Mengirim artikel ilmiah ke jurnal merupakan salah satu tahapan penting dalam proses publikasi hasil penelitian. Sebelum naskah dikirim, penulis perlu memastikan bahwa artikel telah memenuhi persyaratan jurnal, baik dari segi kualitas substansi, sistematika penulisan, ketepatan referensi, maupun orisinalitas. Salah satu aspek yang sering menjadi perhatian dalam proses tersebut adalah persentase similarity atau kemiripan teks yang terdeteksi melalui perangkat pemeriksa dokumen.
Similarity yang tinggi dapat menjadi kendala ketika penulis mengajukan artikel ke jurnal ilmiah. Sebagian penerbit menerapkan pemeriksaan kemiripan sebagai bagian dari seleksi awal untuk mengidentifikasi penggunaan teks yang terlalu dekat dengan sumber lain. Apabila ditemukan bagian yang perlu diperbaiki, editor dapat meminta revisi, menunda proses penilaian, atau menolak naskah sesuai dengan kebijakan yang berlaku.
Meskipun demikian, similarity tinggi tidak selalu berarti bahwa artikel mengandung plagiarisme. Kemiripan dapat berasal dari kutipan yang sah, istilah teknis, nama instrumen penelitian, uraian metodologi, atau daftar pustaka. Sebaliknya, persentase similarity yang rendah juga tidak otomatis menjamin bahwa artikel telah memenuhi etika publikasi ilmiah.
Oleh karena itu, cara menurunkan similarity artikel ilmiah perlu dipahami sebagai proses memperbaiki kualitas penulisan dan penggunaan sumber, bukan sekadar mengubah kata untuk mengejar angka tertentu. Penulis perlu memeriksa laporan kemiripan, mengevaluasi paragraf yang ditandai, memperbaiki parafrase, memastikan ketepatan sitasi, dan mempertahankan makna akademik dari setiap pernyataan.
Melalui proses revisi yang sistematis, artikel dapat menjadi lebih orisinal, mudah dipahami, dan sesuai dengan standar publikasi ilmiah. Persiapan yang baik juga membantu penulis mengurangi risiko revisi berulang ketika naskah mulai diperiksa oleh editor dan reviewer jurnal.

Memahami Similarity Artikel Ilmiah dan Kaitannya dengan Publikasi Jurnal
Similarity merupakan ukuran kemiripan teks antara dokumen yang diperiksa dan sumber pembanding yang tersedia dalam basis data suatu perangkat pemeriksa. Hasilnya umumnya ditampilkan dalam bentuk persentase yang menunjukkan seberapa banyak bagian teks memiliki kesamaan dengan sumber lain.
Dalam publikasi ilmiah, hasil pemeriksaan similarity dapat digunakan untuk membantu editor mengevaluasi orisinalitas naskah. Namun, angka tersebut bukan keputusan otomatis mengenai ada atau tidaknya plagiarisme. Penilaian tetap memerlukan pemeriksaan terhadap konteks penggunaan teks, kualitas sitasi, dan kebijakan etika publikasi yang berlaku.
Sebagai contoh, artikel yang membahas metode statistik tertentu mungkin menggunakan istilah yang sama dengan banyak penelitian lain. Kesamaan juga dapat ditemukan dalam penulisan nama instrumen, definisi baku, atau format daftar pustaka. Kondisi tersebut tidak selalu menunjukkan adanya masalah akademik.
Sebaliknya, apabila penulis mengambil paragraf dari artikel lain tanpa atribusi yang sesuai, masalah tetap dapat terjadi meskipun persentase similarity keseluruhan relatif rendah. Karena itu, penilaian harus memperhatikan jenis kemiripan, bukan hanya angka yang tercantum pada laporan.
Setiap jurnal dapat memiliki kebijakan yang berbeda mengenai pemeriksaan similarity. Ada penerbit yang menyebutkan ambang persentase tertentu, sedangkan penerbit lain mengevaluasi kemiripan berdasarkan karakteristik naskah dan sumber yang teridentifikasi. Penulis perlu membaca pedoman resmi jurnal tujuan sebelum melakukan revisi.
