SkripsiYuk.com – Anda sedang mencari jasa skripsi dan KTI imunoserologi kuantitatif? Skripsi Yuk adalah layanan yang berpengalaman sejak 2012 dan telah membantu ribuan mahasiswa menyelesaikan tugas dan berhasil wisuda tepat waktu. Kami menyediakan jasa judul skripsi dan KTI imunoserologi kuantitatif bagi Anda yang sedang mencari ide judul untuk karya ilmiah Anda. Berikut adalah 30 judul KTI imunoserologi kuantitatif.
- Korelasi Antara Tingkat Antibodi Spesifik Terhadap Virus Influenza dengan Kejadian Infeksi pada Populasi Tertentu
- Analisis Hubungan Antara Konsentrasi IgE Serum dan Respons Alergi pada Pasien Dermatitis Atopik
- Evaluasi Tingkat IgM dan IgG Terhadap Virus Dengue pada Pasien dengan Riwayat Demam Berdarah
- Pengukuran Kadar Antibodi Anti-Tiroglobulin dan Anti-TPO dalam Diagnosis Penyakit Autoimun Tiroid
- Hubungan Antara Tingkat Antibodi Anti-CCP dengan Aktivitas Penyakit Rheumatoid Arthritis
- Analisis Kuantitatif Kadar IgA Serum pada Pasien dengan Gangguan Fungsi Hati Kronis
- Evaluasi Tingkat Antibodi Terhadap Virus Hepatitis B pada Kelompok Risiko Tinggi
- Korelasi Antara Kadar Antibodi IgG Terhadap Campylobacter jejuni dengan Kejadian Guillain-Barré Syndrome
- Pengukuran Konsentrasi IgM dan IgG Terhadap Toxoplasma gondii pada Wanita Hamil
- Analisis Kuantitatif Kadar Antibodi Anti-ENA (Extractable Nuclear Antigens) pada Pasien dengan Lupus Eritematosus Sistemik
- Hubungan Antara Tingkat IgE dan Riwayat Alergi pada Anak-anak Usia Prasekolah
- Evaluasi Tingkat Antibodi IgA Terhadap Transglutaminase pada Pasien dengan Celiac Disease
- Korelasi Antara Kadar Antibodi Anti-dsDNA dan Aktivitas Penyakit Lupus Nefritis
- Analisis Kuantitatif Kadar IgM dan IgG Terhadap Virus Rubella pada Ibu Hamil
- Pengukuran Tingkat Antibodi Anti-HBs pada Kelompok Penerima Vaksinasi Hepatitis B
- Hubungan Antara Konsentrasi IgA Serum dan Frekuensi Infeksi Saluran Pernafasan Atas pada Anak-anak
- Evaluasi Kadar Antibodi Anti-HCV pada Pasien dengan Riwayat Penggunaan Jarum Suntik Bersama
- Korelasi Antara Tingkat IgG Terhadap Mycobacterium tuberculosis dengan Status Infeksi Tuberkulosis
- Analisis Kuantitatif Kadar Antibodi Anti-HIV pada Kelompok Risiko Tinggi
- Pengukuran Konsentrasi IgM dan IgG Terhadap Virus Varisela Zoster pada Pasien dengan Varisela
- Hubungan Antara Kadar Antibodi Anti-TTG dan Gejala Gastrointestinal pada Pasien dengan Gluten Sensitivity
- Evaluasi Tingkat IgE Terhadap Alergen Udara pada Pasien dengan Asma Bronkial
- Korelasi Antara Konsentrasi Antibodi Anti-Ro dan Anti-La dengan Manifestasi Klinis Sindrom Sjögren
- Analisis Kuantitatif Kadar IgM dan IgG Terhadap Virus Herpes Simpleks pada Pasien dengan Lesi Kulit
- Pengukuran Tingkat Antibodi Anti-Mullerian Hormone pada Wanita dengan Gangguan Fertilitas
- Hubungan Antara Kadar IgA Terhadap Endomysium dengan Kerusakan Mukosa Usus pada Pasien Celiac Disease
- Evaluasi Kadar Antibodi Anti-TPO pada Pasien dengan Hipotiroidisme Autoimun
- Korelasi Antara Tingkat Antibodi Anti-nuclear dan Profil Klinis Pasien dengan Lupus Eritematosus Sistemik
- Analisis Kuantitatif Kadar IgE Terhadap Alergen Serbuk Sari pada Pasien Rinitis Alergi
- Pengukuran Konsentrasi IgM dan IgG Terhadap Mycoplasma pneumoniae pada Pasien dengan Pneumonia.
Selain menyajikan judul, kami juga menyediakan beberapa abstrak KTI imunoserologi kuantitatif dari berbagai sumber penelitian terpercaya yang dapat membantu Anda sebagai peneliti dalam menentukan penelitian yang paling sesuai dengan bidang studi dan kompetensi Anda.
