Pengaruh Model Pembelajaran Mastery Learning Terhadap Keterampilan Menulis

Anda bisa menyimak dan mengunduh abstrak judul skripsi di bagian bawah.

Abstrak

Pengaruh Model Pembelajaran Mastery Learning Terhadap Keterampilan Menulis Kalimat Sederhana Bahasa Inggris Kelas 5 SD Sono Parangtritis Kretek Bantul

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran
mastery learning terhadap keterampilan menulis kalimat sederhana bahasa inggris kelas 5 SD Sono. Jenis penelitian ini adalah penelitian experiment pre experimental one group pre test post test. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas 5 SD Sono yang berjumlah 24 siswa. Sedangkan objek penelitian ini adalah model pembelajaran mastery learning yang meliputi orientasi, penyajian, latihan terstruktur, latihan terbimbing, latihan mandiri. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, test, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran dengan model pembelajaran mastery learning berpengaruh terhadap hasil belajar siswa secara signifikan, hal ini ditunjukkan oleh treatment dan tanggapan guru setelah serangkaian treatment selesai. Adapun hasil nilai keterampilan menulis sederhana di pre test adalah 68,3 sedangkan hasil pada post test adalah 76,6. Hal ini membuktikan bahwa treatment yang diberikan kepada siswa berpengaruh terhadap keterampilan menulis sederhana pada siswa Hasil keterampilan menulis sederhana setelah diberikan treatment lebih tinggi daripada hasil keterampilan menulis sebelum diberikan treatment. Kata kunci: model pembelajaran, mastery learning.

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Salah satu masalah dalam bidang pendidikan di Indonesia yang banyak diperbincangkan adalah tentang rendahnya mutu pendidikan. Hal ini tercermin dari rendahnya rata-rata hasil belajar siswa baik itu hasil belajar pada nilai semester maupun ujian nasional. Hal ini dapat dibuktikan oleh hasil ujian pada mata pelajaran Bahasa Inggris tingkat sekolah dasar yang mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Masalah lain dalam pendidikan di Indonesia yang yaitu tentang pendekatan dalam pembelajaran masih terlalu didominasi peran guru (teacher center). Guru banyak menempatkan siswa sebagai obyek dan bukan sebagai subyek didik. Pendidikan kita kurang memberikan kesempatan pada siswa dalam berbagai mata pelajaran untuk mengembangkan kemampuan berpikir holistik (menyeluruh), kreatif, objektif, dan logis. Belajar dan mendidik merupakan dua konsep yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Belajar menunjukkan kepada bentuk perubahan yang dialami seseorang dalam perilaku akibat adanya interaksi antara respon dan stimulus, sedangkan mendidik menunjukkan penyampaian suatu ilmu untuk membentuk manusia menjadi pribadi yang baik. Jadi belajar dan mendidik dalam hal ini adalah proses interaksi antara guru dan siswa pada saat proses pembelajaran. Proses pembelajaran akan berhasil selain ditentukan oleh kemampuan guru dalam menentukan metode dan alat yang digunakan dalam pengajaran, juga ditentukan oleh minat dan motivasi belajar siswa. 2 Rendahnya hasil belajar bahasa Inggris pada siswa di tingkat SD baik itu pada nilai semester maupun ujian nasional dikarenakan guru dalam membelajarkan materi bahasa inggris terlalu cepat dan kurang menarik. Di samping itu penggunaan metode pengajaran yang salah dapat mengakibatkan tingkat pemahaman siswa dan penguasaan materi masih kurang, serta nilai yang diperoleh siswa cenderung rendah. Hal ini dibuktikan dengan hasil observasi pada tanggal 27 November 2015 dengan Ibu Septi selaku guru Bahasa Inggris SD N Sono, yaitu nilai Bahasa Inggris kelas 5 SD N Sono masih di bawah KKM yaitu nilainya berkisar antara 73 – 74 dengan skor maksimal 100, sedangkan KKM mata pelajaran Bahasa Inggris adalah 75. Untuk mempengaruhi hasil belajar pada siswa khususnya keterampilan menulis kalimat sederhana pada mata pelajaran Bahasa Inggris, diperlukan proses pengemasan belajar yang tepat, salah satunya adalah dengan menerapkan mastery learning dalam pembelajaran. Mastery learning adalah suatu proses pembelajaran dimana siswa diberikan waktu yang cukup dan juga kesempatan belajar yang memadai. Sehingga dengan demikian semua siswa akan dapat belajar sesuai dengan cara dan kecepatan masing-masing. Dalam hal ini, guru melakukan berbagai teknik pembelajaran, yaitu dengan memberikan umpan balik dan tes berdasarkan acuan kriteria. Berdasarkan observasi yang telah dilaksanakan faktor penyebab siswa belum tuntas dalam hasil belajar Bahasa Inggris adalah waktu belajar siswa kelas V yang masih kurang, karena pembelajaran di lakukan dalam 2×35 menit dalam satu minggu sekali. Berdasarkan wawancara yang peneliti lakukan pada siswa, 3 siswa kekurangan waktu belajar karena masih belum bisa membagi waktu bermain dan waktu belajar, dalam hal ini siswa kelas V SD Negeri Sono masih sering menggunakan waktu bermainnya daripada untuk belajar. Tentu saja itu berdampak pada hasil belajar Bahasa Inggris yang belum tuntas, yakni dibawah KKM yaitu 75. Faktor yang kedua adalah siswa kurang percaya diri dalam pelaksanaan pembelajaran Bahasa Inggris, hal ini dikarenakan siswa yang belum terbiasa menggunakan bahasa inggris dalam kegiatan sehari-hari. Faktor yang ketiga adalah minat belajar siswa terhadap pembelajaran Bahasa Inggris masih rendah. Hal ini terbukti ketika siswa cenderung mencari kesibukan lain ditengah kegiatan belajar mengajar berlangsung, faktor yang terakhir adalah sarana belajar Bahasa Inggris siswa kelas V pada mata pelajaran bahasa inggris masih sangat minim. Untuk menunjang keberhasilan siswa dalam pembelajaran bahasa inggris guru hanya menggunakan media buku dan sesekali menggunkan media bernyanyi untuk membentuk motivasi belajar siswa. Adapun kelemahan belajar bahasa inggris di kelas V SD N 2 SONO adalah (1) siswa tidak mampu menguasai hubungan antar konsep, (2) siswa kurang memperhatikan materi yang diberikan guru, (3) siswa kurang dalam mengerjakan latihan-latihan soal, (4) siswa malu bertanya tentang materi yang belum dimengerti. Masalah-masalah di atas merupakan masalah-masalah pendekatan pembelajaran, belum lagi masalah-masalah dari siswa itu sendiri. Terutama pada pelajaran bahasa inggris, mengingat pelajaran bahasa inggris merupakan mata pelajaran yang terkenal sulit, selain itu juga dikhawatirkan aktivitas belajar bahasa 4 inggris terganggu, jika suasana pembelajaran bahasa inggris tidak menyenangkan. Ini merupakan masalah utama yang dihadapi oleh para guru Bahasa Inggris. Rendahnya hasil belajar Bahasa Inggris karena adanya berbagai cap negatif telah melekat di benak siswa berkenaan dengan pelajaran bahasa inggris, yang bisa jadi itu semua dimunculkan dari guru baik secara langsung maupun tidak langsung, disadari atau tidak disadari. Salah satu cara untuk menyelesaikan masalah belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris adalah melalui pendekatan belajar tuntas (mastery learning). Dari permasalahan yang telah diuraikan, peneliti tertarik untuk menerapkan mastery learning pada proses pembelajaran Bahasa Inggris siswa kelas V Sekolah Dasar. Adapun judul dari penelitian ini adalah “Pengaruh Model Pembelajaran Mastery Learning terhadap Keterampilan Menulis Kalimat Sederhana Bahasa Inggris Kelas 5 SD Sono Parangtritis Kretek Bantul.