Baca juga:Jasa Konsultasi Skripsi agar Cepat Lulus
Penyebab Similarity Artikel Ilmiah Menjadi Tinggi
Mengetahui penyebab kemiripan merupakan langkah penting sebelum memperbaiki naskah. Tanpa evaluasi yang tepat, penulis berisiko mengubah bagian yang sebenarnya tidak bermasalah dan mengabaikan paragraf yang membutuhkan perbaikan serius.
Similarity tinggi dapat muncul karena beberapa faktor yang berkaitan dengan cara penulis menyusun argumen, menggunakan referensi, dan menjelaskan prosedur penelitian.
- Parafrase terlalu dekat dengan sumber. Penulis hanya mengganti beberapa kata, sementara susunan kalimat dan alur penjelasan masih mengikuti teks asli.
- Penggunaan kutipan langsung yang berlebihan. Terlalu banyak kutipan dapat membuat artikel didominasi oleh tulisan pihak lain, meskipun sumbernya telah dicantumkan.
- Penjelasan teori yang kurang mandiri. Tinjauan pustaka disusun dengan menyalin struktur penjelasan dari buku, artikel, atau penelitian terdahulu.
- Uraian metodologi yang serupa. Penjelasan prosedur, instrumen, dan teknik analisis menggunakan redaksi yang hampir sama dengan penelitian sebelumnya.
- Penggunaan kembali tulisan sendiri. Bagian dari karya yang telah dipublikasikan atau diserahkan sebelumnya digunakan kembali tanpa memperhatikan aturan sitasi dan kebijakan penerbit.
- Kesamaan pada bagian teknis. Istilah baku, nama lembaga, judul instrumen, atau format referensi dapat teridentifikasi sebagai kemiripan.
Penyebab tersebut perlu dibedakan karena masing-masing membutuhkan penanganan yang berbeda. Paragraf yang terlalu dekat dengan sumber dapat diperbaiki melalui parafrase, sedangkan penggunaan kembali materi sendiri mungkin memerlukan pengungkapan, sitasi, atau izin sesuai kebijakan penerbit.
Cara Membaca Laporan Similarity sebelum Artikel Dikirim ke Jurnal
Laporan similarity sebaiknya dibaca secara menyeluruh sebelum penulis melakukan perubahan pada artikel. Laporan tersebut tidak hanya menampilkan angka keseluruhan, tetapi juga dapat menunjukkan bagian yang cocok dengan sumber tertentu dan lokasi teks yang perlu diperiksa.
Mulailah dengan mengidentifikasi sumber yang memberikan kontribusi kemiripan paling besar. Setelah itu, baca paragraf yang ditandai dan bandingkan dengan sumber aslinya. Perhatikan apakah kemiripan berasal dari istilah teknis, kutipan yang sah, ungkapan umum, atau penggunaan kalimat yang terlalu dekat dengan referensi.
Pemeriksaan juga perlu memperhatikan pengaturan perangkat yang digunakan. Pengecualian untuk kutipan, daftar pustaka, atau kecocokan teks pendek dapat memengaruhi persentase hasil. Jika jurnal atau institusi memiliki aturan khusus, gunakan pengaturan yang sesuai dan jangan mengecualikan bagian hanya untuk menyembunyikan kemiripan yang bermasalah.
Setelah pemeriksaan awal, buat daftar bagian yang perlu direvisi. Catat lokasi teks, sumber pembanding, jenis masalah, dan tindakan yang akan dilakukan. Cara ini mempermudah penulis memprioritaskan perbaikan serta memeriksa kembali hasil revisi.
Perlu diingat bahwa laporan similarity merupakan alat bantu evaluasi, bukan pengganti penilaian akademik. Penulis tetap harus memastikan bahwa seluruh gagasan, data, dan kutipan dari sumber lain digunakan secara bertanggung jawab.
