Dalam penyusunan karya ilmiah, orisinalitas menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan oleh mahasiswa, dosen, dan peneliti. Skripsi, tesis, disertasi, maupun artikel jurnal tidak hanya dituntut memiliki pembahasan yang sistematis, tetapi juga harus menunjukkan penggunaan sumber yang tepat dan penghargaan terhadap gagasan orang lain. Salah satu tahapan yang sering dilakukan untuk memeriksa aspek tersebut adalah pemeriksaan similarity menggunakan perangkat pendeteksi kemiripan teks.
Namun, masih banyak penulis yang menganggap similarity dan plagiarisme sebagai dua istilah dengan makna yang sama. Ketika laporan pemeriksaan menunjukkan persentase kemiripan tinggi, sebagian penulis langsung menyimpulkan bahwa karya ilmiahnya mengandung plagiarisme. Sebaliknya, ada pula yang merasa aman karena persentase similarity rendah, meskipun penggunaan sumber dalam tulisannya belum tentu sesuai dengan kaidah akademik.
Pemahaman tersebut perlu diluruskan karena similarity dan plagiarisme memiliki pengertian, fungsi, serta konsekuensi yang berbeda. Similarity berkaitan dengan tingkat kemiripan teks yang teridentifikasi oleh perangkat pemeriksa, sedangkan plagiarisme berkaitan dengan penggunaan gagasan, kata-kata, data, atau karya orang lain secara tidak semestinya tanpa pengakuan yang layak.
Perbedaan ini penting dipahami agar hasil pemeriksaan tidak disalahartikan. Penulis perlu mengetahui cara membaca laporan similarity, mengenali bentuk plagiarisme, serta menentukan langkah perbaikan yang sesuai dengan masalah yang ditemukan. Dengan demikian, pemeriksaan karya ilmiah dapat menjadi sarana meningkatkan kualitas tulisan, bukan sekadar upaya memenuhi batas persentase tertentu.

Pengertian Similarity dalam Pemeriksaan Karya Ilmiah
Similarity adalah tingkat kemiripan teks antara dokumen yang diperiksa dan sumber pembanding yang tersedia dalam basis data perangkat pemeriksa. Hasilnya umumnya ditampilkan dalam bentuk persentase yang menunjukkan proporsi teks yang teridentifikasi memiliki kesamaan dengan sumber lain.
Perangkat pemeriksa similarity bekerja dengan membandingkan bagian teks dalam dokumen terhadap sumber yang dapat diakses oleh sistem. Sumber pembanding tersebut dapat mencakup publikasi ilmiah, dokumen daring, repositori akademik, dan karya lain yang tersedia dalam basis data sesuai cakupan layanan.
Hasil pemeriksaan biasanya disertai penanda warna atau tautan menuju sumber yang dianggap memiliki kemiripan. Informasi tersebut membantu penulis mengetahui bagian mana yang perlu diperiksa lebih lanjut, misalnya paragraf yang terlalu dekat dengan sumber, kutipan langsung, atau istilah teknis yang digunakan secara berulang.
Meskipun demikian, similarity bukan penilaian otomatis mengenai kejujuran akademik. Perangkat hanya mengidentifikasi kemiripan teks berdasarkan mekanisme yang digunakan, bukan memastikan apakah penulis telah melakukan plagiarisme. Penilaian lebih lanjut perlu mempertimbangkan konteks, atribusi sumber, bentuk penggunaan materi, dan ketentuan institusi.
Sebagai contoh, sebuah artikel dapat memiliki kemiripan pada bagian daftar pustaka karena judul publikasi, nama penulis, dan informasi penerbit harus ditulis sesuai data bibliografi. Kemiripan juga dapat muncul pada nama metode penelitian atau istilah teknis yang memang memiliki bentuk baku. Kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan pelanggaran akademik.
Oleh karena itu, hasil similarity sebaiknya digunakan sebagai alat bantu evaluasi. Penulis perlu memeriksa bagian yang ditandai untuk menentukan apakah kemiripan tersebut wajar, membutuhkan perbaikan redaksi, atau menunjukkan masalah dalam penggunaan sumber.