B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan dapat diidentifikasi masalahmasalah yang terjadi sebagai berikut : 1. Metode yang digunakan guru kurang kreatif, yaitu masih menggunakan metode ceramah. 2. Keterampilan menulis siswa kelas 5 SD Negeri Sono masih rendah di bawah standar kriteria ketuntasan minimal belajar yaitu 75 3. Media yang digunakan guru dalam mengajar kurang memotivatif. 4. Pendekatan belajar dengan model mastery learning atau belajar tuntas belum digunakan oleh guru. 5 5. Waktu pelajaran bahasa inggris terbatas.

C. Pembatasan Masalah Mengingat begitu luasnya ruang lingkup pada penelitian ini, maka peneliti membatasi permasalahan. Peneliti memberikan batasan masalah pada pengaruh Model Pembelajaran Mastery Learning terhadap Keterampilan Menulis Kalimat Sederhana Bahasa Inggris Kelas 5 SD Sono Parangtritis Kretek Bantul.

D. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang, identifikasi masalah, dan batasan masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah terdapat pengaruh Model Pembelajaran Mastery Learning terhadap Keterampilan Menulis Kalimat Sederhana Bahasa Inggris Kelas 5 SD Sono Parangtritis Kretek Bantul?

E. Tujuan Penelitian Masalah yang timbul dalam pembelajaran diperlukan usaha-usaha agar terdapat peningkatan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Mastery Learning terhadap Keterampilan Menulis Kalimat Sederhana Bahasa Inggris Kelas 5 SD Sono Parangtritis Kretek Bantul

F. Manfaat Penelitian Sebagai penelitian experiment pre experimental one group pre test post test, manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah. 1. Manfaat Teoritis 6 Manfaat teoritis dari penelitian ini adalah hasil penelitian diharapkan mampu memberikan sumbangan berupa kajian konseptual untuk memperbaiki hasil belajar Bahasa Inggris. 2. Manfaat Praktis Dari segi praktis, ada tiga manfaat yang disampaikan dalam penelitian ini yaitu, sebagai berikut: a. Bagi siswa, dapat memotivasi siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris dengan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki masing-masing siswa. b. Bagi guru, dengan penerapan mastery learning dapat membuat pembelajaran menjadi asyik serta dapat meningkatkan motivasi beajar siswa. c. Bagi peneliti selanjutnya, dapat digunakan sebagai bahan perbandingan dan referensi terhadap penelitian selanjutnya.

Anda bisa mengunduh Pengaruh Model Pembelajaran Mastery Learning Terhadap Keterampilan Menulis Kalimat Sederhana Bahasa Inggris Kelas 5 SD Sono Parangtritis Kretek Bantul atau memesan jasa skripsi serupa di skripsiyuk.com.