Bagian Artikel Ilmiah yang Perlu Diperiksa ketika Similarity Tinggi
Setiap bagian artikel memiliki fungsi yang berbeda sehingga strategi revisinya perlu disesuaikan. Penulis sebaiknya tidak memperlakukan seluruh bagian dengan cara yang sama karena kemiripan pada pendahuluan memiliki karakteristik berbeda dari kemiripan pada metode atau hasil penelitian.
- Pendahuluan
Pendahuluan menjelaskan latar belakang masalah, perkembangan penelitian, kesenjangan pengetahuan, dan tujuan penelitian. Bagian ini dapat memiliki similarity tinggi apabila penulis menyusun latar belakang dengan mengikuti redaksi artikel terdahulu secara terlalu dekat.
Untuk memperbaikinya, susun argumentasi berdasarkan alur yang jelas. Jelaskan fenomena yang diteliti, dukung dengan data atau literatur yang relevan, tunjukkan persoalan yang belum terjawab, lalu uraikan kontribusi penelitian.
Penulis sebaiknya tidak hanya mengumpulkan definisi dan kutipan dari berbagai sumber. Hubungkan informasi tersebut dengan fokus penelitian agar pendahuluan menunjukkan pemahaman dan alasan ilmiah yang kuat.
Gagasan dari sumber lain tetap harus diberi sitasi meskipun telah ditulis ulang. Hindari pula menambahkan klaim yang tidak didukung bukti hanya untuk membuat redaksi terlihat berbeda.
2. Tinjauan pustaka dan landasan teori
Bagian tinjauan pustaka sering menjadi sumber kemiripan karena memuat teori, definisi, dan ringkasan penelitian terdahulu. Jika penulis hanya menyusun ulang kalimat dari satu sumber ke sumber lainnya, artikel dapat terlihat seperti kumpulan ringkasan tanpa sintesis yang jelas.
Revisi dapat dilakukan dengan mengelompokkan literatur berdasarkan tema, variabel, pendekatan, atau temuan. Setelah itu, bandingkan persamaan dan perbedaan antarsumber serta jelaskan kaitannya dengan masalah penelitian.
Misalnya, daripada menyajikan hasil setiap penelitian secara terpisah dengan pola kalimat yang sama, penulis dapat menjelaskan bahwa sejumlah penelitian menemukan kecenderungan tertentu, sedangkan penelitian lainnya menunjukkan hasil berbeda dalam konteks yang tidak sama.
Pendekatan sintesis membantu membangun argumentasi yang lebih mandiri. Namun, setiap temuan dan gagasan yang berasal dari sumber tetap harus diatribusikan secara tepat.
3. Metodologi penelitian
Bagian metode menjelaskan desain penelitian, objek atau partisipan, instrumen, prosedur pengumpulan data, dan teknik analisis. Similarity dapat muncul karena banyak penelitian menggunakan istilah dan prosedur yang serupa.
Tidak semua istilah pada bagian ini perlu diganti. Nama metode, jenis pengujian, rumus, dan istilah statistik harus tetap akurat. Mengganti istilah baku dengan kata yang tidak setara justru dapat menimbulkan kesalahan ilmiah.
Perbaikan sebaiknya difokuskan pada uraian yang terlalu menyerupai sumber dan tidak menjelaskan pelaksanaan penelitian secara spesifik. Penulis perlu menggambarkan prosedur yang benar-benar dilakukan, alasan pemilihan metode, serta penyesuaian yang relevan dengan konteks penelitian.
Jika suatu instrumen atau metode diadaptasi dari penelitian terdahulu, sumbernya harus dicantumkan. Penulis juga perlu mengikuti ketentuan penggunaan instrumen dan materi yang mungkin dilindungi oleh hak cipta.
4. Hasil dan pembahasan
Bagian hasil penelitian menyajikan temuan berdasarkan data, sedangkan pembahasan menginterpretasikan temuan dan menghubungkannya dengan literatur. Kedua bagian ini perlu diperiksa dengan cermat agar revisi tidak mengubah substansi penelitian.
Jika similarity muncul pada uraian hasil, pastikan angka, tabel, kategori, dan interpretasi tetap sesuai dengan data yang sebenarnya. Jangan mengubah hasil pengujian atau menghilangkan temuan tertentu hanya untuk membuat kalimat berbeda.