Baca juga:Jasa Konsultasi Skripsi agar Cepat Lulus
Pengertian Plagiarisme dalam Penulisan Akademik
Plagiarisme adalah tindakan menggunakan kata-kata, gagasan, data, karya, atau kontribusi intelektual pihak lain tanpa pengakuan yang semestinya sehingga menimbulkan kesan bahwa materi tersebut merupakan hasil pemikiran atau karya sendiri. Dalam lingkungan akademik, plagiarisme merupakan persoalan integritas karena berkaitan dengan kejujuran dalam menyampaikan asal-usul informasi dan kontribusi ilmiah.
Plagiarisme tidak hanya terjadi ketika seseorang menyalin paragraf secara langsung. Penggunaan gagasan orang lain tanpa sitasi, parafrase yang terlalu dekat dengan sumber, atau pengambilan hasil penelitian tanpa atribusi yang tepat juga dapat menimbulkan persoalan akademik.
Bentuk pelanggaran dapat berbeda-beda bergantung pada jenis materi yang digunakan, cara penggunaannya, serta aturan institusi atau penerbit. Karena itu, penilaian terhadap dugaan plagiarisme tidak sebaiknya hanya didasarkan pada persentase similarity.
Dalam penulisan ilmiah, penulis diperbolehkan menggunakan teori, temuan, metode, dan argumentasi yang dikembangkan oleh peneliti lain. Namun, penggunaannya harus dilakukan secara bertanggung jawab melalui sitasi, kutipan yang tepat, parafrase yang akurat, dan pengakuan terhadap kontribusi sumber.
Sebagai ilustrasi, seorang mahasiswa mengambil penjelasan teori dari sebuah artikel jurnal lalu memasukkannya ke dalam skripsi tanpa menyebutkan sumber. Walaupun kalimatnya telah diubah, penggunaan gagasan tersebut tetap berpotensi menjadi plagiarisme karena atribusi tidak diberikan.
Sebaliknya, apabila mahasiswa mengutip suatu pernyataan dengan format yang benar, mencantumkan sumber, dan menggunakannya sesuai kebutuhan pembahasan, kemiripan teks yang muncul tidak otomatis berarti terjadi plagiarisme. Konteks penggunaan sumber menjadi faktor penting dalam menentukan penilaian.
Perbedaan Similarity dan Plagiarisme
Perbedaan utama similarity dan plagiarisme terletak pada objek yang dinilai. Similarity mengukur kemiripan teks berdasarkan sistem pemeriksaan, sedangkan plagiarisme berkaitan dengan penggunaan materi intelektual yang tidak sesuai dengan prinsip pengakuan dan atribusi akademik.
Similarity dapat diketahui melalui laporan perangkat pemeriksa, sedangkan penilaian plagiarisme membutuhkan evaluasi terhadap sumber, cara pengutipan, konteks penggunaan, dan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, keduanya saling berkaitan, tetapi tidak dapat dipertukarkan sebagai istilah yang memiliki arti identik.
Perbedaan tersebut dapat dipahami melalui beberapa aspek berikut.
| Aspek | Similarity | Plagiarisme |
|---|---|---|
| Pengertian | Kemiripan teks yang teridentifikasi oleh perangkat pemeriksa | Penggunaan karya atau gagasan pihak lain tanpa pengakuan yang semestinya |
| Fokus pemeriksaan | Kesamaan kata, frasa, kalimat, atau bagian teks | Integritas penggunaan sumber dan atribusi |
| Cara identifikasi | Melalui perangkat pemeriksa kemiripan | Melalui evaluasi bukti, konteks, sumber, dan aturan akademik |
| Hasil penilaian | Umumnya berupa persentase dan daftar sumber yang cocok | Dapat berupa penilaian akademik berdasarkan kebijakan yang berlaku |
| Hubungan dengan sitasi | Sitasi yang benar tetap dapat menghasilkan kemiripan | Sitasi yang tidak memadai dapat menimbulkan masalah plagiarisme |
| Pengaruh redaksi | Perubahan redaksi dapat memengaruhi kemiripan yang terdeteksi | Perubahan redaksi tidak menghilangkan kewajiban mengakui sumber |
| Tindak lanjut | Memeriksa dan mengevaluasi teks yang ditandai | Memperbaiki atribusi dan menangani pelanggaran sesuai prosedur |
Tabel tersebut menunjukkan bahwa persentase similarity tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk menyimpulkan adanya plagiarisme. Penilaian yang tepat memerlukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap isi dokumen dan sumber yang digunakan.
