Prosiding konferensi menjadi salah satu media yang dapat digunakan untuk menyebarluaskan hasil penelitian kepada komunitas akademik. Bagi mahasiswa, dosen, maupun peneliti, prosiding dapat menjadi pilihan publikasi ketika ingin mempresentasikan hasil penelitian dalam forum ilmiah sekaligus mendokumentasikan karya dalam bentuk publikasi. Namun, tidak semua prosiding memiliki status pengindeksan dan kualitas penerbitan yang sama.
SINTA atau Science and Technology Index merupakan sistem informasi ilmiah yang dikembangkan di Indonesia untuk mengukur dan memantau kinerja publikasi serta aktivitas penelitian. Karena itu, informasi mengenai keterindeksan dalam SINTA sering menjadi pertimbangan ketika akademisi memilih jurnal maupun sumber publikasi ilmiah lainnya. Bagi penulis yang ingin menerbitkan artikel melalui konferensi, memahami cara menemukan prosiding yang berkaitan dengan SINTA dapat membantu proses pemilihan publikasi menjadi lebih terarah.
Mengecek prosiding yang terindeks SINTA tidak cukup hanya dengan mengetik nama konferensi di mesin pencari. Penulis perlu memahami perbedaan antara jurnal, prosiding, penerbit, dan indeksasi, kemudian mencocokkan informasi publikasi dengan sumber resmi. Pemeriksaan yang tepat juga dapat membantu menghindari klaim pengindeksan yang tidak jelas atau informasi konferensi yang sudah tidak relevan.
Artikel ini membahas cara mengecek dan menemukan prosiding yang terindeks SINTA, informasi yang perlu diperhatikan, teknik pencarian yang efektif, kesalahan yang sering terjadi, hingga strategi memilih prosiding yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.

Mengenal SINTA dan Kaitannya dengan Publikasi Ilmiah
SINTA merupakan sistem informasi yang digunakan untuk mengukur kinerja ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Platform ini menyediakan berbagai informasi terkait publikasi, penulis, afiliasi, jurnal, serta kinerja penelitian yang terhubung dengan sejumlah sumber data ilmiah.
Dalam konteks publikasi, SINTA sering dikaitkan dengan jurnal ilmiah yang memiliki peringkat atau akreditasi tertentu. Hal ini berbeda dengan Scopus yang merupakan basis data pengindeks internasional. Karena itu, istilah “terindeks SINTA” perlu dipahami sesuai dengan jenis publikasi yang sedang diperiksa.
Prosiding konferensi memiliki karakteristik yang berbeda dari jurnal. Prosiding biasanya berkaitan dengan kegiatan konferensi atau seminar ilmiah, sedangkan jurnal diterbitkan secara berkala melalui volume dan nomor tertentu. Perbedaan tersebut membuat penulis perlu memastikan terlebih dahulu apakah informasi yang ditawarkan konferensi memang mengacu pada prosiding atau sebenarnya mengarah ke jurnal yang bekerja sama dengan konferensi.
Memahami perbedaan tersebut penting agar penulis tidak salah mengartikan status publikasi. Sebuah konferensi dapat menawarkan prosiding sekaligus publikasi pada jurnal tertentu, tetapi kedua jalur tersebut memiliki mekanisme dan status pengindeksan yang berbeda.
Baca juga:Jasa Konsultasi Skripsi agar Cepat Lulus
Apakah Semua Prosiding Bisa Terindeks SINTA?
Tidak semua prosiding otomatis terindeks atau memperoleh status yang sama dalam ekosistem SINTA. Informasi mengenai indeksasi harus dilihat berdasarkan jenis publikasi, sumber penerbitan, serta data yang tercatat pada sistem terkait.
Dalam praktiknya, istilah “prosiding SINTA” sering digunakan secara longgar dalam promosi konferensi. Ada penyelenggara yang menawarkan prosiding sebagai luaran konferensi, sementara artikel pilihan dapat diarahkan ke jurnal yang terakreditasi SINTA. Kondisi tersebut perlu dibedakan karena prosiding dan jurnal merupakan dua jenis publikasi yang berbeda.
Jika sebuah konferensi menyatakan bahwa seluruh artikel peserta akan masuk ke jurnal SINTA, penulis perlu memeriksa nama jurnal dan status akreditasinya secara terpisah. Jangan langsung menyimpulkan bahwa prosiding konferensi tersebut memiliki status SINTA yang sama dengan jurnal tempat artikel tertentu akan diterbitkan.
