Apakah Anda tahu jika penulisan daftar pustaka adalah bagian paling penting dalam penulisan karya ilmiah baik jurnal, skripsi, tesis dan disertasi. Daftar pustaka digunakan sebagai sumber pertanggung jawaban atas sumber yang Anda gunakan dalam penyusunan karya tulis. Nah, karena sifatnya yang penting, yuk kita bahas bersama tentang apa itu daftar pustaka dan aneka ragam style penulisannya!
Definisi Daftar Pustaka
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), daftar pustaka adalah daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit, dan sebagainya yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau buku, dan disusun menurut abjad. Penyusunan daftar pustaka ini bertujuan untuk kemudahan bagi pembaca mencari sumber asli dari kutipan yang ada pada penelitian. Dilansir dari dailysocial.id fungsi utama daftar pustaka untuk menghindari plagiarisme, memperkuat argumen, penghargaan bagi penulis, dan membantu pembaca mempertanggung jawabkan tulisanya.
Style Daftar Pustaka
Apakah kalian tau ? Setiap kampus memiliki ciri-ciri tersendiri atau umumnya disebut dengan gaya selingkung yang artinya dalam penulisan karya ilmiah memiliki template dan aturan yang berbeda antara satu kampus dengan kampus yang lainya. Adapun beberapa jenis style format penulisan daftar pustaka yaitu :
1. APA (American Pshycological Association)
Umumnya APA style digunakan oleh sebagian besar kampus di Indonesia. Terhitung sejak 2019, APA meluncurkan pedoman penulisan daftar pustaka terbaru untuk berbagai sumber karya ilmiah. Terdapat perubahan dalam APA style edisi ke-7, salah satunya tidak lagi mencantumkan nama tempat atau kota penerbit.
2. Chicago
The Chicago Manual of Style (CMS atau Chicago) merupakan sebuah aturan tentang cara penulisan untuk bahasa Inggris Amerika yang diterbitkan oleh Pers Universitas Chicago. Dari nama penerbit inilah diperoleh nama cara penulisannya.
3. MLA (Modern Language of America)
MLA style dilihat dari kapitalisasi judul terletak pada penulisan kata utama. Pada APA style hanya kata-kata yang diperlukan saja yang ditulis dengan hurus kapital dan dicetak miring. Sedangkan pada gaya MLA style, semua kata utama dalam judul ditulis dengan huruf besar dan digaris bawah.
4. Vancouver
Vancouver adalah salah satu sistem penulisan daftar pustaka yang menggunakan penomoran dalam teks. Penomoran ini dapat dituliskan dalam tanda kurung atau superskrip, di mana penggunaanya harus konsisten dalam satu karya ilmiah. Gaya penulisan Vancouver biasa ditemukan dalam karya tulis kedokteran atau sains.
5. Harvard
Sistem referensi Harvard style populer dengan sebutan gaya referensi Penulis-Tanggal. Sistem ini menekankan nama pembuat informasi dan tanggal publikasi, dengan daftar referensi dalam urutan abjad di bagian akhir karya ilmiah. Dalam Harvard style umumnya memiliki aturan penulisan sebagai berikut:
Daftar referensi harus diurutkan menurut abjad nama belakang penulis. Tajuk ‘Daftar Pustaka’ atau ‘Bibliografi’ wajib ditulis di bagian atas.
Nah, setelah kamu tahu banyaknya style penulisan daftar pustaka alangkah lebih baiknya cek dan buka dulu buku pedoman skripsi, tesis, dan disertasi dari kampusmu ya, agar tidak dimarahi dosen. Satu hal lagi yang harus di ingat, karena karya ilmiah adalah penulisan yang butuh pertanggung jawaban maka kamu juga harus cari feresensi terbaik dan menuliskanya sesuai dengan gaya selingkung kampusmu ya!
Semoga berhasil dan selamat berproses,Bestie! [Kart/ka].
Daftar Pustaka
Daftar Pustaka: Pengertian, Fungsi dan Teknik Penulisannya | DailySocial.id
Daftar Pustaka Harvard Style | Format & Contoh – Ascarya Solution