Pada bagian pembahasan, penulis dapat memperbaiki paragraf yang terlalu bergantung pada redaksi sumber dengan menjelaskan hubungan antara temuan penelitian dan teori secara lebih mandiri. Bahas kesesuaian atau perbedaan hasil dengan penelitian terdahulu, termasuk kemungkinan faktor yang memengaruhinya.
Pembahasan yang baik tidak sekadar mengulang hasil atau menyalin penjelasan dari literatur. Penulis harus menunjukkan interpretasi yang logis dan didukung bukti.
5. Kesimpulan dan daftar pustaka
Kesimpulan harus merangkum temuan utama dan menjawab tujuan penelitian. Penulis dapat memperbaiki kalimat yang terlalu umum dengan merumuskan kesimpulan berdasarkan hasil yang benar-benar ditemukan, tanpa menambahkan klaim baru yang belum dibahas.
Daftar pustaka perlu diperiksa dengan pendekatan berbeda. Kesamaan format nama penulis, judul, tahun, dan informasi penerbit merupakan hal yang wajar karena mengikuti standar bibliografi. Penulis sebaiknya memastikan bahwa referensi lengkap, akurat, konsisten, dan sesuai dengan gaya sitasi jurnal.
Jika daftar pustaka terdeteksi dalam laporan similarity, periksa apakah jurnal atau institusi memperbolehkan bagian tersebut dikecualikan dari perhitungan. Jangan menghapus informasi bibliografi yang diperlukan hanya demi mengurangi persentase.
Teknik Parafrase untuk Menurunkan Similarity secara Etis
Parafrase merupakan cara menyampaikan kembali gagasan dari sumber menggunakan struktur kalimat dan pilihan kata sendiri tanpa mengubah makna utamanya. Dalam artikel ilmiah, parafrase membantu penulis mengintegrasikan teori dan temuan penelitian terdahulu ke dalam argumentasi yang lebih utuh.
Parafrase yang baik dimulai dengan memahami sumber. Bacalah paragraf secara menyeluruh, identifikasi gagasan inti, catat informasi penting, lalu susun penjelasan berdasarkan kebutuhan pembahasan artikel. Jangan hanya mengganti kata dengan sinonim sementara pola kalimatnya tetap sama.
Sebagai contoh ilustratif, perhatikan kalimat berikut:
“Lingkungan belajar yang mendukung dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran.”
Kalimat tersebut dapat dirumuskan kembali menjadi:
“Keterlibatan mahasiswa selama proses belajar dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang menunjang kegiatan pembelajaran.”
Kedua kalimat mempertahankan gagasan mengenai hubungan antara lingkungan belajar dan keterlibatan mahasiswa, tetapi menggunakan susunan yang berbeda. Apabila gagasan tersebut berasal dari literatur, sitasi tetap harus dicantumkan.
Setelah menyusun parafrase, bandingkan hasilnya dengan sumber asli. Pastikan perubahan redaksi tidak mengubah tingkat kepastian, hubungan sebab-akibat, batasan penelitian, atau konteks pernyataan. Jika istilah teknis tidak memiliki padanan yang tepat, pertahankan istilah tersebut.
Parafrase juga perlu disesuaikan dengan alur artikel. Penjelasan sebaiknya terhubung dengan argumentasi penulis, bukan berdiri sebagai kalimat yang terpisah dari pembahasan. Dengan demikian, hasilnya lebih alami dan menunjukkan pemahaman terhadap literatur.
Memperbaiki Kutipan dan Sitasi tanpa Mengubah Makna
Kutipan dan sitasi merupakan unsur penting dalam penulisan artikel ilmiah. Kutipan langsung digunakan ketika susunan kata sumber perlu dipertahankan, sedangkan parafrase digunakan ketika gagasan dapat dijelaskan kembali dengan redaksi penulis sendiri.