Hubungan antara Persentase Similarity dan Risiko Plagiarisme
Persentase similarity sering menjadi perhatian ketika mahasiswa hendak mengumpulkan skripsi atau peneliti akan mengirimkan artikel ke jurnal. Sebagian perguruan tinggi dan penerbit memang menetapkan ambang kemiripan sebagai salah satu bagian dari prosedur pemeriksaan naskah.
Namun, tidak ada satu angka universal yang otomatis menentukan bahwa semua karya ilmiah di bawahnya bebas dari plagiarisme atau semua dokumen di atasnya melakukan pelanggaran. Ketentuan dapat berbeda menurut institusi, penerbit, jenis dokumen, dan metode pemeriksaan yang digunakan.
Similarity yang tinggi dapat menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih mendalam, terutama jika sebagian besar kemiripan berasal dari paragraf yang mengikuti sumber secara dekat tanpa atribusi memadai. Akan tetapi, kemiripan yang tinggi juga dapat muncul karena dokumen mengandung banyak kutipan yang benar, daftar pustaka, atau istilah baku.
Sebaliknya, similarity yang rendah tidak menjamin bahwa seluruh sumber telah digunakan dengan benar. Sebuah naskah dapat mengandung plagiarisme gagasan apabila penulis mengambil pemikiran orang lain, menyajikannya dengan redaksi baru, tetapi tidak mencantumkan sumber.
Karena itu, angka similarity sebaiknya dipahami sebagai indikator awal untuk evaluasi. Penulis perlu membaca laporan, memeriksa sumber yang ditandai, serta memastikan bahwa setiap penggunaan materi dari pihak lain telah dilakukan sesuai kaidah akademik.
Jenis-Jenis Kemiripan Teks yang Perlu Dipahami
Kemiripan teks dapat muncul karena berbagai alasan. Memahami jenis kemiripan membantu penulis membedakan bagian yang wajar dari bagian yang membutuhkan perbaikan.
- Kemiripan akibat kutipan langsung
Kutipan langsung mempertahankan kata-kata dari sumber asli. Karena susunan teks tidak diubah, perangkat pemeriksa dapat mengidentifikasinya sebagai bagian yang memiliki kemiripan.
Kutipan langsung dapat digunakan secara sah apabila memang diperlukan, ditandai sesuai pedoman penulisan, dan disertai atribusi yang benar. Namun, penggunaan kutipan yang terlalu banyak dapat membuat tulisan kurang menunjukkan kemampuan penulis dalam menjelaskan dan mengembangkan argumentasi sendiri.
Penulis perlu mengevaluasi apakah suatu kutipan benar-benar penting untuk dipertahankan. Jika informasi dapat dijelaskan kembali secara akurat menggunakan bahasa sendiri, parafrase dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai.
- Kemiripan akibat istilah teknis dan definisi baku
Istilah dalam bidang ilmu tertentu sering memiliki bentuk yang relatif tetap. Nama metode statistik, konsep teoretis, instrumen penelitian, atau terminologi medis tidak selalu dapat diganti dengan kata lain tanpa mengubah makna.
Kemiripan yang muncul dari istilah semacam ini perlu diperiksa berdasarkan konteks. Penulis tidak perlu memaksakan perubahan istilah apabila bentuk bakunya memang diperlukan untuk menjaga ketepatan ilmiah.
