x105 CFU/ml dan jumlah bakteri pada makanan siomay yang beredar di Kota Gorontalo pada pedagang A adalah 0,3 x 102 CFU/ml, pada pedagang B adalah 1,7 x 102 CFU/ml dan pada pedagang C adalah 0,4 x 102 CFU/ml.
Abstrak Judul Skripsi Kuantitatif: Uji Aktivitas Antibakteri dari Ekstrak etanol 96% Kulit Batang Kayu Jawa (Lannea coromandelica) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Helicobacter pylori, Pseudomonas aeruginosa [Download] Penelitian ini dilakukan untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% kulit batang kayu jawa (Lannea coromandelica) terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 6538, Escherichia coli ATCC 8739, Helicobacter pylori ATCC 43504, Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853. Ekstrak etanol 96% kulit batang kayu jawa diperoleh melalui metode maserasi. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan uji diameter zona hambat dengan metode difusi agar menggunakan kontrol positif kloramfenikol, kontrol negatif DMSO 5% dan Konsentrasi Hambat Minimum dengan metode dilusi cair. Hasil uji aktivitas antibakteri yang dilakukan menunjukkan nilai diameter zona hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 6538 pada konsentrasi 500 μl/ml adalah 7.1 mm. Bakteri Escherichia coli ATCC 8739 pada konsentrasi 500 μl/ml, 250 μl/ml, 125 μl/ml beturut-turut adalah 8.5 mm, 7.8 mm, 7.0 mm. Bakteri Helicobacter pylori ATCC 43504 pada konsentrasi 500 μl/ml, 250 μl/ml berturut-turut adalah 8.2 mm, 7.3 mm dan terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 pada konsentrasi 500 μl/ml, 250 μl/ml berutut-turut adalah 8.5 mm, 6.8 mm. Nilai Konsentrasi Hambat minimum ekstrak etanol 96% kulit batang kayu jawa (Lannea coromandelica) terhdap bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 500 μl/ml. Escherichia coli ATCC 8739 pada konsentrasi 125 μl/ml. Helicobacter pylori ATCC 43504 pada konsentrasi 250 μl/ml dan Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 pada konsentrasi 250 μl/ml. Berdasarkan penelitian ini, ekstrak etanol 96% kulit batang kayu jawa (Lannea coromandelica) memiliki antivitas antibakteri
Abstrak Judul Skripsi Kuantitatif: Uji Aktivitas Antibakterial Gel Fraksi dari Maserat Zibethinus folium Terhadap Escherichia coli Secara In Vitro [Download]
Escherichia coli merupakan bakteri yang sering menyebabkan infeksi pada manusia. Sekitar 85% ISK dan sekitar 50% infeksi nosokomkial di masyarakat penyebabnya adalah Escherichia coli. Infeksi lain dari Escherichia coli adalah diare. Obat yang paling banyak digunakan pada infeksi yang disebabkan oleh bakteri adalah antibiotik, Namun dalam penggunaannya antibiotik sudah banyak mengalami resistensi akibat penggunaan yang kurang tepat, serta tidak sesuai dengan indikasi. Oleh karena itu diperlukan pengembangan obat dan pencarian sumber senyawa yang mempunyai potensi tinggi sebagai antibakteri dari bahan alam. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antibakteri fraksi Zybethinus folium dan aktivitas antibakteri gel fraksi terbaik dari maserat Zybethinus folium terhadap Escherichia coli menggunakan metode difusi agar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Sampel daun diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 70% dan dimurnikan dengan metode fraksinasi menggunakan pelarut aqua destilata, n-heksan, dan etil asetat. Kontrol positif klindamisin gel dan kontrol negatif DMSO 5%. Efektivitas Zibethinus folium sebagai antibakteri dijelaskan dengan minimal inhibitory concentration (MIC). Fraksi terbaik dari maserat Zibethinus folium kemudian dibuat sediaan gel. Evaluasi sediaan mencakup uji organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat, dan daya proteksi. Analisa statistik dilakukan dengan OneWay Anova dan Two-Sample T-Test. Hasil pengujian aktivitas antibakteri fraksi aqua destilata dan fraksi etil asetat dari maserat Zybethinus folium menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli, Sedangkan fraksi n-heksan dari maserat Zybethinus folium tidak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli. Fraksi aqua destilata 40% menunjukkan respon hambatan paling optimum dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 8,33±0,76 mm. Aktivitas antibakteri diduga berasal dari senyawa aktif flavonoid, saponin, dan tanin yang bekerja secara sinergis. Gel fraksi aqua destilata 5% dari maserat Zybethinus folium mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dengan rata-rata diameter zona hambat 9,83±0,76 mm. Gel fraksi aqua destilata 5% memenuhi syarat uji organoleptis, homogenitas, daya sebar, dan daya lekat, namun tidak memenuhi syarat uji pH dan daya proteksi.
