Daftar Judul Skripsi Mikrobiologi Farmasi Kuantitatif 2023 Lengkap dengan Abstrak

SkripsiYuk.com – Anda sedang mencari Jasa Skripsi Mikrobiologi Farmasi Kuantitatif? SkripsiYuk berpengalaman sejak 2012 dan telah membantu ribuan mahasiswa lulus dan wisuda tepat waktu. Kami juga menyediakan jasa judul skripsi mikrobiologi farmasi kuantitatif untuk Anda yang sedang berkutat dengan pencarian judul skripsi mikrobiologi farmasi. Di bawah ini kami berikan 30 judul skripsi analisis kesehatan mikrobiologi farmasi kuantitatif.

  • Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Tumbuhan Terhadap Bakteri Patogen pada Farmasi Kuantitatif
  • Identifikasi dan Kuantifikasi Mikroorganisme pada Produk Farmasi Menggunakan Metode Analisis Mikrobiologi
  • Pengembangan Metode Kuantitatif untuk Deteksi Kontaminan Mikrobiologis dalam Produk Obat
  • Evaluasi Efektivitas Desinfektan Terhadap Mikroorganisme Patogen pada Lingkungan Produksi Farmasi
  • Analisis Kuantitatif Keberlanjutan Mikroba pada Sistem Pengolahan Air Farmasi
  • Pemantauan Kontaminasi Mikrobiologis pada Bahan Baku Farmasi Secara Kuantitatif
  • Perbandingan Metode Kuantitatif untuk Deteksi Mikroorganisme Patogen pada Produk Farmasi
  • Uji Keamanan Mikrobiologis dan Kuantitatif pada Produk Farmasi Steril
  • Pengembangan Metode Kuantitatif untuk Penilaian Kebersihan Ruang Produksi Farmasi
  • Analisis Kuantitatif Mikroba Resistensi Antibiotika dalam Produk Farmasi
  • Evaluasi Potensi Antioksidan dan Aktivitas Antimikroba Ekstrak Tumbuhan pada Farmasi Kuantitatif
  • Pemantauan Kuantitatif Mikroorganisme Udara pada Area Produksi Farmasi
  • Identifikasi dan Kuantifikasi Bakteri Endofit pada Tumbuhan Obat sebagai Sumber Bahan Baku Farmasi
  • Uji Kuantitatif Keefektifan Desinfektan pada Alat Produksi Farmasi
  • Pengembangan Metode Kuantitatif untuk Deteksi Mikroorganisme Patogen dalam Produk Sediaan Parenteral
  • Analisis Kuantitatif Resistensi Mikroba terhadap Antimikroba pada Farmasi
  • Pemantauan Kontaminasi Mikrobiologis pada Proses Produksi Farmasi Menggunakan Metode Kuantitatif
  • Uji Kuantitatif Aktivitas Antimikroba Beberapa Jenis Antibiotika dalam Produk Farmasi
  • Pengembangan Metode Kuantitatif untuk Pemantauan Kebersihan Personal di Lingkungan Produksi Farmasi
  • Evaluasi Potensi Antiinflamasi dan Aktivitas Antimikroba Ekstrak Tumbuhan pada Farmasi Kuantitatif
  • Analisis Kuantitatif Mikroorganisme pada Produk Farmasi yang Menggunakan Bahan Aktif Biologis
  • Pengembangan Metode Kuantitatif untuk Pemantauan Kebersihan Permukaan di Area Produksi Farmasi
  • Uji Kuantitatif Kemampuan Penghambatan Pertumbuhan Bakteri oleh Bahan Aktif dalam Sediaan Farmasi
  • Evaluasi Efektivitas Metode Sterilisasi pada Produk Farmasi Menggunakan Pendekatan Kuantitatif
  • Analisis Kuantitatif Pencemaran Mikrobiologis pada Bahan Baku Farmasi yang Diimpor
  • Pengembangan Metode Kuantitatif untuk Pemantauan Kontaminasi Mikroorganisme pada Lingkungan Produksi Farmasi
  • Uji Kuantitatif Keamanan Mikrobiologis pada Produk Farmasi Generik
  • Identifikasi dan Kuantifikasi Mikroorganisme Patogen pada Produk Farmasi Non-Steril
  • Pengembangan Metode Kuantitatif untuk Pemantauan Kebersihan Udara di Ruang Produksi Farmasi
  • Analisis Kuantitatif Potensi Toksisitas Mikroba pada Produk Farmasi.