Definisi yang dikutip dari sumber tertentu tetap memerlukan sitasi. Jika definisi dijelaskan menggunakan bahasa sendiri, penulis juga perlu mengakui sumber gagasan tersebut.
- Kemiripan akibat parafrase yang kurang tepat
Parafrase yang kurang tepat terjadi ketika penulis hanya mengubah beberapa kata, tetapi mempertahankan struktur dan pola penjelasan sumber. Kondisi ini dapat menghasilkan kemiripan teks yang cukup besar dan menimbulkan persoalan atribusi apabila sitasi tidak memadai.
Untuk mengatasinya, penulis perlu memahami gagasan utama sumber, menyusun ulang penjelasan berdasarkan pemahamannya, dan memastikan bahwa makna tetap terjaga. Perubahan harus dilakukan secara substantif pada cara penyampaian, bukan sekadar mengganti sinonim.
- Kemiripan akibat penggunaan kembali tulisan sendiri
Penggunaan kembali tulisan sendiri yang telah diterbitkan atau digunakan dalam karya sebelumnya dapat menimbulkan kemiripan. Dalam konteks publikasi, praktik tersebut sering dibahas sebagai kemungkinan duplikasi publikasi atau penggunaan ulang teks yang perlu diungkapkan sesuai kebijakan penerbit.
Penggunaan materi sendiri tidak otomatis dilarang dalam semua keadaan. Namun, penulis perlu memeriksa ketentuan mengenai hak cipta, pengungkapan publikasi terdahulu, dan batas penggunaan ulang materi. Karya yang dikembangkan dari penelitian sebelumnya harus menjelaskan kontribusi baru secara transparan.
Cara Membaca Laporan Similarity dengan Benar
Laporan similarity perlu diperiksa secara menyeluruh sebelum penulis mengambil keputusan untuk merevisi naskah. Angka persentase hanya memberikan gambaran umum, sedangkan informasi tentang sumber yang cocok membantu menjelaskan penyebab kemiripan.
Mulailah dengan membaca bagian teks yang ditandai dan memeriksa sumber pembandingnya. Perhatikan apakah kemiripan berasal dari kutipan langsung, definisi, uraian metodologi, atau paragraf yang mengikuti sumber secara terlalu dekat. Penulis juga perlu memeriksa apakah sitasi yang dicantumkan sudah sesuai dengan sumber sebenarnya.
Pengaturan pemeriksaan juga perlu diperhatikan. Beberapa sistem menyediakan pilihan untuk mengecualikan daftar pustaka, kutipan, atau kecocokan teks pendek. Pengaturan tersebut dapat memengaruhi hasil persentase sehingga pemeriksaan perlu dilakukan sesuai pedoman institusi atau penerbit.
Jangan langsung menghapus bagian yang memiliki kemiripan hanya untuk menurunkan angka. Tindakan tersebut dapat menghilangkan informasi penting, mengganggu alur pembahasan, atau membuat argumentasi menjadi tidak lengkap.
Sebaliknya, gunakan laporan sebagai panduan untuk menentukan bagian yang perlu diperbaiki. Jika terdapat indikasi penggunaan sumber yang tidak tepat, lakukan evaluasi terhadap atribusi dan redaksi sebelum naskah dikumpulkan.
Cara Memperbaiki Naskah yang Memiliki Similarity Tinggi
Perbaikan naskah perlu dilakukan berdasarkan penyebab kemiripan. Pendekatan yang sistematis membantu penulis meningkatkan kualitas karya ilmiah sekaligus menjaga keakuratan informasi.
Langkah-langkah berikut dapat digunakan sebagai panduan dalam proses revisi.
- Identifikasi bagian yang paling membutuhkan evaluasi berdasarkan laporan similarity.
- Periksa sumber asli untuk memahami konteks dan gagasan yang disampaikan.
- Susun ulang penjelasan dengan bahasa sendiri berdasarkan pemahaman terhadap sumber.