Apabila kutipan langsung terlalu banyak, evaluasi apakah setiap kutipan benar-benar diperlukan. Bagian yang hanya menyampaikan informasi umum mungkin dapat diparafrase secara tepat, sedangkan pernyataan yang memiliki makna khusus atau perlu dianalisis secara tekstual dapat dipertahankan sebagai kutipan sesuai aturan jurnal.
Penulis perlu memastikan bahwa kutipan langsung ditandai sesuai gaya sitasi yang digunakan. Informasi sumber, termasuk nomor halaman apabila diwajibkan, harus dicantumkan secara akurat.
Sitasi juga tidak boleh dihapus setelah paragraf ditulis ulang. Mengubah redaksi tidak menjadikan gagasan dari peneliti lain sebagai gagasan asli penulis. Jika beberapa sumber digunakan untuk mendukung satu pernyataan, pastikan setiap rujukan benar-benar relevan dan mendukung klaim tersebut.
Periksa pula kesesuaian antara sitasi dalam teks dan daftar pustaka. Semua sumber yang dikutip harus tercantum sesuai pedoman jurnal, sedangkan referensi yang tidak digunakan perlu dievaluasi agar daftar pustaka tetap relevan.
Kesalahan yang Sering Dilakukan saat Menurunkan Similarity Artikel
Upaya menurunkan similarity dapat menjadi tidak efektif apabila penulis hanya berfokus pada angka dan mengabaikan kualitas tulisan. Beberapa kesalahan bahkan dapat menimbulkan persoalan etika publikasi yang lebih serius.
Kesalahan yang perlu dihindari meliputi:
- Mengganti kata dengan sinonim tanpa memahami isi sumber.
- Menggunakan aplikasi parafrase otomatis tanpa memeriksa hasilnya.
- Menghapus sitasi karena kalimat telah ditulis ulang.
- Mengubah angka, hasil analisis, atau kesimpulan agar terlihat berbeda.
- Menghilangkan istilah teknis yang diperlukan untuk menjaga ketepatan konsep.
- Menghapus kutipan atau daftar pustaka tanpa mempertimbangkan aturan jurnal.
- Menggunakan kembali tulisan sendiri tanpa memeriksa kebijakan penerbit.
- Mengubah pengaturan pemeriksaan semata-mata untuk memperoleh angka yang lebih rendah.
Kesalahan tersebut menunjukkan pentingnya memisahkan revisi substantif dari perubahan redaksional. Perbaikan yang baik harus meningkatkan kejelasan tulisan, ketepatan penggunaan sumber, dan kekuatan argumentasi, bukan sekadar mengubah tampilan teks.
Tips Praktis Memeriksa Artikel sebelum Dikirim ke Jurnal
Sebelum mengirim naskah, penulis sebaiknya menyiapkan proses pemeriksaan akhir yang mencakup aspek substansi dan teknis. Persiapan ini membantu mengurangi kemungkinan revisi berulang pada tahap pemeriksaan awal oleh editor.
Beberapa langkah yang dapat diterapkan adalah:
- Baca pedoman penulis jurnal tujuan untuk memahami ketentuan orisinalitas, sitasi, dan penggunaan materi yang telah dipublikasikan.
- Periksa laporan similarity secara menyeluruh dan identifikasi sumber kemiripan yang paling relevan.
- Susun daftar revisi berdasarkan lokasi paragraf dan jenis masalah yang ditemukan.
- Perbaiki parafrase, kutipan, dan atribusi sumber sesuai kebutuhan.
- Pastikan data, rumus, hasil analisis, dan kesimpulan tidak berubah akibat penyuntingan.
- Periksa konsistensi istilah, tata bahasa, struktur paragraf, dan format referensi.
- Jalankan pemeriksaan ulang jika diperlukan dan evaluasi hasilnya secara kritis.
Setelah semua perbaikan dilakukan, baca kembali naskah sebagai satu kesatuan. Pastikan pendahuluan mengarah pada tujuan penelitian, metode menjelaskan pelaksanaan penelitian secara akurat, hasil disajikan sesuai data, dan pembahasan menunjukkan kontribusi ilmiah.