Untuk lebih memahami bentuk penelitian kuantitatif contoh abstrak skripsi berikut ini bisa menjadi referensi bagi Anda untuk mengetahui lebih dalam mengenai penelitian mikrobiologi farmasi, berikut adalah beberapa diantaranya:

Abstrak Judul Skripsi Kuantitatif: Uji Aktivitas Antibakteri Alga Merah (Eucheuma Spinosum) Terhadap Bakteri Staphylococcus Epidermidis dan Escherichia Coli [Download]

Escherichia coli dan Staphylococcus epidermidis merupakan flora normal tubuh yang dapat menjadi patogen dan menyebabkan berbagai jenis infeksi yang berasosiasi dengan peralatan medis. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri-bakteri tersebut dapat ditangani dengan menekan pertumbuhan atau mematikan bakteri dengan pemberian antibakteri. Antibakteri bisa didapatkan dari alam seperti alga merah (Eucheuma spinosum) yang memiliki sifat antibakteri, antijamur, dan antiinflamasi. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode ekperimental observasional laboratorik. Penelitian ini menguji daya hambat ekstrak alga merah (Eucheuma spinosum) dengan konsentrasi 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, dan 100% terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dan bakteri Escherichia coli dengan metode difusi Kirby-bauer, dilusi cair, dan dilusi padat untuk menilai zona hambat, Kadar Hambat Minimum (KHM), dan Kadar Bunuh Minimum (KBM). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya zona hambat ekstrak alga merah (Eucheuma spinosum) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan bakteri Escherichia coli pada seluruh konsentrasi. Untuk KHM pada Staphylococcus epidermidis didapatkan pada konsentrasi 100% dan Escherichia coli didapatkan pada konsentrasi 90% dan 100%. KHM pada Staphylococcus epidermidis tidak didapatkan hasil, dan Escherichia coli didapatkan pada konsentrasi 90%. Terdapat daya hambat ekstrak alga merah (Eucheuma spinosum) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dan bakteri Escherichia coli. 
Abstrak Judul Skripsi Kuantitatif: Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus Epidermidis Atcc 12228 [Download]

Bakteri Staphylococcus epidermidis diidentifikasi sebagai flora normal pada kulit yang dapat menjadi patogen disuatu kondisi tertentu dan menyebabkan penyakit infeksi kulit maupun bau badan. Pengobatan menggunakan antibiotik dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan resistensi bakteri. Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) memiliki kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, tanin dan steroid, senyawa metabolit sekunder tersebut memiliki kemampuan sebagai daya antibakteri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis ATCC 12228. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 10 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Perlakuan ekstrak kulit buah naga merah yang digunakan yaitu 5% (v/v), 10% (v/v), 15% (v/v), 20% (v/v), 25% (v/v), 50% (v/v), 75% (v/v), 100% (v/v), kontrol positif kloramfenikol 30 µg/disk, dan kontrol negatif aquades. Metode yang digunakan dalam uji daya hambat bakteri adalah difusi sumuran. 
Abstrak Judul Skripsi Kuantitatif: Uji Angka Kapang pada Susu Kedelai Tanpa Merek yang Dijual di Kecamatan Palaran [Download]

Susu kedelai sangat baik dikonsumsi karena adanya kandungan gizi yang tinggi. Memiliki kandungan gizi yang tinggi menjadikan susu kedelai sebagai media pertumbuhan yang baik bagi penyebaran mikroorganisme khususnya kapang. Cemaran mikroorganisme pada susu kedelai dapat disebabkan oleh penanganan dan pengolahan susu yang tidak tepat. Adapun faktor yang mempengaruhi pertumbuhan kapang pada susu kedelai adalah jumlah nutrisi, lama penyimpanan, kelembapan, suhu, dan pH. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah angka kapang pada susu kedelai yang dijual di Kecamatan Palaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian bersifat deskriptif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 21 sampel. Penelitian dilakukan di Kecamatan Palaran dan pemeriksaan dilakukan di Laboratorium Bakteriologi Poltekkkes Kemenkes Kalimantan Timur untuk di analisa. Dari 21 sampel yang diperiksa didapatkan 19 sampel susu kedelai tanpa merek yang terkontaminasi kapang dan 2 sampel yang tidak terkontaminasi oleh kapang. Adapun Angka Kapang pada 103 koloni/ml. Diantaranya 11 sampel (52,4%) tidak memenuhi syarat dan 10 sampel (47,6%) 101 koloni/g.
Abstrak Judul Skripsi Kuantitatif: Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Sungkai (Peronema Canescens Jack.) Terhadap Pertumbuhan dan Kemampuan Antibakteri Probiotik Lactobacillus Plantarum [Download] 