Abstrak KTI Kuantitatif: Immuno-Serological Evaluation of Infants Immunized with Hepatitis B Vaccine A serological evaluation was conducted to assess the hepatitis B (HB) vaccination effectiveness among children with age 1-2 years of age in Sumedang regency. Blood samples for antibody determination were obtained from 239 infants from Situ, Cimalaka and South Sumedang Districts. The results that the HbsAg prevalence among infants in the study areas was 1.7% and the proportion of infants with negative titer was 5.5%. Most (55%) infants were immunized at age 1 month and 29% of the infants received the immunization between ages 0-7 days. The percentage of infants who development protective HB antibody from the three districts was 91.58% with mean geometric titer of 68,1653 mIU/ml. The highest percentage of infants with protective antibody level was in Cimalaka district, i.e. 96,25%. The results of immunization coverage of three HB doses in Sumedang district in 1999 and 2000 were 91.75% and 91.29% respectively. This study concluded that the percentage of protected infants post immunization with three doses of HB in Sumedang regency has not changed significantly in comparison with immunization coverage that was reported in 1999 and 2000.
Abstrak KTI Kuantitatif: Analisa cross-infection virus AI subtipe H5N1 berdasarkan imunoserologi pada burung air di cagar alam Pulau Dua Imunoserologi adalah cara mengidentifikasi terbentuknya antibodi yang diproduksi oleh sel darah putih sebagai respon terhadap masuknya antigen. Salah satu teknik Imunoserologi yang lazim digunakan untuk mendeteksi keberadaan antibodi di dalam darah adalah uji hambatan hemaglutinasi (Hemagglutination-inhibition/HI). Pada uji ini digunakan antigen yang homolog sehingga akan terjadi ikatan antigen-antibodi. Titer antibodi merupakan salah satu indikator dalam menentukan respon imun organisme terhadap suatu infeksi, seperti infeksi Virus Avian Influenza (VAI) subtipe H5N1. Interaksi yang terjadi antara burung air liar dengan unggas domestik dapat menyebabkan cross-infection, baik dari unggas domestik ke burung liar maupun dari burung liar ke unggas domestik. Salah satunya cara yang dapat dilakukan untuk menentukan pola penularan dan penyebaran VAI subtipe H5N1 pada kawasan CAPD adalah melalui analisa cross-infection berdasarkan imunoserologi dengan melihat titer antibodi yang terbentuk pada unggas (ayam, bebek, mentok) dan burung-burung air liar penetap di kawasan tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cross-infection tidak terjadi pada penyebaran virus VAI subtipe H5N1 di kawasan CAPD. Penularan terjadi hanya satu arah, dari unggas domestik ke burung-burung air liar penetap di CAPD.
Abstrak KTI Kuantitatif: Uji Efek Imunomodulator dari Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L.) dengan Metoda Carbon Clearance Terhadap Mencit Putih Jantan Tumbuhan kersen (Muntingia calabura L.) merupakan tanaman yang berpotensi dikembangkan sebagai obat yang secara tradisional digunakan sebagai obat analgetik dan antiradang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas imunomodulator ekstrak etanol tumbuhan kersen dengan metode carbon clearance serta jumlah total leukosit dan persentase sel leukosit mencit putih jantan. Pengujian dilakukan pada 25 ekor mencit putih jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok 1 (kontrol negatif) diberi suspensi Na CMC 0,5%, kelompok 2, 3, dan 4 diberi suspensi ekstrak daun kersen dengan dosis 50; 100; dan 200 mg/kgbb; dan kelompok 5 (kontrol positif) diberi obat Imboost dengan dosis 15 mg/kgbb. Ekstrak etanol daun kersen diberikan selama enam hari secara oral dan pada hari ke tujuh ditentukan indeks fagositosis, jumlah sel leukosit, persentase jenis sel leukosit, dan persentase bobot limpa relatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks fagositosis kelompok kontrol adalah 1,000, kelompok dosis 50 mg/kgbb adalah 1,095, kelompok dosis 100 mg/kgbb adalah 1,469, kelompok dosis 200 mg/kgbb adalah1,745 , dan kelompok pembanding imboost 15 mg/kgbb adalah 2,054. Hasil indeks fagositosis menyatakan bahwa ekstrak etanol daun kersen bersifat imunostimulan karena indeks fagositosis besar dari satu (IF>1). Berdasarkan uji ANOVA dua arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05) terhadap indeks fagositosis dan berdasarkan uji ANOVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan terdapat pebedaan yang signifikan (p<0,05) terhadap persentase jenis sel leukosit, jumlah total sel leukosit, dan bobot limpa relatif. Hasil tersebut menunjukkan ekstrak daun kersen pada dosis 50, 100,dan 200 mg/kgbb memiliki aktivitas imunostimulan terhadap mencit putih jantan