Dengan memahami mekanisme ini, penulis dapat menilai tawaran konferensi secara lebih kritis. Pemeriksaan tidak hanya berfokus pada kata “SINTA”, tetapi juga pada media publikasi yang benar-benar akan digunakan.
Cara Menemukan Prosiding yang Berkaitan dengan SINTA
Menemukan prosiding yang sesuai dapat dimulai dengan menentukan bidang penelitian. Penulis sebaiknya tidak langsung mencari berdasarkan kata “prosiding SINTA”, tetapi menggunakan kata kunci yang menggabungkan topik penelitian, konferensi, prosiding, seminar, atau publikasi ilmiah.
Contohnya, mahasiswa bidang teknologi informasi dapat menggunakan kata kunci seperti “prosiding konferensi teknologi informasi”, “conference proceedings sistem informasi”, atau “prosiding seminar informatika”. Pencarian dapat dipersempit dengan tahun penyelenggaraan dan bidang penelitian.
Setelah menemukan beberapa kandidat, kumpulkan informasi publikasi dari setiap konferensi. Informasi yang sebaiknya dicatat meliputi nama konferensi, penyelenggara, nama prosiding, penerbit, ISSN, tahun publikasi, serta tujuan publikasinya.
Daftar kandidat tersebut kemudian dapat dibandingkan untuk mengetahui konferensi mana yang paling sesuai. Cara ini lebih efektif daripada memilih konferensi hanya karena tampil pada halaman pencarian paling atas.
Mengecek Informasi Prosiding pada Sumber Resmi
Pemeriksaan sumber resmi merupakan langkah penting ketika ingin mengetahui status suatu publikasi. Informasi dari situs konferensi dapat digunakan sebagai titik awal, tetapi sebaiknya tidak menjadi satu-satunya dasar keputusan.
Penulis dapat membuka halaman resmi penyelenggara, halaman penerbit, dan platform indeks yang relevan. Cocokkan nama publikasi, ISSN, penerbit, serta informasi tahun terbit untuk memastikan bahwa seluruh data mengarah pada publikasi yang sama.
Jika informasi pada website konferensi berbeda dengan informasi pada penerbit, jangan langsung menganggap keduanya identik. Perbedaan tersebut perlu diklarifikasi karena dapat menunjukkan adanya perubahan penerbit atau jalur publikasi.
Pengecekan seperti ini sangat penting terutama ketika konferensi menggunakan istilah promosi seperti “publikasi SINTA”, “terhubung dengan jurnal SINTA”, atau “prosiding terindeks”. Penulis perlu mengetahui secara spesifik publikasi mana yang dimaksud.
Mengecek Jurnal yang Menjadi Mitra Publikasi Konferensi
Salah satu pola yang sering ditemui adalah konferensi menawarkan publikasi melalui jurnal mitra. Dalam kondisi ini, artikel yang dipresentasikan pada konferensi belum tentu diterbitkan sebagai prosiding yang terindeks SINTA. Sebagian artikel dapat diseleksi untuk diterbitkan pada jurnal tertentu.
Jika terdapat klaim bahwa artikel akan dipublikasikan di jurnal SINTA, periksa nama jurnal tersebut. Selanjutnya, cari informasi mengenai jurnal pada laman resmi pengindeks atau sistem akreditasi yang relevan.
Perhatikan juga cakupan bidang jurnal. Jurnal yang memiliki status akreditasi tertentu belum tentu menerima semua topik penelitian. Penulis perlu memastikan bahwa tema penelitian sesuai dengan fokus dan ruang lingkup jurnal.
Informasi mengenai jalur publikasi juga perlu ditanyakan kepada panitia. Tanyakan apakah seluruh artikel peserta diterbitkan dalam jurnal, apakah hanya artikel terpilih yang diarahkan ke jurnal, atau apakah artikel lainnya tetap diterbitkan dalam prosiding.
Perbedaan Prosiding, Jurnal, dan Indeksasi SINTA
Perbedaan jenis publikasi menjadi dasar penting dalam melakukan pengecekan. Prosiding merupakan kumpulan karya ilmiah yang berkaitan dengan konferensi atau seminar, sedangkan jurnal merupakan publikasi ilmiah berkala yang memiliki sistem volume dan nomor penerbitan.