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas dari ekstrak daun sungkai (Peronema canescens Jack.) yang memiliki senyawa flavonoid terhadap pertumbuhan dari probiotik Lactobacillus plantarum. Campuran dari ekstrak daun sungkai dan probiotik L. plantarum yang memiliki metabolit sekunder masingmasing diharapkan dapat menghambat bakteri Escherichia coli dengan lebih baik. Uji antibakteri dilakukan untuk mencari nilai zona hambat yang terbentuk menggunakan metode difusi kertas cakram. Selain itu, dari pengujian juga dicari nilai KHM dan KBM dari probiotik yang telah ditambahkan ekstrak. Hasil uji karakterisasi ekstrak daun sungkai didapatkan bobot jenis (0,636 ± 0,014), kadar air (7,6 ± 0,500), susut pengeringan (7,53 ± 1,150), kadar sari larut air (74 ± 2,000), kadar sari larut etanol (62,66 ± 1,154), dan kadar abu total (2,5 ± 1,250). Pengujian dari pertumbuhan probiotik dilakukan menggunakan metode TPC (Total Plate Count) dibagi ke dalam empat variasi konsentrasi ekstrak 2%, 5%, 10%, 15%, dan kontrol media. Hasil pengujian pertumbuhan terbaik berada pada konsentrasi 15% dengan jumlah koloni 5,48 x 1014 CFU/mL. Uji aktivitas antibakteri terdiri dari empat kelompok uji yaitu suspensi L. plantarum dan ekstrak, metabolit L. plantarum dan ekstrak, suspensi murni L. plantarum dan metabolit murni L. plantarum. Masing-masing kelompok memiliki variasi konsentrasi 25%, 50%, 75%, 100%, kontrol positif dan kontrol negatif. Hasil uji antibakteri terbaik terdapat pada kelompok uji metabolit L. plantarum dan ekstrak daun sungkai yang pada konsentrasi 100% menunjukkan diameter zona hambat sebesar 16 ± 1,5 mm dengan kriteria hambatan kuat. Nilai KHM yang didapatkan yaitu konsentrasi 4,7%, sedangkan nilai KBM yang didapatkan yaitu konsentrasi 9,4%. 
Abstrak Judul Skripsi Kuantitatif: Uji Aktivitas Antibakteri Etanol, Fraksi Nheksana, Etil Asetat, dan Air Daun Bit (Beta Vulgaris L.) Terhadap Bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) [Download] 

Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) is one of the resistant strains of Staphylococcus aureus bacteria that are resistant to antibiotics such as methicillin, penicillin, cotrimoxazole, rifampin, chloramphenicol and gentamicin. MRSA resistance to beta-lactam antibiotics is due to changes in penicillin-binding protein 2a (PBP2a). Based on this information, it is necessary to find alternative medicine by utilizing active compounds in plants, namely beet leaves. Beet leaves were extracted using the maceration method with 96% ethanol, then the extract was fractionated using n-hexane, ethyl acetate and water as solvents. The resulting extracts and fractions were then tested for antibacterial using the disc diffusion method with concentrations of 1000ppm, 500ppm, 250ppm, 125ppm, and 62.5ppm against MRSA bacteria. The diameter of the inhibition zone obtained was then analyzed descriptively with CLSI 2020. Ethanol extract and ethyl acetate fraction had antibacterial activity at concentrations of 1000ppm, 500ppm, 250ppm, 125ppm, and 62.5ppm with an average range of inhibition zone 15.06 mm-7.26 mm. The water fraction had antibacterial activity at concentrations of 1000ppm, 500ppm, 250ppm, and 125 ppm with an average inhibition zone of 11.40 mm-6.90 mm, while at a concentration of 62.5 ppm it did not show any antibacterial activity. N-hexane fraction did not show any antibacterial activity, The results of the comparison with the positive control, namely ciprofloxacin according to the CLSI, between the extract and the fraction of beetroot leaf extract had an activity that was not equivalent to the positive control ciprofoxacin which has a zone inhibition 17,4 mm. 

Kini, Anda lebih memahami bahwasanya skripsi kuantitatif lebih banyak menggunakan data ekperimental observasional laboratorik, TPC, dan lain sebagainya yang bersinggungan dengan angka-angka. Maka, untuk memperluas pemahaman Anda tentang penelitian mikrobiologi farmasi, ada baiknya jika Anda juga membaca referensi abstrak dan judul skripsi lainnya sebagai sumber tambahan. Namun, akan lebih baik jika Anda segera mengambil bimbingan online atau menemui dosen pembimbing di kampus Anda jika dirasa masih terlalu sulit untuk menentukan penelitian secara mandiri.