Abstrak KTI Kuantitatif: Pengaruh Pemberian Ekatrak Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) Kombinasi Simvastatin Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Pada Mencit Putih Jantan (Mus musculus) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberian ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmanii) kombinasi simvastatin terhadap penurunan kadar kolesterol total pada mencit putih jantan (Mus musculus). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium (In vivo) sebanyak 24 ekor mencit strain wistar sebagai hewan uji. Mencit sebelum diberikan perlakuan ditimbang berat badan masing-masing mencit kemudian dikelompokkan sesuai dengan kelompok uji yang terdiri dari emam kelompok yakni, kelompok kontrol normal, kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif simvastatin 1,3 mg/kg BB, kelompok perlakuan positif ekstrak kayu manis (cinnamomum burmanii) 8 mg/kg BB, kelompok perlakuan kombinasi 1 ekstrak kayu manis 8 mg/kg BB dan simvastatin 1,3 mg/kg BB, dan kelompok perlakuan kombinasi 2 ekstrak kayu manis 10 mg/kg BB dan simvastatin 1,3 mg/kg BB. Pengukuran kadar kolesterol awal dilakukan pada hari ke-0, kemudian mencit diberikan PTU 0,02% dan kuning telur 10 mg/kg BB selama 6 hari berturut-turut, setelah itu dilakukan pengukuran kadar kolesterol pada hari ke-7, kemudian pada hari ke-8, diberikan perlakuan sesuai dengan kelompok kontrol masing-masing selama 7 hari berturut-turut pada pukul 5 sore, pada hari ke-14 mencit diukur kadar kolesterol total. Pengukuran kadar kolesterol ini menggunakan alat spektrofotometer Biochemical Analyze. Data yang diperoleh diolah menggunakan metode statistik One Way Anova. Berdasarkan hasil, diperoleh bahwa penggunaan kombinasi dari ekstrak etanol kayu manis (Cinnamomum burmanii) dan simvastatin dapat menurunkan kadar kolesterol total pada mencit dari 125 mg/dL menjadi 79,815 mg/dL dan 116,5 mg/dL menjadi 69,79 mg/dL, dengan dosis kayu manis masing-masing 8 mg/kg BB dan 10 mg/kg BB, serta penggunaan kombinasi dengan dosis tersebut tidak menyebabkan hipolipidemik ataupun efek merugikan lainnya. Kata Kunci: Hiperkolesterolemia, Kombinasi, Ekstrak Etanol Kayu Manis, Simvastatin, Hipolipidemik
Abstrak KTI Kuantitatif: Pengaruh Lama Penyimpanan Bahan Kontrol Pool Serum Terhadap Kadar Bun (Blood Urea Nitrogen) Dan Kadar Kreatinin (Cr) Penelitian kadar BUN dan kadar Kreatinin yang sering dilakukan dilaboratorium patologi klinik adalah serum kontrol komersial. Pemeriksaan BUN dan Kreatinin menggunakan pool serum sebagai bahan kontrol penting dilakukan karena pemeriksaan BUN dan Kreatinin banyak diminta oleh dokter ataupun pasien secara pribadi. Sedangkan pool serum tidak memerlukan biaya untuk membuatnya. Penyebab penurunan penyimpanan lyophilized universal control adalah keberadaan freezer yang tidak standar dalam laboratorium, dengan suhu ideal -15oC. Jika serum lyophilized universal control mengalami penurunan penyimpanan jika sudah dilarutkan disimpan 1 bulan dalam freezer, maka penyimpanan pool serum dalam freezer diduga memiliki resiko lebih besar untuk perubahan kadar BUN dan Kadar Kreatinin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan pool serum terhadap kadar BUN dan kadar Kreatinin. Jenis penelitian Eksperimental. Populasi penelitian menggunakan serum yang berasal dari 5 mahasiswa yang memiliki kadar BUN dan Kreatinin normal yang dipilih secara random (acak). Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2017. Hasil pemeriksaan didapatkan rata-rata kadar BUN pada lama penyimpanan 0 minggu adalah 23,176 mg/dl, 1 minggu adalah 22,488 mg/dl, 2 minggu adalah 22,616 mg/dl, 3 minggu adalah 22,226 mg/dl, 4 minggu adalah 22,33 mg/dl. Rata-rata kadar Kreatinin pada 0 minggu adalah 1,068 mg/dl, 1 minggu adalah 0,882 mg/dl, 2 minggu adalah 0,992 mg/dl, 3 minggu adalah 0,986 mg/dl, 4 minggu adalah 0,926 mg/dl. Analisis statistik dengan Anova menunjukkan bahwa, tidak terdapat pengaruh lama penyimpanan bahan kontrol pool serum terhadap kadar bun (p ≥ 0,05) dan kreatinin (p ≥ 0,05).
Jika Anda merasa bingung dalam menentukan judul KTI imunoserologi kuantitatif yang menekankan penggunaan data eksperimen, laboratorat, observasi, dan data lainnya berupa angka, disarankan untuk mencari bimbingan online atau berkonsultasi dengan dosen pembimbing di universitas Anda. Melalui bimbingan tersebut, Anda bisa mendapatkan arahan yang membantu dalam merumuskan judul yang sesuai dengan kebutuhan penelitian Anda.
Selain itu, luangkan waktu untuk membaca lebih banyak referensi judul skripsi, baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Referensi tersebut dapat memberikan inspirasi dan petunjuk tambahan dalam memilih topik yang relevan dan menarik untuk penelitian Anda.

