Cara Membuat Kajian Teori yang Baik untuk Skripsi

Kajian teori adalah suatu tahap penting dalam proses penelitian. Secara sederhana, kajian teori dapat diartikan sebagai rangkaian pembahasan tentang teori-teori yang berkaitan dengan masalah penelitian yang akan diangkat. Keberadaan kajian teori dalam skripsi berfungsi untuk memperdalam pemahaman peneliti tentang masalah yang diteliti dengan memanfaatkan teori-teori yang relevan. Namun, selain satu fungsi tersebut, masih ada fungsi lain dari keberadaan kajian teori dalam penelitian terutama skripsi yang perlu Anda ketahui. Dalam Artikel ini akan dibahas lebih lanjut tentang apa saja fungsi kajian teori dalam penelitian skripsi, bagaimana ciri-ciri kajian teori yang baik, dan bagaimana cara membuat kajian teori yang baik untuk skripsi.

Fungsi Kajian Teori dalam Penelitian

Kajian teori memiliki peran yang sangat penting dalam proses penelitian selain sebagai sumber teori yang menguatkan penelitian. Berikut adalah beberapa fungsi dari kajian teori yang perlu diketahui para peneliti, terutama mahasiswa yang tengah menyelesaikan skripsi, antara lain:

1. Sebagai dasar teoretis penelitian

Kajian teori menjadi dasar teoretis bagi penelitian yang akan dilakukan. Dengan memahami teori-teori yang relevan, peneliti akan mampu membangun hipotesis atau kerangka konseptual yang kuat dan teruji.

2. Sebagai landasan untuk memilih metode penelitian

Kajian teori juga berfungsi sebagai landasan untuk memilih metode penelitian yang tepat. Dengan memahami teori-teori yang relevan, peneliti akan mampu memilih metode penelitian yang paling sesuai untuk menjawab masalah penelitian yang diangkat.

3. Sebagai pengarah dalam pengumpulan data

Kajian teori juga berfungsi sebagai pengarah dalam pengumpulan data. Dengan memahami teori-teori yang relevan, peneliti akan mampu mengidentifikasi variabel-variabel yang penting untuk diukur dan cara pengukurannya.

4. Sebagai pembanding hasil penelitian

Kajian teori juga dapat digunakan sebagai pembanding hasil penelitian. Dengan memahami teori-teori yang relevan, peneliti akan mampu membandingkan hasil penelitian yang diperoleh dengan hasil penelitian yang sejenis.

Setelah mengetahui apa saja fungsi dari kajian teori dalam penelitian, perlu bagi peneliti mengetahui ciri-cri kajian teori yang baik untuk menilai apakah teori yang disusun dan ditulis sudah benar dan relevan dengan penelitiannya.

Ciri-Ciri Kajian Teori yang Baik

Untuk membuat kajian teori yang baik, ada beberapa ciri-ciri yang perlu diperhatikan oleh para peneliti, antara lain:

1. Relevan dengan masalah penelitian

Kajian teori yang baik harus relevan dengan masalah penelitian yang akan diangkat. Teori-teori yang dipilih harus dapat memberikan jawaban atau pemahaman yang memadai terhadap masalah penelitian.

2. Terkini dan akurat

Kajian teori yang baik harus terkini dan akurat. Teori-teori yang dipilih harus berasal dari sumber-sumber terpercaya dan diperbarui secara berkala.

3. Sistematis

Kajian teori yang baik harus sistematis. Pembahasan teori-teori harus terstruktur dengan baik dan mengikuti urutan logis.

4. Tersedia dalam jumlah yang memadai

Kajian teori yang baik harus tersedia dalam jumlah yang memadai. Teori-teori yang dipilih harus mudah diakses dan tersedia dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan penelitian.

5. Terkait dengan tujuan penelitian

Kajian teori yang baik harus terkait dengan tujuan penelitian. Teori-teori yang dipilih harus dapat mendukung tujuan penelitian

Cara Membuat Kajian Teori yang Baik

Setelah peneliti mengetahui apa saja ciri-ciri yang menandai baik tidaknya kajian teori, baru kemudian kita beralih pada bagaimana cara membuat kajian teori yang baik untuk skripsi. Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat diikuti untuk membuat kajian teori yang baik untuk skripsi:

1. Identifikasi Masalah Penelitian

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi masalah penelitian yang akan diangkat. Hal ini akan memudahkan dalam memilih teori-teori yang relevan dengan masalah penelitian.

2. Mencari Sumber Bacaan

Langkah selanjutnya adalah mencari sumber bacaan yang relevan dengan masalah penelitian. Sumber bacaan dapat ditemukan dari berbagai sumber, seperti jurnal ilmiah, buku referensi, makalah seminar, atau hasil penelitian sejenis.

3. Membaca dan Meringkas Sumber Bacaan

Setelah sumber bacaan ditemukan, langkah selanjutnya adalah membaca dan meringkas setiap sumber bacaan. Hal ini akan memudahkan dalam memahami isi dari setiap sumber bacaan.

4. Menentukan Teori-teori yang Relevan

Setelah sumber bacaan dibaca dan diringkas, langkah selanjutnya adalah menentukan teori-teori yang relevan dengan masalah penelitian. Teori-teori yang dipilih harus dapat memberikan jawaban atau pemahaman yang memadai terhadap masalah penelitian.

5. Menulis Kajian Teori

Setelah teori-teori yang relevan telah ditentukan, langkah terakhir adalah menulis kajian teori. Kajian teori harus ditulis secara sistematis dan terstruktur dengan baik. Isi dari kajian teori harus mencakup pengantar, definisi konsep, keterkaitan antara konsep, dan kesimpulan agar nantinya mudah dipahami oleh pembaca. Dalam mengutip teori untuk disematkan dalam kajian teori, Anda dilarang menyalin tanpa mengubah kalimat aslinya, maka perlu bagi Anda memparafrase terlebih dahulu teori yang dingikan agar terhindar dari plagiasi.

Kesimpulan

Kajian teori dalam penelitian memiliki fungsi sebagai dasar teoretis, landasan pemilihan metode, pengarah pengumpulan data, dan pembanding hasil penelitian yang dapat dibuat dengan memperhatikan ciri-ciri kajian teori yang baik dan langkah-langkah seperti mengidentifikasi masalah, mencari sumber, meringkas, menentukan teori, dan menulis kajian teori untuk membangun hipotesis atau kerangka konseptual yang valid dan reliabel.

Bagi Anda yang membutuhkan jasa bimbingan skripsi maupun jasa konsultasi skripsi untuk menghasilkan tugas akhir yang lebih berkualitas dan cepat dapat menggunakan jasa SkripsiYuk yang akan membimbing Anda dengan bantuan para mentor profesional. Hubungi Admin SkripsiYuk untuk informasi lebih lanjut.