Abstrak Judul Skripsi Kuantitatif: Uji Aktivitas Antibakteri dari Ekstrak Etanol dan Etil Asetat Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) Terhadap Bakteri Escherichia coli [Download] Daun sirih hijau (Piper betle L.) telah lama dimanfaatkan oleh orang Indonesia sebagai suatu obat tradisional. Berkaitan dengan hal tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan kandungan metabolit sekunder dari ekstrak etanol dan etil asetat daun sirih hijau, serta daya hambat ekstrak etanol dan etil asetat daun sirih hijau terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Daun sirih hijau di ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol dan etil asetat. Ekstrak itu kemudian diuji fitokimia untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder di dalamnya yang ditandai dengan adanya perubahan warna. Ekstrak etanol daun sirih hijau mengandung golongan senyawa seperti flavonoid, saponin, terpenoid dan tanin. Sedangkan ekstrak etil asetat daun sirih hijau mengandung golongan senyawa flavonoid, terpenoid dan tanin. Pengujian aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dilakukan dengan mengukur diameter zona hambat disekeliling sumur, dengan menggunakan variasi konsentrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua ekstrak memiliki aktivitas antibakteri yang kuat. Ekstrak etanol memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak etil asetat. Hal ini dilihat dari diameter zona hambat pada masing masing konsentrasi ekstrak. Ekstrak etanol daun sirih hijau pada konsentrasi 25%, 30% dan 35% memiliki diameter zona hambat masing-masing 13,33 mm, 15,33, mm dan 17,4 mm. Ekstrak etil asetat daun sirih hijau pada konsentrasi ekstrak 25%, 30% dan 35% memiliki diameter zona hambat 12,33 mm, 14,43 mm dan 16,43 mm. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang digunakan, maka semakin luas zona hambat yang terbentuk. Hal ini dikarenakan semakin besar konsentrasi maka semakin banyak senyawa bioaktif yang bekerja dalam menghambat pertumbuhan bakteri.
Abstrak Judul Skripsi Kuantitatif: Uji Aktivitas Aktivitas Antibakteri Alga Merah (Eucheuma Spinosum) Terhadap Bakteri Staphylococcus Epidermidis Dan Escherichia Coli [Download] Latar Belakang: Escherichia coli dan Staphylococcus epidermidis merupakan flora normal tubuh yang dapat menjadi patogen dan menyebabkan ber bagai jenis infeksi yang berasosiasi dengan peralatan medis. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri-bakteri tersebut dapat ditangani dengan menekan pertumbuhan atau mematikan bakteri dengan pemberian antibakteri. Antibakteri bisa didapatkan dari alam seperti alga merah (Eucheuma spinosum) yang memiliki sifat antibakteri, antijamur, dan antiinflamasi. Metode: Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode ekperimental observasional laboratorik. Penelitian ini menguji daya hambat ekstrak alga merah (Eucheuma spinosum) dengan konsentrasi 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, dan 100% terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dan bakteri Escherichia coli dengan metode difusi Kirby-bauer, dilusi cair, dan dilusi padat untuk menilai zona hambat, Kadar Hambat Minimum (KHM), dan Kadar Bunuh Minimum (KBM). Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya zona hambat ekstrak alga merah (Eucheuma spinosum) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan bakteri Escherichia coli pada seluruh konsentrasi. Untuk KHM pada Staphylococcus epidermidis didapatkan pada konsentrasi 100% dan Escherichia coli didapatkan pada konsentrasi 90% dan 100%. KHM pada Staphylococcus epidermidis tidak didapatkan hasil, dan Escherichia coli didapatkan pada konsentrasi 90%. Simpulan: Terdapat daya hambat ekstrak alga merah (Eucheuma spinosum) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dan bakteri Escherichia coli.
Jika Anda masih merasa bingung dalam menentukan judul farmasi mikrobiologi kuantitatif yang menekankan penggunaan data eksperimen, laboratorat, observasi, dan data lainnya berupa angka, disarankan untuk mencari bimbingan online atau berkonsultasi dengan dosen pembimbing di universitas Anda. Selain itu, luangkan waktu untuk membaca lebih banyak referensi judul skripsi, seperti Judul Skripsi Analis Kesehatan Bidang Imunologi Kualitatif. Referensi tersebut mungkin dapat memberikan inspirasi dalam memilih topik yang relevan dan menarik untuk penelitian Anda