- Pastikan sitasi tetap dicantumkan pada gagasan, data, dan informasi yang berasal dari pihak lain.
- Periksa kembali istilah teknis, angka, hasil analisis, serta batasan informasi agar tidak berubah.
- Evaluasi format kutipan dan daftar pustaka berdasarkan pedoman yang berlaku.
- Lakukan pemeriksaan ulang setelah revisi untuk memastikan naskah telah diperbaiki secara menyeluruh.
Langkah tersebut sebaiknya diterapkan secara berurutan sesuai kebutuhan dokumen. Penulis tidak harus mengubah seluruh bagian yang ditandai karena sebagian kemiripan mungkin berasal dari istilah baku atau kutipan yang digunakan secara sah.
Tujuan revisi adalah menghasilkan naskah yang lebih jelas, akurat, dan bertanggung jawab. Penurunan similarity dapat menjadi dampak dari perbaikan yang tepat, tetapi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.
Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Memahami Similarity dan Plagiarisme
Kesalahan dalam memahami kedua konsep ini dapat membuat penulis mengambil keputusan yang kurang tepat. Sebagian penulis terlalu khawatir terhadap persentase kemiripan, sedangkan sebagian lainnya menganggap bahwa perubahan redaksi sudah cukup untuk menghindari masalah plagiarisme.
Beberapa kesalahan yang perlu dihindari meliputi:
- Menganggap similarity tinggi selalu berarti plagiarisme.
- Menganggap similarity rendah menjamin karya ilmiah bebas dari pelanggaran.
- Menghapus sitasi setelah melakukan parafrase.
- Mengganti istilah teknis dengan kata yang tidak setara.
- Menggunakan alat parafrase otomatis tanpa memeriksa ketepatan hasilnya.
- Mengubah pengaturan pemeriksaan hanya untuk memperoleh persentase yang lebih rendah.
- Mengabaikan kebijakan institusi atau penerbit mengenai penggunaan sumber.
Kesalahan tersebut menunjukkan bahwa pemeriksaan karya ilmiah membutuhkan pemahaman terhadap isi dan etika penulisan, bukan hanya kemampuan mengoperasikan perangkat pemeriksa.
Penulis perlu membiasakan diri mengevaluasi sumber sejak awal proses penulisan. Dengan demikian, masalah penggunaan referensi dapat dicegah sebelum naskah mencapai tahap pemeriksaan akhir.
Tips Menjaga Orisinalitas Karya Ilmiah
Menjaga orisinalitas akan lebih mudah apabila dilakukan sejak tahap pengumpulan literatur, bukan hanya ketika similarity sudah terlanjur tinggi. Kebiasaan pencatatan sumber dan penyusunan argumen secara mandiri dapat membantu mengurangi risiko kesalahan dalam penggunaan referensi.
Penulis dapat menerapkan beberapa kebiasaan berikut untuk menjaga kualitas karya ilmiah.
- Catat informasi bibliografi ketika membaca sumber, termasuk nama penulis, tahun, judul, dan halaman apabila diperlukan.
- Pisahkan catatan kutipan langsung dari ringkasan atau interpretasi pribadi agar keduanya tidak tertukar.
- Gunakan beberapa sumber yang relevan untuk membandingkan konsep dan temuan penelitian.
- Susun pembahasan berdasarkan tujuan penelitian, bukan sekadar mengikuti urutan sumber yang dibaca.
- Periksa konsistensi sitasi dan daftar pustaka secara berkala.
- Baca kembali hasil parafrase bersama sumber untuk memastikan maknanya tetap akurat.
- Konsultasikan bagian yang meragukan kepada dosen pembimbing atau editor yang memahami etika publikasi.
Penerapan kebiasaan tersebut membantu penulis membangun tulisan yang lebih mandiri dan terstruktur. Orisinalitas tidak hanya berkaitan dengan susunan kalimat, tetapi juga dengan kemampuan mengolah literatur, menyusun argumentasi, dan menunjukkan kontribusi ilmiah secara bertanggung jawab.