Jika masih terdapat kemiripan, tentukan apakah bagian tersebut membutuhkan revisi lebih lanjut atau merupakan kemiripan yang wajar. Keputusan harus didasarkan pada konteks dan kebijakan yang berlaku, bukan sekadar keinginan untuk mencapai persentase tertentu.
Rekomendasi Menentukan Prioritas Revisi sebelum Submit Jurnal
Ketika waktu pengiriman artikel terbatas, penulis perlu menentukan prioritas agar revisi berjalan efisien. Bagian yang mengandung potensi masalah atribusi harus ditangani lebih dahulu daripada persoalan redaksional kecil.
Prioritas dapat diberikan pada paragraf yang mengambil gagasan dari sumber tanpa sitasi memadai, bagian yang terlalu dekat dengan teks referensi, dan pernyataan yang berpotensi mengubah makna temuan penelitian. Setelah itu, periksa kembali metodologi, kutipan, konsistensi referensi, dan format sesuai pedoman jurnal.
Jika kemiripan terutama berasal dari bagian teknis, seperti nama instrumen atau istilah metodologis, pertimbangkan apakah perubahan memang diperlukan. Jangan memaksakan parafrase terhadap istilah yang harus dipertahankan demi ketepatan ilmiah.
Penulis juga disarankan meminta rekan peneliti atau pembimbing membaca naskah sebelum dikirim. Pembaca lain dapat membantu menemukan kalimat yang kurang jelas, argumentasi yang belum kuat, atau penggunaan sumber yang perlu diperiksa kembali.
Pada akhirnya, keputusan untuk mengirim artikel sebaiknya didasarkan pada kesiapan naskah secara menyeluruh. Persentase similarity perlu dipertimbangkan bersama ketepatan sitasi, kualitas metode, keandalan hasil, kontribusi ilmiah, dan kesesuaian dengan ruang lingkup jurnal.
Baca juga: Cara Mengecek Similarity Skripsi sebelum Mengajukannya kepada Dosen
Kesimpulan
Cara menurunkan similarity artikel ilmiah sebelum dikirim ke jurnal perlu dilakukan melalui evaluasi yang sistematis, etis, dan berorientasi pada kualitas publikasi. Penulis sebaiknya memulai dengan memahami laporan kemiripan, mengidentifikasi penyebabnya, dan menentukan bagian yang benar-benar membutuhkan revisi.
Bagian pendahuluan, tinjauan pustaka, metodologi, hasil dan pembahasan, serta kesimpulan perlu diperiksa sesuai fungsi masing-masing. Parafrase dapat membantu memperbaiki redaksi yang terlalu dekat dengan sumber, sedangkan kutipan dan sitasi perlu ditangani sesuai kaidah akademik dan pedoman jurnal.
Penulis juga harus menghindari perubahan kata secara mekanis, penghapusan atribusi, serta perubahan data demi mengejar persentase tertentu. Hasil pemeriksaan similarity sebaiknya digunakan sebagai alat evaluasi, bukan sebagai satu-satunya tolok ukur kualitas artikel.
Dengan memperbaiki penggunaan sumber, menjaga makna akademik, dan memeriksa naskah berdasarkan pedoman penerbit, penulis dapat mempersiapkan artikel yang lebih orisinal, jelas, dan bertanggung jawab. Proses ini membantu meningkatkan kesiapan naskah untuk memasuki tahapan penilaian jurnal sekaligus menjaga integritas publikasi ilmiah.
SkripsiYuk! siap membantu Anda melalui layanan konsultasi akademik untuk penyusunan instrumen penelitian, operasionalisasi variabel, penyusunan kuesioner, pedoman wawancara, uji validitas dan reliabilitas, hingga pendampingan metodologi penelitian. Dengan bimbingan yang tepat, proses penyusunan skripsi, tesis, disertasi, maupun publikasi ilmiah dapat berjalan lebih efektif, sistematis, dan sesuai kaidah akademik. Segera konsultasikan kebutuhan Anda melalui WhatsApp atau Instagram untuk mendapatkan informasi program pendampingan yang sesuai.