| Aspek | Prosiding Konferensi | Jurnal Ilmiah |
|---|---|---|
| Kaitan dengan acara | Umumnya terkait konferensi | Tidak harus terkait konferensi |
| Bentuk publikasi | Kumpulan paper konferensi | Artikel dalam volume/issue |
| Penerbitan | Berdasarkan kegiatan konferensi | Terbit secara berkala |
| Proses review | Bergantung penyelenggara | Mengikuti kebijakan jurnal |
| Identitas publikasi | Dapat memiliki ISBN/ISSN | Umumnya memiliki ISSN/eISSN |
| Status SINTA | Perlu diperiksa sesuai sistem publikasi | Dapat memiliki status akreditasi SINTA |
| Tujuan utama | Dokumentasi dan diseminasi hasil konferensi | Publikasi penelitian berkala |
Tabel tersebut menunjukkan bahwa status jurnal SINTA tidak boleh secara otomatis dipindahkan kepada prosiding. Jika konferensi bekerja sama dengan jurnal, penulis harus memeriksa kedua publikasi tersebut secara terpisah.
Pemahaman ini dapat mencegah kesalahan ketika mahasiswa membutuhkan publikasi dengan kriteria tertentu. Pastikan dokumen atau artikel yang dihasilkan memang sesuai dengan persyaratan institusi.
Cara Mengecek ISSN atau Identitas Publikasi
ISSN dapat membantu penulis mengidentifikasi sebuah serial publication secara lebih spesifik. Jika prosiding atau publikasi konferensi mencantumkan ISSN, informasi tersebut dapat digunakan untuk mencocokkan data pada situs penerbit atau database yang relevan.
Selain ISSN, perhatikan pula judul publikasi, nama penerbit, tahun terbit, dan URL resmi. Jika semua informasi konsisten, kemungkinan kesalahan identifikasi menjadi lebih kecil.
Penulis juga perlu membedakan ISSN dengan ISBN. Sebagian prosiding konferensi diterbitkan dalam bentuk buku prosiding dan dapat menggunakan ISBN, sedangkan publikasi berseri tertentu dapat memiliki ISSN. Jenis identitas tersebut tidak secara otomatis menunjukkan status indeksasi.
Karena itu, nomor identitas hanya berfungsi sebagai alat verifikasi. Keberadaan ISSN atau ISBN bukan bukti tunggal bahwa publikasi tersebut memiliki status tertentu di SINTA.
Contoh Praktis Pengecekan Prosiding
Misalnya seorang mahasiswa memiliki penelitian tentang penerapan kecerdasan buatan dalam sistem informasi. Ia menemukan sebuah konferensi yang menawarkan publikasi prosiding dan menyebutkan adanya peluang publikasi pada jurnal terakreditasi SINTA.
Mahasiswa tersebut dapat mencatat nama konferensi, penyelenggara, nama prosiding, penerbit, dan nama jurnal mitra. Setelah itu, ia memeriksa status jurnal mitra melalui sumber resmi dan membandingkan informasi tersebut dengan keterangan pada website konferensi.
Jika ternyata hanya artikel terpilih yang dapat diterbitkan dalam jurnal, mahasiswa tersebut perlu mengetahui mekanisme seleksinya. Artikel yang tidak terpilih mungkin tetap diterbitkan dalam prosiding, sehingga status publikasinya berbeda.
Dari contoh tersebut terlihat bahwa pertanyaan “apakah konferensi ini SINTA?” sebenarnya terlalu umum. Pertanyaan yang lebih tepat adalah “artikel saya akan diterbitkan di publikasi apa, siapa penerbitnya, dan bagaimana status publikasi tersebut?”
Cara Menilai Kredibilitas Prosiding
Status indeksasi bukan satu-satunya indikator kualitas. Penulis perlu melihat siapa penyelenggara konferensi, bagaimana proses review dilakukan, siapa anggota scientific committee, dan apakah informasi publikasi disampaikan secara transparan.
Konferensi yang kredibel biasanya memiliki informasi lengkap mengenai tema, tanggal pelaksanaan, call for papers, template, proses review, biaya, serta publikasi. Informasi tersebut seharusnya dapat ditemukan dengan jelas tanpa membuat calon peserta menebak-nebak jalur publikasinya.
Penulis juga dapat memeriksa edisi konferensi sebelumnya. Lihat apakah artikel terdahulu benar-benar tersedia, apakah metadata penulis jelas, dan apakah penerbit yang tercantum sesuai dengan informasi yang diberikan oleh penyelenggara.
Jika informasi konferensi sangat minim tetapi menawarkan banyak janji mengenai indeksasi, penulis sebaiknya melakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum mengirimkan artikel atau melakukan pembayaran.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mencari Prosiding SINTA
Kesalahan yang cukup umum adalah menganggap semua publikasi yang menggunakan kata “SINTA” otomatis memiliki status yang sama. Padahal, konferensi, prosiding, dan jurnal mitra dapat memiliki jalur publikasi berbeda.