Rekomendasi Penerapan dalam Skripsi, Tesis, dan Artikel Jurnal
Dalam skripsi dan tesis, mahasiswa sebaiknya memahami pedoman akademik perguruan tinggi mengenai pemeriksaan similarity, sitasi, dan penanganan dugaan plagiarisme. Ketentuan tersebut menjadi dasar untuk menentukan cara memperbaiki naskah sebelum seminar, sidang, atau pengumpulan dokumen akhir.
Pada artikel jurnal, penulis perlu memeriksa pedoman penerbit karena kebijakan mengenai ambang kemiripan, kutipan, dan penggunaan kembali materi dapat berbeda. Jika artikel dikembangkan dari laporan penelitian atau publikasi terdahulu, penulis harus memastikan bahwa penggunaan materi sebelumnya diungkapkan sesuai ketentuan dan kontribusi baru dijelaskan secara transparan.
Penulis juga perlu membedakan revisi bahasa dari perbaikan substansi. Kalimat yang kurang efektif dapat diperbaiki melalui penyuntingan, sedangkan masalah atribusi membutuhkan evaluasi sumber dan sitasi. Adapun kesalahan data atau interpretasi harus diperbaiki berdasarkan bukti penelitian, bukan melalui perubahan redaksi semata.
Apabila laporan similarity menampilkan bagian yang sulit dinilai, diskusi dengan dosen pembimbing, pengelola jurnal, atau pihak yang memahami integritas akademik dapat membantu menentukan tindakan yang tepat. Pendekatan ini lebih dapat dipertanggungjawabkan daripada mengambil keputusan hanya berdasarkan angka persentase.
Baca juga: Similarity Artikel Jurnal dan Cara Menyiapkan Manuskrip sebelum Submission
Kesimpulan
Perbedaan similarity dan plagiarisme dalam pemeriksaan karya ilmiah terletak pada pengertian dan fokus penilaiannya. Similarity menunjukkan kemiripan teks yang teridentifikasi oleh perangkat pemeriksa, sedangkan plagiarisme berkaitan dengan penggunaan kata-kata, gagasan, data, atau karya pihak lain tanpa pengakuan yang semestinya.
Persentase similarity yang tinggi tidak selalu membuktikan adanya plagiarisme, sebagaimana persentase yang rendah tidak menjamin bahwa sebuah karya ilmiah bebas dari pelanggaran akademik. Penilaian harus mempertimbangkan konteks, ketepatan sitasi, karakteristik sumber, dan kebijakan institusi atau penerbit.
Untuk menjaga orisinalitas, penulis perlu memahami sumber, melakukan parafrase secara akurat, menggunakan kutipan dengan tepat, dan memeriksa konsistensi referensi. Hasil laporan similarity sebaiknya dimanfaatkan sebagai alat evaluasi untuk meningkatkan kualitas tulisan, bukan sekadar sarana mengejar angka tertentu.
Dengan pemahaman yang benar, mahasiswa dan peneliti dapat menyusun karya ilmiah yang lebih orisinal, terstruktur, dan sesuai dengan etika akademik. Kebiasaan menggunakan sumber secara bertanggung jawab juga membantu meningkatkan kredibilitas penelitian dan kualitas publikasi ilmiah.
SkripsiYuk! siap membantu Anda melalui layanan konsultasi akademik untuk penyusunan instrumen penelitian, operasionalisasi variabel, penyusunan kuesioner, pedoman wawancara, uji validitas dan reliabilitas, hingga pendampingan metodologi penelitian. Dengan bimbingan yang tepat, proses penyusunan skripsi, tesis, disertasi, maupun publikasi ilmiah dapat berjalan lebih efektif, sistematis, dan sesuai kaidah akademik. Segera konsultasikan kebutuhan Anda melalui WhatsApp atau Instagram untuk mendapatkan informasi program pendampingan yang sesuai.