Kesalahan lainnya adalah hanya mengandalkan informasi pada poster atau media sosial. Informasi promosi terkadang menggunakan istilah yang disederhanakan sehingga tidak menjelaskan status publikasi secara lengkap.
Penulis juga dapat keliru ketika menemukan jurnal SINTA yang menjadi mitra konferensi. Keberadaan jurnal tersebut tidak berarti semua paper peserta otomatis diterbitkan di jurnal tersebut.
Kesalahan berikutnya adalah tidak membaca ketentuan publikasi sampai selesai. Informasi penting mengenai seleksi artikel, biaya tambahan, proses review, dan jenis publikasi sering berada pada bagian submission atau publication policy.
Menghindari kesalahan tersebut dapat dilakukan dengan membiasakan diri melakukan verifikasi silang. Setiap klaim mengenai indeksasi sebaiknya dikaitkan dengan publikasi tertentu dan bukti yang dapat diperiksa.
Tips Praktis Menemukan Prosiding yang Tepat
Pencarian prosiding akan lebih efektif jika dilakukan berdasarkan kebutuhan penelitian. Tentukan bidang, topik, rentang waktu, lokasi atau format konferensi, serta jenis publikasi yang dibutuhkan sebelum mulai mencari.
Setelah memperoleh beberapa kandidat, buat tabel perbandingan sederhana. Catat nama konferensi, penyelenggara, jadwal, biaya, publikasi, penerbit, informasi SINTA yang relevan, dan batas submission.
Beberapa hal yang perlu diperiksa dapat dirangkum sebagai berikut:
- Kesesuaian tema konferensi dengan penelitian.
- Kredibilitas penyelenggara.
- Kejelasan nama dan jenis publikasi.
- Informasi penerbit yang transparan.
- ISSN, ISBN, DOI, atau identitas publikasi jika tersedia.
- Status jurnal mitra apabila terdapat jalur publikasi ke jurnal.
- Mekanisme review artikel.
- Ketentuan seleksi publikasi.
- Biaya registrasi dan biaya publikasi tambahan.
- Rekam publikasi konferensi pada edisi sebelumnya.
Daftar tersebut akan lebih berguna jika disertai catatan mengenai bukti yang ditemukan. Dengan demikian, penulis tidak hanya mengumpulkan nama konferensi, tetapi juga memiliki dasar untuk membandingkan kualitas dan relevansinya.
Memeriksa Prosiding Sebelum Mengirim Artikel
Pengecekan sebaiknya dilakukan sebelum artikel dikirim, bukan setelah paper diterima. Hal ini memberi penulis kesempatan untuk mengganti pilihan jika ternyata jalur publikasinya tidak sesuai kebutuhan.
Periksa pula apakah konferensi masih menggunakan penerbit dan publikasi yang sama seperti edisi sebelumnya. Perubahan penyelenggara, penerbit, atau jurnal mitra dapat menyebabkan informasi lama tidak lagi relevan untuk edisi terbaru.
Jika konferensi menjanjikan publikasi pada jurnal tertentu, mintalah informasi tertulis mengenai mekanisme tersebut. Pertanyaan seperti “apakah seluruh paper masuk jurnal atau hanya paper terpilih?” dapat membantu menghindari salah persepsi.
Semakin jelas informasi yang diperoleh sebelum submission, semakin kecil risiko masalah setelah artikel diterima. Langkah sederhana ini sangat membantu terutama bagi mahasiswa yang memiliki target publikasi sebagai bagian dari kebutuhan akademik.
Rekomendasi Penerapan bagi Mahasiswa dan Peneliti
Bagi mahasiswa, pencarian prosiding sebaiknya dilakukan bersamaan dengan perencanaan publikasi penelitian. Setelah topik dan hasil penelitian mulai terbentuk, identifikasi konferensi yang sesuai dan pelajari jenis publikasi yang ditawarkan.
Bagi peneliti, pemilihan konferensi dapat dilakukan dengan membuat matriks evaluasi. Setiap konferensi dinilai berdasarkan relevansi tema, kualitas penyelenggara, proses review, reputasi penerbit, jalur publikasi, biaya, serta status indeksasi yang dapat diverifikasi.
Pendekatan ini membuat proses memilih konferensi menjadi lebih objektif. Penulis tidak mudah terpengaruh oleh judul konferensi yang terdengar bergengsi atau klaim indeksasi yang belum memiliki penjelasan memadai.
Apabila publikasi digunakan untuk memenuhi persyaratan kampus atau lembaga tertentu, periksa juga aturan internal institusi. Bisa saja kampus mensyaratkan jurnal SINTA dengan peringkat tertentu, sedangkan prosiding tidak dihitung sebagai pengganti jurnal.
Strategi Pencarian Prosiding Berdasarkan Topik Penelitian
Pencarian berdasarkan topik dapat dilakukan dengan menggabungkan kata kunci utama penelitian dan istilah publikasi. Misalnya, penelitian mengenai pendidikan dapat dicari menggunakan kombinasi “prosiding konferensi pendidikan”, “international conference education proceedings”, atau istilah yang lebih spesifik sesuai subbidang.
Untuk penelitian teknologi, pencarian dapat diarahkan pada bidang seperti sistem informasi, informatika, kecerdasan buatan, keamanan siber, atau teknologi perangkat lunak. Semakin spesifik kata kunci, semakin besar kemungkinan hasil pencarian sesuai dengan kebutuhan.
Penulis juga dapat memperhatikan agenda konferensi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi, asosiasi ilmiah, dan institusi penelitian. Sumber seperti ini sering menyediakan informasi yang lebih lengkap mengenai tema, submission, dan publikasi.
Namun, hasil pencarian tetap harus diverifikasi. Mesin pencari dapat menemukan halaman lama, acara yang sudah selesai, atau informasi yang tidak lagi berlaku sehingga tanggal dan status publikasi perlu diperiksa kembali.
Hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Artikel Diterbitkan
Pemeriksaan tidak selalu berhenti setelah artikel masuk prosiding. Penulis sebaiknya menyimpan versi final paper, sertifikat, DOI jika tersedia, informasi prosiding, serta bukti publikasi.
Metadata artikel juga perlu diperiksa setelah publikasi. Pastikan nama penulis, afiliasi, judul, dan informasi publikasi ditulis dengan benar. Kesalahan metadata dapat menyulitkan penelusuran dan pengelolaan rekam publikasi.
Jika artikel diterbitkan melalui jurnal mitra, penulis dapat memeriksa artikel berdasarkan nama jurnal, volume, nomor, dan DOI. Jangan hanya mengandalkan informasi dari panitia tanpa melihat publikasi yang benar-benar diterbitkan.
Dokumentasi yang rapi akan sangat membantu ketika publikasi perlu dimasukkan ke profil akademik, laporan penelitian, portofolio, atau kebutuhan administrasi kampus.
Baca juga: Conference Paper SINTA: Memahami Prosiding dan Indeksasi dalam Publikasi Akademik
Kesimpulan
Cara mengecek dan menemukan prosiding yang terindeks SINTA membutuhkan pemahaman mengenai perbedaan antara prosiding, jurnal, penerbit, dan sistem indeksasi. Penulis tidak sebaiknya hanya mengandalkan klaim “prosiding SINTA” yang tercantum pada poster atau website konferensi.
Pemeriksaan perlu dilakukan dengan melihat jenis publikasi yang sebenarnya ditawarkan. Jika konferensi menyediakan prosiding sekaligus jurnal mitra, status keduanya harus diperiksa secara terpisah karena artikel yang masuk jurnal tidak otomatis memiliki status yang sama dengan artikel yang diterbitkan dalam prosiding.
Informasi seperti nama publikasi, ISSN atau ISBN, penerbit, tahun terbit, artikel terdahulu, serta jalur publikasi dapat digunakan untuk melakukan verifikasi. Penulis juga perlu memperhatikan kredibilitas penyelenggara, proses review, transparansi biaya, dan kesesuaian konferensi dengan bidang penelitian.
Dengan melakukan pengecekan secara sistematis, mahasiswa dan peneliti dapat memilih konferensi dengan lebih tepat. Strategi tersebut tidak hanya membantu menemukan publikasi yang sesuai, tetapi juga mengurangi risiko salah memahami status indeksasi dan menghindari keputusan publikasi yang kurang menguntungkan.
SkripsiYuk! siap membantu Anda melalui layanan konsultasi akademik untuk penyusunan instrumen penelitian, operasionalisasi variabel, penyusunan kuesioner, pedoman wawancara, uji validitas dan reliabilitas, hingga pendampingan metodologi penelitian. Dengan bimbingan yang tepat, proses penyusunan skripsi, tesis, disertasi, maupun publikasi ilmiah dapat berjalan lebih efektif, sistematis, dan sesuai kaidah akademik. Segera konsultasikan kebutuhan Anda melalui WhatsApp atau Instagram untuk mendapatkan informasi program pendampingan yang sesuai.


